WHO Akui Kasus Covid-19 di Indonesia Turun, tapi Jumlah Tes Juga Turun

Laporan WHO tersebut tertuang dalam Situation Report-68 yang dirilis oleh WHO pada Kamis (19/8/2021).
WHO Akui Kasus Covid-19 di Indonesia Turun, tapi Jumlah Tes Juga Turun
SOLOPOS.COM - Ilustrasi Tes PCR (Freepik)

Solopos.com, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kasus Covid-19 terus menunjukkan penurunan. Meski demikian, menurut WHO, penurunan kasus di Indonesia juga dibarengi dengan jumlah tes corona yang menurun.

PromosiHippermoralitas di Balik Penganiaya Lansia Hingga Meninggal di Jakarta

Penurunan tes itu salah satunya terlihat dari jumlah orang yang dites corona per 5-11 Agustus yang turun dibandingkan pekan sebelumnya. WHO mengatakan tes Covid-19 harian juga turun.

Laporan WHO tersebut tertuang dalam Situation Report-68 yang dirilis oleh WHO pada Kamis (19/8/2021). Situation report ini rutin dirilis setiap pekan oleh WHO. Ini merupakan laporan per 18 Agustus 2021.

Baca Juga: Pengacara Ungkap Habib Bahar Pukul Ryan Jombang di Wajah, Perut, dan Dada hingga Muntah Darah

“Jumlah kasus harian terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia terus menurun. Namun, jumlah tes yang dilakukan di negara ini juga menurun. Selama sepekan, yakni 5-11 Agustus, Satuan Tugas (Satgas) melaporkan bahwa jumlah orang yang diuji adalah 930.513: penurunan dari total 1.008.665 orang diuji selama minggu sebelumnya. Pada 18 Agustus, jumlah orang yang diuji per hari telah turun menjadi 78.626,” tulis WHO dalam laporannya.

Selain itu, enam provinsi di Indonesia yang masuk daftar penularan kasus tertinggi. Hal ini tampak dari pencatatan kasus mingguan.

“Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kepulauan Bangka Belitung, DI Yogyakarta, Bali, dan Sulawesi Tengah tetap berada di level tertinggi penularan komunitas (CT4) dalam kasus mingguan Covid-19 per 100.000 populasi, jumlah mingguan yang terkonfirmasi,” ungkap WHO.

Baca Juga: Hari Ini Kasus Kematian karena Covid-19 Capai 1.492 Orang, Jateng Terbanyak

Selain itu, tingkat kematian per 100.000 populasi juga masih tinggi. WHO menyarankan kepada Indonesia tetap melakukan pembatasan dan mempercepat vaksinasi corona.

“Kematian Covid-19 per 100.000 populasi dan proporsi hasil tes positif berkisar antara 22 sampai 57%. Implementasi lanjutan dari penanganan kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial (PHSM) dan percepatan vaksinasi diperlukan untuk mengurangi penularan Covid-19 dan kematian di provinsi ini dan provinsi lainnya,” lanjut WHO.


Berita Terkait
    Berita Lainnya
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago