top ear
Yuk, Bawa Botol Minum Sendiri untuk Kurangi Sampah Plastik
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi minum air putih dalam kemasan botol plastik. (Freepik)

Yuk, Bawa Botol Minum Sendiri untuk Kurangi Sampah Plastik

Praktisi dan peneliti pengelolaan sampah plastik, Whelly Sujono, mengungkapkan diperlukan terobosan untuk mengurangi sampah plastik karena dibutuhkan waktu sangat lama untuk mengurainya.
Diterbitkan Senin, 16/09/2019 - 10:20 WIB
oleh Solopos.com/
2 mnt baca -

Solopos.com, SOLO -- Praktisi dan peneliti pengelolaan sampah plastik, Whelly Sujono, mengungkapkan diperlukan terobosan untuk mengurangi sampah plastik karena dibutuhkan waktu sangat lama untuk mengurainya.

Salah satu yang bisa dilakukan, kata dia, yaitu memulai dari diri sendiri dengan selalu menggunakan botol air minum sendiri. Dengan senantasa membawa botol air minum sendiri untuk berbagai jenis minuman dapat mengurangi penggunaan botol plastik.

“Untuk menghemat plastik sebenarnya banyak cara yang bisa dilakukan. Seperti kalau saya misalnya selalu membawa botol air minum sendiri saat bepergian. Saya bawa botol dan selalu saya isi air minum saat bepergian,” tutur Whelly Sujono saat menjadi pembicara seminar lingkungan dengan judul Bumi Manusia atau Bumi Sampah di Meeting Room Hotel Red Planet Solo, Minggu (15/9/2019).

Whelly mencontohkan saat dirinya bepergian ke Timor Leste beberapa waktu lalu. Seusai dari Timor Leste dia berkunjung ke Bali, lalu pulang ke Solo. Dalam rangkaian kunjungannya ke luar kota selama empat hari membawa botol air minum.

Botol itu selalu diisinya dengan air minum seperti kopi, teh, atau air mineral, saat berada di hotel, kantor, atau bandara. “Selama empat hari kunjungan itu saya bisa menghemat tidak memakai 27 botor air minum kemasan,” urai dia.

Whelly Sujono juga menekankan pentingnya penanaman kesadaran sejak dini kepada anak agar membuang sampah pada tempatnya. Dengan begitu bumi manusia tidak kian tercemar oleh berbagai sampah manusia.

Menurut dia penanaman kesadaran tersebut realistis dilakukan bila dalam keluarga ada peraturan dan keteladanan dari orang tua. “Yang terpenting juga adalah konsisten dengan peraturan. Jangan seperti obor blarak,” sambung dia.

Dari aspek pemerintah, Whelly menilai pentingnya regulasi yang melarang penggunakan kantong plastik, styrofoam, dan sedotan plastik. Peraturan seperti itu menurut dia sudah diterapkan di sejumlah daerah seperti Provinsi Bali.

Selain Bali ada beberapa daerah yang menerapkan peraturan serupa seperti Balikpapan, Banjarmasin, Bandung, dan Bekasi. Dengan kebijakan seperti itu menurut dia efektif mengurangi produksi sampah plasti di suatu wilayah. 

Editor : Rohmah Ermawati ,
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci :

berita terkini