Wkwk! Hik Mas Alex Pasang Baliho Kepak Sayap Empon-Empon, Terinspirasi Puan Maharani

Kisah unik tentang seorang bakul hik di Magelang bernama Alex Fajar memasang baliho kepak sayap empon-empon yang terinspirasi dari Puan Maharani.
Wkwk! Hik Mas Alex Pasang Baliho Kepak Sayap Empon-Empon, Terinspirasi Puan Maharani
SOLOPOS.COM - Baliho kepak sayap empon-empon di hik Mas Alex Fajar Magelang. (Detik.com)

Solopos.com, MAGELANG – Seorang bauk hik di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, memasang baliho kepak sayap empon-empon untuk mempromosikan dagangannya. Baliho itu dipasang karena dia terinspirasi dari baliho Puan Maharani yang belakangan ramai diperbincangkan.

PromosiDesain dan Konsep IKN Nusantara Sepenuhnya Kota Masa Depan

Bakul hik bernama Fajar Ali itu berharap balihonya viral dan dagangannya semakin laris di tengah situasi serba sulit ini.

“Lebih ke terinspirasi (baliho Puan Maharani). Terinspirasi semoga juga viral dan banyak dibicarakan orang,” kata bakul angkringan, Fajar Ali, kepada wartawan melalui pesan singkat, Rabu (18/8/2021), seperti dilansir Detik.com.

Fajar memasang baliho mirip milik Puan Maharani di gerbang masuk menuju angkringannya sejak Kamis (12/8/2021). Baliho itu berukuran 2×3 meter bertuliskan wedangan Mas Ali ‘Kepak Sayap Empon Empon’. Kemudian disertai fotonya dengan memakai ikat kepala dan di bawahnya ditulis namanya Mas Ali Bakul Angkringan. Sebagai latarnya, ada gambar jahe, daun salam, dan serai.

Baca juga: Buntut Selebaran Dipaksa Sehat di Negara Sakit di Klaten, Polda Jateng Turun Tangan

Fajar Ali yang biasa disapa Alex Fajar ini mengatakan, angkringan wedangan ini baru dia buka kembali Kamis (12/8/2021) setelah sebulan tutup karena PPKM. Oleh sebab itu, dia memasang memasang baliho untuk menarik perhatian pembeli.

“Mencari ide, apa ya biar orang kembali ingat dengan kami setelah tutup. Lagi viral baliho kepak sayap itu dengan banyak meme. Sepertinya menarik kalau kami ikut-ikutan. Berharap empon-empon mengepakkan sayap dan kembali ramai seperti sebelum pandemi,” ujar Alex.

Alex mengaku kesulitan mempertahankan usaha angkringannya di tengah pandemi Corona, apalagi dia memiliki belasan karyawan.

“Berat, sangat berat. Bagaimana nasib 12 orang karyawan kami bisa menghidupi keluarga kalau kami tutup. Omzet sudah turun 75 persen selama lebih dari setahun karena pandemi karena tidak ada orang nongkrong lagi,” ujarnya.

Baca juga: Gaji Gibran Wali Kota Cuma Rp2,1 Juta/Bulan, Beda Tipis dengan UMK Solo 2021

Belum lagi tak ada lagi live music yang biasanya menarik perhatian pembeli dan tak ada lagi pelanggan yang menggelar acara-acara khusus seperti arisan atau lainnya.

“Kami enggak mau menyerah, tapi sampai kapan harus menunggu kondisi normal lagi. Semua tidak jelas. Yang bisa kami lakukan hanya taat aturan dan semua ikut vaksin agar kondisi segera membaik. Kalau kondisi membaik kami berharap orang-orang akan kembali nongkrong menikmati wedang empon-empon,” pungkasnya.


Berita Terkait
    Berita Lainnya
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago