top ear
Seorang anak bermain di sudut perempatan Desa Pondoksari, Nguntoronadi, Wonogiri, Kamis (6/8/2020). Desa tersebut ditetapkan sebagai kawasan wajib memakai masker. Warga, termasuk pemancing di area pemancingan di desa tersebut harus memakai masker. (istimewa/Gunawan Wibisono)
  • SOLOPOS.COM
    Seorang anak bermain di sudut perempatan Desa Pondoksari, Nguntoronadi, Wonogiri, Kamis (6/8/2020). Desa tersebut ditetapkan sebagai kawasan wajib memakai masker. Warga, termasuk pemancing di area pemancingan di desa tersebut harus memakai masker. (istimewa/Gunawan Wibisono)

Woro-Woro! Area Pemancingan di Nguntoronadi Wonogiri Akhirnya Dibuka

Pemancingan di Nguntoronadi Wonogiri akhirnya dibuka.
Diterbitkan Kamis, 6/08/2020 - 22:15 WIB
oleh Solopos.com/Rudi Hartono
2 menit baca

Solopos.com, WONOGIRI — Area pemancingan Waduk Gajah Mungkur Wonogiri di beberapa desa di Kecamatan Nguntoronadi sudah dibuka kembali.

Kepala Desa Pondoksari, Gunawan Wibisono, kepada Solopos.com, Kamis (6/8/2020), menginformasikan area pemancingan di desanya sudah dibuka sejak Rabu (5/8/2020). Kebijakan itu diambil menyusul mulai menurunnya kasus terkonfirmasi positif virus corona atau Covid-19 di Wonogiri.

Curhat Warga Terdampak Tol Solo-Jogja di Klaten Berat Tinggalkan Tanah Kelahiran

Selain itu Pemerintah Desa atau Pemdes memperhatikan kepentingan warga, terutama pelaku usaha yang konsumennya para pemancing. Mereka mengeluhkan pendapatan berkurang selama area pemancingan ditutup. Mereka mendorong agar area pemancingan segera dibuka karena area pemancingan di desa dan kecamatan lain tetap dibuka.

“Sudah boleh memancing. Kalau memancing harus memakai masker. Kalau pas di warung makan atau toko pancing juga tak boleh berkerumun. Kalau ada yang kedapatan tak memakai masker, warga akan menegur. Jika pemancing tak mengindahkan teguran, warga bakal memintanya tak memancing di Pondoksari,” kata Kades.

Spot Pemancingan

Sebagai informasi, Desa Pondoksari Nguntoronadi terdapat beberapa spot pemancingan di tiga dusun, yakni Plosorejo, Ngasemlegi, dan Banyuripan. Spot pemancingan di dusun-dusun itu oleh para pemancing biasa disebut Cincin, Blumbang, Jempingan, dan sebagainya.

Kades melanjutkan kebijakan yang sama diambil oleh Pemdes Gebang dan Wonoharjo. Pondoksari, Gebang, dan Wonoharjo sejak awal kompak dalam mengambil kebijakan. Saat wabah Covid-19 mulai mewabah, tiga desa memutuskan menutup dan membuka area pemancingan secara bersamaan.

Klaten Jadi Kabupaten Terluas Terdampak Tol Solo-Jogja

Setelah kasus terkonfirmasi Covid-19 kembali naik, ketiga desa tersebut kembali menutup area pemancingan secara bersama, 20 Juli lalu. “Kami selalu berkoordinasi,” ujar Kades.

Kebijakan menutup area pemancingan tidak diikuti desa lain yang memiliki area pemancingan WGM, seperti desa di Kecamatan Wonogiri dan Eromoko.
Pemdes Sendang, Kecamatan Wonogiri, memilih tetap membuka area pemancingan karena banyak warga menggantungkan pendapatan dari usaha warung makan dan alat pancing. Namun, Pemdes setempat memberi syarat saat memancing harus mengenakan masker dan rajin mencuci tangan.


Editor : Profile Ahmad Baihaqi
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini