Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Yusuf Mansur Mengaku Bayar Rp23 M, Investor Batu Bara: Dia Bohong!

Ustaz Yusuf Mansur mengaku sudah mengeluarkan uang lebih dari Rp23 miliar untuk mengembalikan uang milik ratusan investor proyek batu bara.
SHARE
Yusuf Mansur Mengaku Bayar Rp23 M, Investor Batu Bara: Dia Bohong!
SOLOPOS.COM - Yusuf Mansur. (Istimewa)

Solopos.com, JAKARTA — Ustaz Yusuf Mansur mengaku sudah mengeluarkan uang lebih dari Rp23 miliar untuk mengembalikan uang milik ratusan investor proyek batu bara di Kalimantan Selatan. Para investor kebanyakan adalah jemaah Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur, Bogor, Jawa Barat.

Pengakuan Yusuf Mansur itu disampaikan dalam video klarifikasi yang diunggah di kanal Youtube Daqu Channel. Namun pengakuan itu disanggah salah satu investor yang kini menggugat Yusuf Mansur, Zaini Mustofa.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

“Soal batu bara saya dibilang nipu, kagak. Dari dulu malah saya ngalah mulu, ikut ganti ikut bayar beberapa orang, malah ada satu orang Rp23 miliar itu. Saya juga gak tahu dapat duit dari mana itu bisa ganti,” ujar Yusuf Mansur sebagaimana dikutip Solopos.com, Kamis (13/1/2022).

Yusuf Mansur menegaskan dirinya bukan penipu. Ia hanyalah seorang ustaz yang mengajarkan ilmu sedekah sekaligus mengajak berinvestasi untuk aset manajemen syariah demi kepentingan umat.

Dai kondang itu sebenarnya menyilakan kepada siapapun yang merasa ia rugikan untuk datang ke rumahnya di Cipondoh, Tangerang, Banten untuk menyelesaikan semua urusan. Namun, kata dia, karena masalah berkembang ke mana-mana dirinya merasa lebih baik diselesaikan secara hukum.

“Belum yang lain-lain itu, yang nyelonong ke rumah saya, kalau sekarang mah enggak. Kalau sekarang ada yang mau mempermasalahkan ke polisi aja udah, buktiin di sono aja udah. Selama ini juga ke polisi melulu, pakai pengacara melulu ya gak apa-apa,” tandasnya.

Baca Juga: Fantastis! Ustaz Yusuf Mansur Digugat Rp98 Triliun di PN Jaksel 

Menanggapi jawaban Yusuf Mansur itu, salah satu investor proyek batu bara bernama Zaini Mustofa memastikan dai bernama asli Jam’an Nurchotib Mansur itu berbohong.

“Tidak ada. Bohong dia. Membayar kepada siapa. Kami tidak mendapat pengembalian apa-apa sejak menagih 11 tahun silam,” katanya melalui pesan Whatsapp kepada Solopos.com.

Mengenai uang Rp23 miliar yang diakui Yusuf Mansur sudah dibayarkan kepada para investor, Zaini mengaku tidak tahu dibayarkan kepada siapa. Pasalnya, ia dan 200-an investor lainnya tidak pernah menerima pengembalian uang investasi dari dai kondang tersebut.

“Boleh-boleh saja Yusuf Mansur mengatakan dia tidak merasa bersalah dalam investasi batu bara yg merugikan jamaah Masjid Darussalam miliaran rupiah, tapi fakta hukum menunjukkan Yusuf Mansur yang pertama presentasi bisnis batu bara. Ia juga berkedudukan sebagai komisaris di PT Partner Adi perkasa sehingga secara hukum Yusuf Mansur harus bertanggung jawab. Mengenai ada pengembalian ke jamaah sebesar Rp23 miliar kami taidak tahu menahu. Nanti buktikan saja di sidang, biar semua terang-benderang,” katanya.

Saat diwawancarai wartawan Thayyibah.com, Sudarso Arief Bakuama, Zaini yang berprofesi advokat mengaku sudah bersabar lebih dari 10 tahun. Awalnya ia tidak ingin mengekspose masalah yang membelitnya bersama sekitar 200-an jemaah Masjid Darussalam Cibubur itu ke publik.

Alasannya, karena ia ingin menjaga nama baik Yusuf Mansur yang dikenal secara nasional sebagai dai.

“Namun makin ke sini ucapannya makin ngawur. Ya sudah, saya gugat saja secara perdata,” ujar Zaini yang menggugat Yusuf Mansur Rp98 triliun ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Sebagaimana diketahui, dai kondang Ustaz Yusuf Mansur kembali digugat. Kali ini Yusuf Mansur digugat perdata di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan atas investasi batu bara di Kalimantan Selatan yang diduga menelan kerugian puluhan miliar rupiah.

Penggugatnya adalah Zaini Mustofa, seorang pengacara yang mengaku menjadi salah satu korban dalam investasi batu bara tersebut. Tak tanggung-tanggung. Zaini menggugat Yusuf Mansur senilai Rp98 triliun!

Selain gugatan perdata, Zaini juga sedang mendalami untuk menggugat secara pidana atas tuduhan penipuan dan penggelapan.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode