[x] close
top ear
Ilustrasi Candi Prambanan. (Reuters)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi Candi Prambanan. (Reuters)

Waspada Corona, Tawur Agung Kesanga Prambanan Hanya Libatkan Petugas Pelaksana Upacara

Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan sebagai rangkaian dari peringatan Nyepi bagi umat Hindu tak jadi dihadiri 10.000 orang.
Diterbitkan Kamis, 19/03/2020 - 10:59 WIB
oleh Solopos.com/Ginanjar Saputra
3 menit baca

Solopos.com, SOLO — Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan sebagai rangkain dari peringatan Nyepi dipastikan tak akan dihadiri 10.000 orang. Hal itu tak lepas dari imbauan pemerintah terkait kewaspadaan penularan virus corona.

Gatot Nurmantyo Ajak Ramaikan Masjid di Tengah Wabah Corona, Istana Angkat Bicara

Salah satu tim publikasi Upacara Tawur Agung Kesanga Prambanan, Nur, memastikan tak akan ada 10.000 orang yang datang ke acara tersebut.

Ia juga menyebut beberapa umat Hindu di beberapa kawasan Soloraya batal hadir. "Kabar dari PHDI [Parisada Hindhu Darma Indonesia] Jateng bahwa umat Hindu dari Karanganyar, Solo, Sragen, Boyolali, Sukoharjo enggak hadir di Prambanan," ungkapnya.

Harga Gula Mahal, PG Gula Rejo Agung Madiun Akan Gelar Operasi Pasar

Menurut Nur, beberapa seremonial pda Tawur Agung Kesanga Prambanan juga ditiadakan.

Nur juga tak lupa membeberkan surat konfirmasi dari PHDI Klaten. Surat tersebut memuat enam poin sebagai hasil rapat koordinasi pada Rabu (18/3/2020) yang diikuti PHDI Jateng, Pembimas Jateng, PHDI Klaten, Kemenag Klaten, dan panitia.

Round Up Corona Jateng: 9 Pasien Positif, 5 di Solo

Berikut enam poin yang terdapat pada surat konfirmasi Tawur Agung Kesanga Prambanan:

1. Sehubungan dengan Tawur Kesanga merupakan bagian yang tidak terpisah dari rangakaian Hari Raya Nyepi, maka kegiatan ini tetap dilaksanakan.
2. Tempat pelaksanaan ritual Tawur Kesanga adalah pelataran Wisnu Mandala Candi Prambanan, Klaten, pukul 7:30 sampai 11:45 WIB.
3. Kegiatan lain yaitu: seremonial, bersih candi, toga massal, dan sarasehan ditiadakan karena bukan bagian dari ritual Hari Raya Nyepi.
4. Dimohon bagi umat Hindu maupun khalayak lain yang hadir untuk menerapkan protokol pencegahan Covid-19 dan tidak mengerahkan massa.
5. Panitia pelaksana beserta pihak PT Taman Wisata Candi Prambanan akan melaksanakan protokol cegah Covid-19 untuk masuk kawasan candi. Tawur Kesanga dilaksanakan hanya melibatkan petugas pelaksana upacara dalam jumlah yang sangat terbatas dengan protokol pencegahan Covid-19 yang telah ditentukan (minimal dengan menggunakan pengukur suhu tubuh/thermogun dan hand sanitizer) dan tanpa kegiatan seremonial. Umat Hindu yang tidak bertugas sebagai pelaksana upacara cukup bersembayang di rumah masing-masing.
6. Acara Gelar Budaya Malam Pengrupukan diundur pada tanggal 18 April 2020, bersamaan dengan peringatan Hari Warisan Budaya Dunia.

Di bagian lain Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat Dharma Adhyaksa, Ida Pedanda Nabe Gede Dang Buruan Manuaba dan Ketua Sabha Walaka, I Nengah Dana mengeluarkan surat tertanggal 19 Maret 2020 mengenai teknis pelaksanaan Hari Suci Nyepi. Berikut isi suratnya:

1. Pelaksanaan rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1942.
a. Melasti/Mekiyis/Melis dilaksanakan dengan hanya melibatkan para petugas pelaksana upacara dalam jumlah yang sangat terbatas dengan protokol pencegahan Covid-19 yang telah ditentukan (minimal dengan menggunakan pengkur suhu tubuh/thermogun dan hand sanitizer)
b. Tawur Kesanga dilaksanakan hanya melibatkan petugas pelaksana upacara dalam jumlah yang sangat terbatas dengan protokol pencegahan Covid-19 yang telah ditentukan (minimal dengan menggunakan pengukur suhu tubuh/thermogun dan hand sanitizer) dan tanpa kegiatan seremonial. Umat Hindu yang tidak bertugas sebagai pelaksana upacara cukup bersembayang di rumah masing-masing.
c. Tidak ada arak-arakan/pawai ogoh-ogoh
d. Nyepi tetap dilaksanakan dengan melaksanakan Catur Brata Penyepian (amati gni, amati karua, amati lelungan dan amati lelanguan), upawasa, monobrata, dan jagra.
e. Dharmasanti dipertimbangkan dengan melihat dan mencermati perkembangan situasi dan kondisi yang ada.
2. Pelaksanaan Hari Suci Keagamaan Hindu (Purnama, Tilem, Tumpek dan lain-lain). Sampai dengan redanya pandemi covid-19, persembahyangan di pura dilaksanakan oleh para pelaksana upacara (Pandita/pinandita dan Sarati Banten). Umat Hindu cukup bersembahyang dari rumah masing-masing.


Editor : Profile Ginanjar Saputra
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini