top ear
Waspada, Gerus Obat Sembarangan Bisa Membunuhmu!
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi aneka obat (Freepik)

Waspada, Gerus Obat Sembarangan Bisa Membunuhmu!

Tidak semua orang bisa menelan obat berbentuk tablet, pil, atau kaplet. Mereka terkadang menggerus obat tersebut sebagai alternatif meminumnya. Namun, ternyata tindakan itu bisa mendatangkan kematian.
Diterbitkan Senin, 9/09/2019 - 07:20 WIB
oleh Solopos.com/Newswire,
2 mnt baca -

Solopos.com, SOLO – Tidak semua orang bisa menelan obat berbentuk tablet, pil, atau kaplet. Mereka terkadang menggerus obat tersebut sebagai alternatif meminumnya. Namun, ternyata tindakan itu bisa mendatangkan kematian.

Setiap bentuk obat punya maksud dan tujuan masing-masing. Sehingga tidak semua obat dapat dijadikan serbuk begitu saja. Meskipun ada orang yang tidak bisa menelan obat berbentuk tablet, pil, dan kaplet bukan berarti mereka bisa mengubahnya menjadi serbuk.

Dikutip dari medicalnewstoday, Selasa (3/9/2019), menghancurkan pil tanpa arahan dokter bisa menimbulkan efek samping berbahaya bahkan mematikan. Bentuk pil dimaksudkan agar obat hancur bertahap di dalam tubuh sehingga tidak menyebabkan overdosis meskipun sementara.

Selain itu, pil yang dihancurkan hanya mengobati pasien pada penggunaan pertama. Konsumsi pil selanjutnya cenderung tidak berpengaruh pada tubuh.

Kasus keracunan obat berujung kematian dialami atlet karateka muda asal Denpasar, Bali pada 4 Februari 2013 lalu. Karena itulah, peraturan konsumsi obat pun perlu diperhatikan.

Berikut beberapa obat yang menyebabkan komplikasi pada tubuh jika digerus, yaitu:

Tamoxifen
Tamoxifen merupakan obat yang dikonsumsi oleh penderita kanker payudara. Orang yang menggerus tamoxifen kemungkinan akan menghirupnya. Jika orang tersebut adalah wanita hamil, maka langkah itu bisa berbahaya bagi kandungannya.

Morfin
Morfin tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Morfin bersifat membius dan menimbulkan kecanduan. Pasien yang menggerus morfin memiliki kemungkinan tinggi overdosis.

Nifedipine
Obat untuk penderita jantung dan darah tinggi, nifedipine, tidak boleh sembarangan digerus. Hal ini disebabkan pasien yang terkena serbuk nifedipine mungkin strok atau serangan jantung. Efek samping lain, yaitu sakit kepala dan pusing.

Meskipun begitu, pil bisa digerus dengan aturan dokter. Perawat pasien dapat menggerus obat untuk pasien yang sulit menelan pil.

“Dokter yang menyarankan obat untuk digerus atau kapsul dibuka guna membantu pasien yang sulit menelan obat harus memperhatikan peringatannya. Berbagai kemungkinan bahaya dapat terjadi karena keteledoran. Komunikasi baik antara dokter, apoteker, dan pasien dapat mengurangi risiko dari menggerus obat,” jelas Richard Griffith, dosen hukum kesehatan, Universitas Wales, Inggris.

Dokter perlu mengetahui kemungkinan pasiennya sulit mengonsumsi obat. Resep obat dapat diganti dengan obat cair, hirup, atau dilarutkan dalam air. (Enggar Thia Cahyani/Solopos.com)

Editor : Rahmat Wibisono ,
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci :

berita terkini