Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Wujudkan Gaya Hidup Berkelanjutan, SMP Batik Solo Gelar Agustus Menanam

Tujuan "Agustus Menanam" di SMP Batik Siki ini adalah membangun kesadaran peserta didik untuk bersikap dan berperilaku ramah lingkungan.
SHARE
Wujudkan Gaya Hidup Berkelanjutan, SMP Batik Solo Gelar Agustus Menanam
SOLOPOS.COM - Kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan Topik Agustus Menanam yang digelar SMP Batik Solo.

Solopos.com, SOLO — Sebagai lembaga pendidikan yang menjadi Sekolah Penggerak yang otomatis menerapkan kurikulum merdeka, SMP Batik Solo melaksanakan Proyek Pembelajaran Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Salah satu kegiatannya ada di bulan Agustus ini, yaitu proyek dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan. Acara bertopik “Agustus Menanam” ini digelar setiap hari Jumat yaitu tanggal 5, 12 , 19 dan 26, tetapi di antaranya harus setiap hari melaksanakan dengan bergiliran setiap siswa, terutama setelah tanggal 12 Agustus

PromosiDaihatsu Rocky, Mobil Harga Rp200 Jutaan Jadi Cuma Rp99.000

“Tema ini dirancang bisa diselesaikan oleh siswa dalam masa 1 bulan”, papar Isnaini Maratus S, guru IPA sekaligus Penanggungjawab Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini.

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk mengawali proyek ini, pada pekan pertama, diadakan talkshow penguatan profil pelajar pancasila bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta, dengan menghadirkan ibu Prasetianingsing Soewarno, SP, M.Si, Sub Koordinator Penataan dan Peningkatan Kapasitas DLH.

Talkshow ini diselenggarakan guna memberikan pengetahuan dasar kepada siswa  tentang  berbagai jenis tanaman Budidaya Indonesia dan manfaatnya, kemudian siswa dikenalkan dengan berbagai macam tanaman budidaya yang dapat ditanam dilingkungan rumah dan sekolahan  serta bagaiaman cara penanaman dan perawatannya.

Baca Juga: SMP Batik Solo Rayakan Milad ke-65 dan HUT ke-77 RI, Ini Kemeriahannya

Selepas kegiatan Talkshow siswa secara aktif saling berdiskusi dalam kelas untuk membuat perencanan  proyek penanaman tanaman budidaya di lingkungan sekolah.

Pekan kedua kegiatan proyek berlanjut dengan kegiatan menanam tanaman budidaya  dengan area di seluruh kompleks sekolah. Tanaman budidaya yang ditanam oleh siswa dibagi berdasarkan kelas masing-masing.

Tanaman budidaya yang ditanam oleh siswa merupakan tanaman penunjang kebutuhan pangan masyarakat, seperti cabai, tomat, bayam, keningkir, selada, serta berbagai empon-empon. Kegiatan penanaman ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa tanggungjawab, gotongroyong serta cinta lingkungan dalam upaya penguatan profil pelajar pancasila kepada siswa siswi SMP Batik Surakarta.

Pekan ketiga kegiatan proyek dilanjutkan dengan kegiatan pemeliharaan tanaman dan pemberian tata nama ilmiah tanaman budidaya yang ditanam oleh siswa. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan tata nama ilmiah sesuai dengan kaidah binomia nomenclatur yang di cetuskan oleh Carolous Lineaus.

Baca Juga: Latih Jiwa Entrepreneur Siswa Lewat P5 Smabasa

Pekan terakhir kegiatan proyek ini beragendakan penulisan laporan ilmiah dari seluruh kegiatan proyek penguatan profil pelajar pancasila dengan tema gaya hidup berkelanjutan. Penulisan laporan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada siswa salah satu bentuk tulisan karya ilmiah dan melatih anak untuk  berfikir kritis dan  sistematis dalam menyelesaikan berbagai masalah.

Kepala SMP Batik Surakarta, Ceket Palupi Suroso atau sering dipanggil Pak Cepe dalam komentarnya mengatakan, proyek penguatan pelajar pancasila di tahun ini, mengambil 3 tema, yaitu Gaya Hidup Berkelanjutan, Suara Demokrasi dan Kearifan Lokal.

Pelaksanaannya menggunakan sistem blok dimana masing-masing proyek dirancang bisa diselesaikan dalam waktu 1 bulan. Secara spesifik, tujuan dari Proyek “Agustus Menanam” ini adalah membangun kesadaran peserta didik untuk bersikap dan berperilaku ramah lingkungan serta mencari jalan keluar untuk masalah lingkungan serta mempromosikan gaya hidup serta perilaku yang berkelanjutan dalam keseharian,”  papar Pak Cepe lebih lanjut. Di samping itu juga untuk melatih kemampuan berfikir kritis dan sistematis.

Nadia, seorang siswi kelas VIII D mengatakan sangat senang dan lega. “Seru. belajar tapi serasa bermain. Secara keseluruhan sangat puas dengan acara ini,” katanya terbata-bata.

Baca Juga: Festival Ayo Membaca 2021: SMP Batik Unggulkan STEAM

Sementara itu, Bu Eni salah satu wali murid mengatakan sangat senang dan puas dan mendukung penuh melihat hasil karya anak-anak yang ada di lingkungan sekolah ini.

“Tadi saya sempat memfoto hasil tanaman di kelas anak saya. Bangga rasanya bahwa ternyata anak-anak kami bisa melakukannya dengan baik,” kata Bu Eni.

Konten ini merupakan user generated content atau UGC kiriman sekolah. Sekolah Anda bisa menjadi bagian dari UGC di Solopos.com dengan cara klik di sini.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode