[ X ] CLOSE

WISATA NEGERI SAMBA : Mengunjungi Manaus, Pintu Masuk ke Hutan Amazon

WISATA NEGERI SAMBA : Mengunjungi Manaus, Pintu Masuk ke Hutan Amazon
SOLOPOS.COM - Kapal pesiar Helio Gabriel yang membawa peserta Brazil Trade Marketing Media Trip berlabuh di perairan dekat Hutan Amazon, Jumat (13/6) waktu Brasil. (JIBI/Solopos/Abu Nadif)

Solopos.com, SOLO--Brasil tak hanya terkenal karena sepak bolanya. Pesona wisata Negeri Samba itu tak kalah menawan. Berikut tulisan wartawan Solopos (Jaringan Informasi Bisnis Indonesia/JIBI), Abu Nadhif, yang mengikuti Brazil Trade Marketing Media Trip yang diselenggarakan AJE Group, 10-17 Juni lalu.

Piala Dunia selalu menjadi magnet bagi siapa saja. Empat tahun sekali, negara penyelenggara pentas olahraga termasyur di bumi itu dikunjungi puluhan ribu penggila bola dari seluruh pelosok dunia. Dan kali ini yang diserbu adalah Brasil, salah satu kiblat sepak bola dunia.

Tak ingin ketinggalan momentum, AJE selaku produsen soft drink Big Cola menggelar Brazil Trade Marketing Media Trip selama satu pekan di Negeri Samba. Selaku sponsor resmi federasi sepak bola Inggris, The Football Association (FA), Big Cola menggelar acara mendukung Timnas Inggris di Brasil.

Peserta dipilih dari perwakilan distributor yang dinilai memiliki kontribusi besar bagi penjualan Big Cola. Sedangkan dari kalangan media dipilihlah dua dari Indonesia (Bisnis Indonesia dan Kompas) serta dua lainnya dari Thailand.

Acara inti adalah menonton pertandingan antara Inggris versus Italia, Sabtu (14/6/2014) waktu Brasil dan sisanya diisi dengan menjelajahi rimba Hutan Amazon.

Manaus adalah ibu kota Negara Bagian Amazonas di Brazil Utara. Manaus menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan. Yang menarik dari kota ini adalah letaknya yang strategis karena dekat dengan pertemuan antara Sungai Negro (air berwarna hitam) dan Sungai Solimoes (air berwarna cokelat). Perpaduan kedua sungai inilah yang kemudian membentuk Sungai Amazon yang terkenal.

Akses utama menuju Kota Manaus harus menggunakan kapal atau pesawat terbang. Kota ini merupakan pintu masuk utama bagi wisatawan yang hendak mengunjungi flora dan fauna di hutan Amazon. Hutan Amazon terkenal di seluruh dunia, utamanya bagi turis yang hobi melihat satwa-satwa liar baik di darat maupun di sungai.

Berangkat dari Jakarta, Selasa (10/6/2014) sore, kami baru sampai di Manaus, Brasil pada Kamis (12/6/2014) malam waktu setempat. Perjalanan udara benar-benar melelahkan karena kami harus berpindah penerbangan sebanyak empat kali.

Dari Jakarta kami transit ke Bangkok, berpindah pesawat menuju Doha lalu berganti pesawat lagi menuju Sao Paolo. Dari Sao Paolo kami harus menumpang burung besi lagi selama empat jam untuk menuju Manaus. Total 27 jam kami melayang-layang di udara.

Ditambah waktu check in dan boarding kami membutuhkan waktu dua hari dua malam untuk tiba di negara pengoleksi lima gelar piala dunia tersebut. Karenanya saat kaki menginjakkan kaki di bumi Manaus pada Rabu dini hari waktu Brasil, rombongan yang terdiri atas lima warga Indonesia, tujuh dari  Thailand dan dua warga Vietnam berjalan gontai.

Meski hati bergembira karena akhirnya sampai di tempat tujuan, badan kami tidak bisa membohongi kondisi. Sangat lelah. Beberapa dari kami berjalan pelan keluar dari pesawat.

“Anda baik-baik saja?” tanya Jumpol Kunakorn, Nation Sales Manager AJE Thailand yang bergabung dengan kami sejak dari Thailand. Kami hanya menjawab dengan senyuman sembari terus melangkahkan kaki keluar dari bandara untuk menuju mobil travel yang sudah menunggu.

Rombongan lalu dibawa menuju ke kapal yang berlabuh di perairan Manaus. Di sana masing-masing dari kami diberi kamar dan dibiarkan beristirahat karena esok harinya memulai aktivitas menjelajahi pedalaman Amazon.

Kapal pun mulai berangkat menyusuri perairan tawar. Setelah dua jam kapal berhenti di sebuah muara yang berdekatan dengan hutan rimba. Saat tiba di lokasi kami seolah-olah terisolasi dari dunia luar. Di sekeliling kami hanya hutan belantara. Sinyal handphone lenyap. Bahkan televisi di kapal pun tak lagi bisa menangkap siaran. “Wah tidak ada sinyal, alamat tidak bisa nonton bola nih,” keluh Banley Theo, peserta tur dari Makassar.



Berita Terkait
    Promo & Events
    Ekspedisi Ekonomi Digital 2021
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago