Wonogiri Minta Perantau Tidak Mudik saat Libur Nataru

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, menjelaskan sudah mengimbau para perantau melalui pengurus paguyuban perantau supaya tetap berada di wilayah masing-masing selama Nataru.
Wonogiri Minta Perantau Tidak Mudik saat Libur Nataru
SOLOPOS.COM - Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Sekretariat Daerah Wonogiri, Jumat (24/9/2021). (Solopos.com/M. Aris Munandar)

Solopos.com, WONOGIRI—Pemerintah Kabupaten Wonogiri mengimbau perantau tidak mudik selama libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) melalui paguyuban perantau. Paguyuban perantau menahan diri sebab kebiasaan mudik lebih besar pada momen Lebaran dibandingkan akhir tahun.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, menjelaskan sudah mengimbau para perantau melalui pengurus paguyuban perantau supaya tetap berada di wilayah masing-masing selama Nataru. Pemkab Wonogiri mengikuti panduan Instruksi Menteri Dalam Negeri  (Inmendagri) No.62/2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022.

“Pada prinsipnya pengawasan Nataru menjadi kunci jangan sampai varian B11529 masuk ke kami. Repot nanti. Semoga tidak ada hal yang membikin suasana yang sudah kondusif menjadi mengkhawatirkan dengan klaster-klaster baru,” kata dia, Senin (29/11/2021).

Baca Juga: Setuju Raperda APBD 2022, Fraksi PKB Beri Catatan Jalur Evakuasi Merapi

Menurut dia, Pemkab juga memberikan imbauan kepada pengurus RT /RW. Wonogiri memiliki jumlah perantauan paling banyak di DKI Jakarta. Para perantau biasanya mudik Nataru selain pada momen Hari Raya Idulfitri.

“Kalau Pekerja Migran Indonesia dari Wonogiri ada tetapi minim. Sangat minim,” paparnya

Ketua Paguyuban Generasi Remaja Sosial Sumberejo Wuryantoro Wonogiri, Supriyanto, menjelaskan para anggota sudah memahami bahaya Covid-19 dengan sejumlah pemberitaan mudik yang berpotensi membahayakan keluarga di rumah. Lebih-lebih para perantau mengunjungi orang tua yang tergolong kelompok rentan.

Baca Juga: Ada Sepatu Raksasa di Dekat Exit Tol Boyolali, Ini Filosofinya

“Sebenarnya kalau tahun baru enggak terlalu signifikan untuk mudiknya cuma pas Lebaran ada yang memaksakan diri karena kebanyakan muslim. Tahun baru saya rasa melalui pantauan Whatsapp Group pada menahan diri dulu dengan kondisi seperti ini. Enggak dilarang pun mereka sudah mengerti,” paparnya.

Menurut dia, komunitasnya dan Paguyuban Keluarga Besar Wuryantoro yang berada di Jakarta memiliki ribuan anggota. Dia mengatakan mayoritas warga Wonogiri merantau ke Jakarta.

Inmendagri No.62/2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022 menjelaskan gubernur dan bupati/wali kota melakukan sosialisasi peniadaan mudik Nataru kepada warga masyarakat.

Baca Juga: Wow, Ada Sepatu Raksasa di Dekat Exit Tol Boyolali

Masyarakat perantau yang berada di wilayahnya dan apabila terdapat pelanggaran maka dilakukan pemberian sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Kemudian mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian, tidak pulang kampung dengan tujuan yang tidak primer/tidak penting/tidak mendesak.

Gubernur dan bupati/wali kota juga melakukan pengetatan arus pelaku perjalanan masuk dari luar negeri termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai antisipasi tradisi mudik Nataru.

Pengetatan dan pengawasan protokol kesehatan dilakukan di tiga tempat, yaitu gereja/tempat yang difungsikan sebagai tempat ibadah pada saat perayaan Natal Tahun 2021, tempat perbelanjaan, dan tempat wisata lokal, dengan memberlakukan kebijakan sesuai pada PPKM Level 3.

 


Berita Terkait
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago