[ X ] CLOSE

Work from Coffee Shop Diminati, Benarkah Kopi Buat Otak Lebih Kreatif?

Ada sejumlah alasan work from coffee shop diminati, salah satunya adalah karena menjamurnya tempat-tempat ngopi estetik.
Work from Coffee Shop Diminati, Benarkah Kopi Buat Otak Lebih Kreatif?
SOLOPOS.COM - Ilustrasi work from coffee shop. (Freepik)

Solopos.com, SOLO-Terkesan seperti gaya hidup kaum modern, namun saat ini seiring penurunan kasus Covid-19, work from coffee shop kian diminati.  Meski belum sepenuhnya pulih dari pandemi Covid-19, nyatanya masih banyak pekerjaan kantor dilakukan di rumah atau di luar kantor.

Ada sejumlah alasan work from coffee shop diminati, salah satunya adalah karena menjamurnya tempat-tempat ngopi estetik. Sambil bekerja, para pekerja ini juga bisa menikmati suasana kafe yang nyaman sambil menikmati kopi. Kopi dipercaya meningkatkan kreativitas.

Selain itu,  work from  coffee shop dipercaya membuat pikiran lebih santai jika tempat yang didatangi cenderung bersih dan nyaman. Tak sedikit orang yang kini banyak untuk melakukan pekerjaan, baik karyawan atau anak sekolah, di sebuah kafe.

Baca Juga: Viral Aksi Selfie di Tempat Berbahaya, Warganet: Auto Kaki Gemetaran

Dengan menyeruput kopi saat work from coffee shop, kreativitas disebut langsung datang untuk mengerjakan pekerjaan. Namun benarkah kopi membuat otak lebih kreatif? Sebuah studi dalam jurnal Consciousness and Cognition edisi Maret, disebutkan bahwa kopi tak memberikan dampak khusus terhadap kreativitas dalam otak.

Asisten profesor psikologi di University of Arkansas, Darya Zabelina, dan tim mempelajari efek kafein pada 80 orang sukarelawan. Mereka memberi para sukarelawan ini pil kafein 200 miligram (mg)-setara dengan satu cangkir kopi kental-atau plasebo. Hasil studi menunjukkan, kafein meningkatkan pemikiran konvergen atau berhubungan dengan pemecahan masalah tetapi tidak berdampak nyata pada pemikiran divergen yakni berhubungan dengan kreativitas.

Baca Juga:  Membeli 3 Tas Mewah Lewat Jastip, Irma Darmawangsa Kecewa

Para peneliti juga menemukan, kafein tidak secara signifikan memengaruhi memori kerja, tetapi tampaknya memengaruhi suasana hati-mereka yang meminumnya melaporkan lebih sedikit merasa sedih. “Sebanyak 200 mg kafein meningkatkan pemecahan masalah secara signifikan, tetapi tidak berpengaruh pada pemikiran kreatif,” kata Zabelina.

Melansir dari BBC dan Bisnis.com, Senin (25/10/2021), kreativitas yang datang saat bekerja di kedai kopi ternyata bukan berasal dari minuman yang kita konsumsi. Kopi tak secara utuh memberikan pengaruh pada otak kita untuk lebih kreatif. Namun rangsangan seperti kombinasi kebisingan, kerumunan biasa, dan variasi visual, memberi kita jumlah gangguan yang tepat dan membantu kita menjadi yang paling tajam dan paling kreatif.

Baca Juga: Warga Korsel Hanya Boleh Beli Satu Tas Chanel Setahun, Ini Alasannya

Walaupun beberapa dari kita menggunakan earphone ketika duduk dan bekerja di tempat umum tetapi kebisingan sekitar dapat bermanfaat bagi pemikiran kreatif kita. Studi dalam Journal of Consumer Research menunjukkan, tingkat kebisingan di lingkungan yang rendah hingga sedang di tempat seperti kafe dapat meningkatkan kreativitas. Selain itu, pengaruh kepercayaan bekerja di kafe bisa membuat kreatif karena sudah tertanam sebelumnya.

Hal itu kemudian didukung oleh tindakan serupa yang dilakukan orang lain di kafe itu. “Salah satu hal terbesar tentang kedai kopi adalah efek fasilitasi sosial: Anda pergi ke sana, Anda melihat orang lain bekerja dan itu membuat Anda dalam suasana hati di mana Anda secara alami mulai bekerja juga. Mengamati mereka dapat memotivasi Anda untuk bekerja lebih keras,” ucap asisten profesor Carnegie Mellon University’s Tepper School of Business, Sunkee Lee,  di laman BBC.

 



Berita Terkait
    Promo & Events
    Ekspedisi Ekonomi Digital 2021
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago