Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Yusuf Mansur Tak Kenal Tokoh Kunci Investasi Batu Bara yang Menghilang

Yusuf Mansur mengaku tidak kenal dengan Adiansyah, yang menjabat Direktur Utama PT Adi Partner Perkasa pada tahun 2009.
SHARE
Yusuf Mansur Tak Kenal Tokoh Kunci Investasi Batu Bara yang Menghilang
SOLOPOS.COM - Ustaz Yusuf Mansur (kiri) dan Adiansyah (Istimewa)

Solopos.com, JAKARTA — Tokoh kunci dalam dalam investasi batu bara di Kalimantan Selatan yang digalang Ustaz Yusuf Mansur tahun 2009,  Adiansyah menghilang.

Direktur Utama PT Adi Partner Perkasa itu tidak lagi diketahui keberadaannya hingga kini. Ia sudah pindah dari tempat tinggalnya yang lama di Jl. Dwikora Raya No 7, RT 008 RW 013, Kelurahan Halim Perdanakusumah, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur.

PromosiGelaran B20 di Jawa Timur Fokus pada Rantai Pasok UMKM

Upaya pemanggilan yang dilakukan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melalui koran nasional belum membuahkan hasil.

Bagaimana tanggapan Ustaz Yusuf Mansur tentang sosok Adiansyah yang kini menghilang ini? Ternyata, Yusuf Mansur mengaku tidak kenal dengan Adiansyah.

Pernyataan itu diungkapkan Yusuf Mansur dalam sebuah klarifikasi, beberapa waktu lalu. Yusuf Mansur mengaku tidak kenal dengan Adiansyah, yang menjabat Direktur Utama PT Adi Partner Perkasa pada tahun 2009. Padahal, dalam perusahaan tersebut posisi Yusuf Mansur adalah Komisaris Utama.

“Gagah nih di TV saya ngomong. Satu, pernah lihat saya gak, ketemu saya gak dalam urusan saya nawar-nawari investasi batu bara? Kalau ketemu di ceramah beda dong bos. ‘Ketemu kok dengan si ustaz, itu si ustaz ada orang batu bara kok’. Beda dong bos. Mana tahu juga saya kalau dia (Adiansyah, Direktur PT Adi Partner Perkasa) penipu. Bener-bener saya sewa restoran lalu saya bilang ‘eh ini ada bisnis batu bara bagus, lu ikut’,” ujar Yusuf Mansur seperti dikutip Solopos.com dari kanal Youtube TVOne, Rabu (27/4/2022).

Baca Juga: Sidang Perdana Investasi Batu Bara, Investor: Semoga Yusuf Mansur Hadir

Yusuf Mansur balik bertanya kepada orang-orang yang kini menuntutnya terkait investasi batu bara itu melakukan transfer ke mana. Yusuf Mansur menyatakan dirinya tidak pernah menerima uang terkait dengan investasi berdana puluhan miliar rupiah itu.

“Transfernya ke mana? Yang disebut ikut investasi itu transfernya ke mana? Nah dulu saya gak pernah ngelayanin dengan kalimat sekarang ini. Kenapa? Tahun 2010 itu saya takut, demi Allah saya takut, baru ngerintis pesantren. Maka setengah mati juga saya ikut nahanin, ikut bayar-bayarin. Lah gara-gara ikut bayar-bayarin saya dianggap ikut nipu, laa ilaha illallah muhamadarrasulullah, allahuma shali ala shali wabarik alaihi,” ujar Yusuf Mansur.

Yusuf Mansur bersumpah dirinya tidak terkait dengan investasi batu bara. Sebagai bukti ucapannya ia mempersilakan siapapun yang mengaku sebagai investor batu bara dan mempunyai bukti keterlibatannya untuk melapor ke polisi.

Baca Juga: Penggugat: Yusuf Mansur Berjanji Ganti Semua Investasi Batu Bara

Seperti diberitakan, Adiansyah kembali tidak hadir pada persidangan kali ketiga di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Keberadaannya tidak diketahui hingga saat ini.

“Setelah dipanggil melalui koran ternyata tergugat Adiansyah tidak hadir. Tergugat dipanggil lagi untuk sidang berikutnya tanggal 7 Juli 2022,” kata penggugat Yusuf Mansur, Zaini Mustofa, kepada Solopos.com, Selasa (26/4/2022) malam.

Zaini Mustofa, investor batu bara yang kehilangan uang Rp80 juta itu mengungkapkan, Adiansyah dipanggil untuk datang ke persidangan Selasa hari ini.

Baca Juga: Ustaz Yusuf Mansur Dituding Idap Mythomania, Apa Itu?

Namun, Adiansyah yang dikenalkan Yusuf Mansur kepada jemaah Masjid Darussalam Cibubur tahun 2009 sebagai pengusaha dermawan itu tidak menampakkan batang hidungnya di PN Jakarta Selatan.

“Dia tidak datang, tidak jelas sekarang tinggal di mana,” kata Zaini.

surat panggilan untuk Adiansyah
Surat panggilan dari PN Jakarta Selatan untuk Adiansyah, Direktur PT Adi Partner Perkasa. (Istimewa)

Sementara itu, dua tergugat lainnya yakni Yusuf Mansur dan BMT Darussalam Madani Cibubur datang diwakili tim kuasa hukum mereka.

Yang menarik, Pondok Pesantren Darussalam yang menjadi tergugat V menolak panggilan PN Jaksel. Pondok pesantren yang menerima dana dari para investor batu bara dalam setiap kali transaksi itu tidak mau menerima surat panggilan dari PN Jaksel.

Baca Juga: Puluhan Karyawan Paytren Adukan Ustaz Yusuf Mansur ke Disnaker Bandung

“Relaas surat panggilan ditolak oleh karyawan pondok bernama Khoirun, dia tidak mau menerima. Surat tersebut lalu disampaikan ke kantor kelurahan setempat, sesuai hukum acara perdata,” kata Zaini lagi.

Berdasarkan dokumentasi Solopos.com, Adiansyah yang mengelola bisnis batu bara di Kalimantan Selatan kini menjadi sosok yang misterius.

Ia tidak hadir dalam persidangan gugatan perdata wanprestasi bisnis yang digalang tahun 2009 itu. Adiansyah tidak lagi tinggal di alamat lamanya di Jl. Dwikora Raya No 7, RT 008 RW 013, Kelurahan Halim Perdanakusumah, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur.

Jejak Adiansyah tidak terlacak sehingga majelis hakim hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (15/3/2022), memutuskan memanggil tangan kanan Yusuf Mansur itu melalui iklan di media massa.

Baca Juga: Ustaz Yusuf Mansur Resmi Diadukan ke Disnaker Kota Bandung

“Adiansyah selaku Dirut PT Adi Partner Perkasa tidak datang, demikian pula Pesantren Daarul Quran selaku tergugat kelima juga tidak dihadiri siapapun. Adiansyah tidak diketahui keberadaannya sehingga dilakukan panggilan melalui koran,” ujar penggugat Yusuf Mansur, Zaini Mustofa kepada Solopos.com, 15 Maret 2022 lalu.

Zaini Mustofa mengatakan sidang kali kedua di PN Jaksel hari ini agendanya masih verifikasi data.

Dalam kasus investasi batu bara, Adiansyah adalah tangan kanan Ustaz Yusuf Mansur. Menurut para investor yang merupakan jemaah Masjid Darussalam Cibubur, Adiansyah dibawa Yusuf Mansur ke masjid tersebut pada bulan Juni 2009.

Beberapa hari sebelum membawa Adiansyah, Yusuf Mansur terlebih dahulu melakukan presentasi tentang investasi batu bara di masjid tersebut.

Baca Juga: Karyawan Paytren Menuntut Hak, Bukan Meminta Sedekah Yusuf Mansur

“Peran Adiansyah sangat penting. Ia yang diandalkan Yusuf Mansur untuk berurusan dengan jemaah yang menjadi investor. Termasuk kunjungan ke lokasi tambang di Kalimantan Selatan itu yang datang Adiansyah, Yusuf Mansur tidak mau ikut,” ujar Zaini.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode