Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Yusuf Mansur Tak Jawab Tuduhan Gadai Mobil Rental dan Jual Tanah Wakaf

Dua tudingan yang tidak dijawab Yusuf Mansur adalah menggelapkan mobil rental tahun 1999 dan tudingan menjual tanah wakaf tahun 2012.
SHARE
Yusuf Mansur Tak Jawab Tuduhan Gadai Mobil Rental dan Jual Tanah Wakaf
SOLOPOS.COM - Dua sahabat, Lestari (kiri) dan Umi, saat diwawancarai wartawan Thayyibah.com, Sudarso Arief Bakuama. (Thayyibah Channel)

Solopos.com, TANGERANG — Hampir semua tudingan negatif dijawab Ustaz Yusuf Mansur melalui akun media sosial miliknya, baik Instagram @yusufmansurnew maupun kanal Youtube Yusuf Mansur New dan Daqu Channel.

Namun ada dua hal yang belum dijawab Yusuf Mansur. Dua hal negatif itu tudingan menggelapkan mobil rental tahun 1999 dan tudingan menjual tanah wakaf tahun 2012.

PromosiGelaran B20 di Jawa Timur Fokus pada Rantai Pasok UMKM

Berdasarkan penelusuran Solopos.com, dua tudingan itu belum dijawab Yusuf Mansur.

Dua tudingan negatif dilontarkan dua perempuan masing-masing Lestari, 59, asal Jogja dan Vina Anggraini yang tinggal di Jakarta.

Solopos.com juga berulang kali meminta konfirmasi kepada Yusuf Mansur melalui Whatsapp terkait tudingan tersebut namun tidak berbalas.

Beberapa waktu sebelumnya Yusuf Mansur menyatakan tidak bersedia menjawab satu persatu pertanyaan wartawan terkait berita negatif tentang dirinya.

Baca Juga: Syekh Mesir Peragakan Adegan Gebrak Meja, Yusuf Mansur Ketawa

Ia meminta wartawan mengambil pernyataannya di media sosial sebagai jawaban semua berita negatif yang menerpanya.

Berikut kisah tudingan menggadaikan mobil rental dan menjual tanah wakaf yang menerpa Yusuf Mansur.

Gadaikan Mobil Rental

Seorang perempuan asal Jogja, Lestari, 59, bertekad menuntut haknya kepada Ustaz Yusuf Mansur.

Lestari mengaku, demi menutupi kewajiban Yusuf Mansur yang menggadaikan mobil rental dirinya terpaksa menjual rumahnya di Jakarta pada tahun 1999.

Rumahnya terjual Rp50 juta dan habis untuk membayar kepada orang-orang yang uangnya dibawa Yusuf Mansur.

Baca Juga: Yusuf Mansur Tahun 1999 Dipenjara karena Gadaikan Mobil Rental?

“Dia sekarang kaya raya, masak tidak kasihan kepada saya. Saya sekarang tidak punya rumah, hidup saya susah. Saya mau meminta kembali uang saya. Semoga Jam’an (Yusuf Mansur) tersadar dan mengembalikan hak saya biar saya bisa kembali punya rumah,” ujar Lestari dalam perbincangan dengan wartawan Thayyibah.com Sudarso Arief Bakuama, Kamis (7/4/2022), dan diunggah di kanal Youtube Thayyibah Channel.

Lestari mengaku terseret dalam kasus Yusuf Mansur lantaran proses menggadaikan mobil tersebut melalui dirinya.

ustaz yusuf mansur dituding gelapkan tanah wakaf
Wartawan Thayyibah.com, Sudarso Arief Bakuama mewawancarai Vina Anggraini, Rabu (9/3/2022). (Thayyibah Channel)

Namun Lestari menyatakan tidak tahu bahwa mobil yang digadaikan Yusuf Mansur tersebut merupakan mobil rental.

Menurut Lestari, pada tahun 1999 Yusuf Mansur menggadaikan beberapa mobil rental sehingga dikejar-kejar pemiliknya. Lestari turut terseret lantaran proses menggadaikan mobil tersebut melalui dirinya.

“Saya sampai tidak berani pulang ke rumah karena dikejar-kejar orang terus. Akhirnya rumah saya jual untuk membayar orang-orang itu. Kalau Yusuf Mansur sudah ditahan polisi,” ujar Lestari.

Baca Juga: Kisah Lestari Dikhianati Yusuf Mansur: Numpang Hidup Malah Jual Rumah

Menurut Lestari yang kini tinggal di Batam, Yusuf Mansur dipenjara karena menggadaikan mobil rental.

Lestari menceritakan hubungan utang piutang antara dirinya dengan Yusuf Mansur terjadi pada tahun 1999. Ketika itu, Yusuf Mansur masih lajang dan belum menjadi seorang ustaz.

“Kira-kira tahun 1998 dan 1999, saya dikenalkan ke Jam’an (Yusuf Mansur) oleh seorang teman. Dia (Yusuf Mansur) ingin menggadaikan mobil kepada saya. Saya kasih uang Rp10 juta untuk mobil Starlet,” ujar Lestari.

Baca Juga: Lestari Ngaku Jual Rumah Demi Bayar Kewajiban Yusuf Mansur

Beberapa pekan kemudian, cerita Lestari, Yusuf Mansur datang lagi menawarkan dua mobil untuk digadai. Saat itu Yusuf Mansur mengaku dua mobil tersebut milik saudaranya.

Oleh Lestari, dua mobil tersebut ia tawarkan kepada seorang rekannya dan teman adiknya yang merupakan seorang tentara di Kodam Jaya. Dari dua mobil itu, Yusuf menerima uang Rp20 juta.

Celaka baginya. Ternyata, mobil-mobil yang digadaikan Yusuf Mansur itu merupakan mobil rental.

“Baru tiga bulan saya pakai, mobil Starlet itu tiba-tiba disita. Ternyata itu mobil rental. Waktu itu saya pulang dari Cipondoh dengan Jam’an. Pas sampai pintu gerbang rumah ternyata sudah ada petugas di situ. Jam’an langsung dibawa polisi,” tutur Lestari.

Baca Juga: Kisah Lestari Dikhianati Yusuf Mansur: Numpang Hidup Malah Jual Rumah

Menurut Lestari, Yusuf Mansur lantas dibawa oleh polisi untuk menunjukkan di mana mobil-mobil yang telah digadaikannya tersebut.

Singkat cerita, dua mobil rental yang digadaikan Yusuf Mansur itu ditarik oleh pemiliknya sehingga membuat orang yang memberi uang gadai kepada Yusuf Mansur marah besar.

Kedua orang tersebut lantas menuntut Lestari bertanggung jawab. Karena saat Yusuf Mansur menggadaikan mobil tersebut melalui dirinya, Lestari turut terkena getahnya.

Ia dikejar-kejar orang yang menerima gadai mobil sehingga tidak berani pulang ke rumahnya untuk beberapa lama.

Belakangan Lestari menjual rumahnya seharga Rp50 juta pada tahun 1999 untuk membayar uang yang dinikmati Yusuf Mansur tersebut.

Yusuf Mansur masuk penjara karena diperkarakan orang yang memberi uang gadai.

Gadai Tanah Wakaf

Sementara itu, Vina Anggraini, seorang ibu yang tinggal di Jakarta siap adu doa dengan Ustaz Yusuf Mansur setelah tanah yang diwakafkan keluarganya berpindah tangan kepada orang lain.

Vina menuding tanah wakaf keluarganya yang awalnya diperuntukkan sebagai rumah tahfiz dijual oleh Ustaz Yusuf Mansur.

“Ada puluhan ribu orang, kalau kita berdoa bersama kita bisa menangkis doa-doanya Yusuf Mansur. Kita adu doa saja, biar nanti Allah yang akan mengabulkan doa siapa,” ujar Vina saat diwawancarai wartawan Thayyibah.com, Sudarso Arief Bakuama di Jakarta dan dikutip Solopos.com, Jumat (10/3/2022).

Baca Juga: Ustaz Yusuf Mansur Terancam Pidana 5 Tahun Jika Benar Jual Tanah Wakaf

Menurut Vina, tanah wakaf keluarganya seluas 1.000m2 itu awalnya diserahkan kepada Yusuf Mansur untuk dibangun rumah tahfiz.

“Pakde saya tinggal di suatu kota di Jawa Tengah. Dalam satu kajian pakde saya terinspirasi oleh Pak Yusuf Mansur lalu mewakafkan tanah untuk rumah tahfiz. Namun ternyata oleh Yusuf Mansur malah dijual kepada pihak lain. Prosesnya seperti apa kami belum tahu. Yang pasti tanah itu sekarang sudah dimiliki oleh pihak ketiga dan sudah berwujud rumah,” ujar Vina.

Vina belum bersedia menyebutkan lokasi tanah wakaf tersebut dengan alasan sedang menyiapkan proses hukum dengan pengacara.

Ia hanya mengatakan penyerahan tanah itu dilakukan keluarganya seusai kajian yang diisi Yusuf Mansur pada tahun 2012.

Baca Juga: Yusuf Mansur Digugat Soal Wakaf, Bagaimana Hukum Menjual Tanah Wakaf?

“Lokasinya di sebuah kota di Jawa Tengah. Hingga lebih dari 10 tahun kok tidak ada realisasinya. Yang bikin kami kecewa ternyata sekarang tanah itu dikuasai orang lain dan sudah dibangun rumah. Kami akan berjuang mendapatkan kembali tanah tersebut. Entah prosesnya di Mabes Polri atau di Polres mana,” katanya.

Yang membuat sedih, ujar Vina, saat ini pakdenya sudah meninggal dunia sementara tanah yang diwakafkan justru dipakai bukan untuk keperluan agama.

“Kami juga sudah berkonsultasi ke Badan Wakaf, Kementerian Agama terkait hal ini. Karena pahala tidak mengalir kepada pakde saya, kami akan berjuang maksimal untuk ini. Keluarga kami sudah siap. Habis berapapun kami siap. Bukan berharap tanahnya karena sudah diwakafkan tapi agar pahalanya kembali ke pakde saya yang mewakafkan tanah itu,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Vina akan berusaha mendatangi kediaman Yusuf Mansur di Tangerang guna menyelesaikan persoalan tersebut. Namun jika upaya itu gagal dirinya segera melanjutkan ke proses hukum.

Baca Juga: Ustaz Yusuf Mansur Dituding Menjual Tanah Wakaf

Kepada Solopos.com, Sudarso Arief Bakuama mengatakan tiga tahun lalu dirinya membantu seseorang bernama Wiyoto asal Madiun, Jawa Timur yang juga mengalami kasus serupa dengan keluarga Vina Anggraini.

Kala itu Wiyoto menyerahkan tanah sebagai wakaf namun justru dijual oleh Yusuf Mansur. “Setelah berjuang akhirnya tanah itu bisa kembali,” katanya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode