Webinar JNE: Mengungkap Rahasia UMKM Bertahan Diterjang Pandemi

Setidaknya ada tiga kiat utama untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) maupun ekonomi kreatif agar bertahan di tengah pandemi Covid-19.
SHARE
Webinar JNE: Mengungkap Rahasia UMKM Bertahan Diterjang Pandemi
SOLOPOS.COM - Webinar JNE Bersama UMKM untuk Indonesia, yang digelar secara virtual, Kamis (20/1/2022). (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Setidaknya ada tiga kiat utama untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) maupun ekonomi kreatif agar bertahan di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. Inovasi, komunikasi dan koordinasi menjadi modal utamanya.

Setidaknya hal itu yang dilakukan dua pelaku UMKM atau ekonomi kreatif asal Jogja untuk bisa mempertahankan usahanya, meski sempat diterpa kondisi sulit di awal pandemi. Keduanya adalah Penggerak Desa Wisata Nglanggeran dan Kenandy Journal Leather.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Sugeng Handoko, Penggerak Desa Wisata Nglanggeran, yang berada di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tahu betul susahnya mengembangkan sebuah desa wisata di tengah pembatasan aktivitas masyarakat. Tidak ada pengunjung, tidak ada kegiatan bahkan akses masuk wilayah juga ditutup.

Sementara untuk menggerakkan UMKM yang ada di desa wisata tersebut, perlu mengoptimalkan sektor pariwisata.
Selain memiliki daya tarik budaya dan alam, Nglanggeran juga memiliki potensi kerajinan dan kuliner.

Baca Juga: Tips Bisnis: Membangun Usaha Jangan Sekadar Ikut-Ikutan Tren

Produk olahan cokelat yang dikembangkan masyarakat setempat dari lahan kakao yang ada di desa tersebut.
Produknya pun beragam, mulai dari olahan kakao, cokelat batangan, pisang yang dilumuri bubuk cokelat, bakpia cokelat dan sebagainya.

Untuk terus mengembangkan sektor UMKM, akhirnya pengelola desa wisata pun membuat terobosan dengan program virtual tour serta pesan antar produk.

Meski tidak ada pengunjung datang selama pandemi, produk Desa Wisata Nglanggeran tetap bisa sampai ke konsumen. Namun untuk mendukung inovasi tersehut, pihak pengelola juga perlu melakukan langkah-langkah lain, seperti komunikasi dengan stakeholder serta koordinasi dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan bekerja sama dengan jasa pengiriman barang, yakni JNE.

“Kami sadar kami tidak bisa berjalan sendiri. Butuh koordinasi dengan pihak lain. JNE menjawab kebutuhan kami. Sebab tinggal menghubungi, nanti akan ada petugas [JNE] datang untuk mengambil barang dan mengirim ke konsumen. Ini menjadi kemudahan tersendiri,” kata dia dalam Webinar JNE Bersama UMKM untuk Indonesia, yang digelar secara virtual, Kamis (20/1/2022).

Baca Juga: Segera Cair, Ini Cara dan Syarat Mendapatkan BLT UMKM 2022

Desa Wisata Terbaik Dunia

Melalui terobosan tersebut, UMKM di lokasi itu tetap berkembang meski tidak ada pengunjung. Pada Desember 2021, Desa Wisata Nglanggeran menjadi salah satu Desa Wisata Terbaik Dunia. Acara pengumuman Desa Wisata Terbaik oleh UNWTO diselenggarakan di Madrid. Desa wisata tersebut juga ditetapkan sebagai salah satu Desa Wisata Berkelanjutan di Indonesia.

Pengalaman yang hampir sama juga disampaikan Andy, Owner Kenandy Journal Leather. Bisa dikatakan, produk Kenandy merupakan produk catatan atau buku harian dengan kover kulit sapi.

Pandemi Covid-19 menjadikan produksi rumahan itu sempat terhenti. Produk yang dia kembangkan dengan istrinya, bermula dari sebuah hobi menulis. Meski sudah cukup lama mencoba membuat produk itu, namun Kenandy baru secara resmi diluncurkan pada 2016 lalu. Bukan sekedar jualan produk, Kenandy juga diluncurkan sebagai upaya kampanye menulis.

Baca Juga: G20 Berpotensi Untungkan UMKM Rp1,7 Triliun dan 33.000 Lapangan Kerja

Andy sadar, untuk melanjutkan usaha itu, perlu melakukan inovasi. Bukan hanya dipasarkan secara offline, namun mulai merambah pasar online. Untuk mendukung hal itu, jasa pengiriman barang menjadi rekan kerja yang penting.
Sementara itu, Head Of Regional Jateng-DIY JNE, Marsudi, mengatakan JNE merupakan usaha jasa pengiriman barang yang memiliki komitmen untuk mendukung UMKM.

“Jika melihat cerita dari kedua pelaku usaha tadi, semuanya telah meluncurkan strategi baru untuk menghadapi pandemi Covid-19. Untuk itu kami pun berupaya untuk bisa mendukung pengembangan usaha para UMKM itu,” kata dia dalam Webinar JNE Bersama UMKM untuk Indonesia, yang digelar secara virtual, Kamis (20/1/2022).

Dia menyebutkan JNE memiliki sejumlah program, seperti gratis ongkos kirim, diskon 50% dan sebagainya. “Kami dukung penuh. Di saat masa pandemi ini kami benar-benar berpartisipasi. UMKM tetap kami bantu.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago