Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Waspada! Boyolali Ditetapkan jadi Daerah Wabah PMK

Kabupaten Boyolali ditetapkan menjadi daerah wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK. Hasil tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) Pertanian Nomor 500.1/KPTS/PK.300/M/06/2022 tentang Penetapan Daerah Wabah Wabah PMK (foot and mouth disease).
SHARE
Waspada! Boyolali Ditetapkan jadi Daerah Wabah PMK
SOLOPOS.COM - Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Boyolali, Lusia Dyah Suciati, saat diwawancara di kantornya, Senin (4/7/2022). (Solopos/Ni’matul Faizah)

Solopos.com, BOYOLALI — Kabupaten Boyolali ditetapkan menjadi daerah wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK. Hasil tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) Pertanian Nomor 500.1/KPTS/PK.300/M/06/2022 tentang Penetapan Daerah Wabah Wabah PMK (foot and mouth disease).

Penetapan Kabupaten Boyolali sebagai daerah wabah PMK  disampaikan oleh Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali Lusia Dyah Suciati. “Ini sudah ada penetapan wabah untuk 19 provinsi di Indonesia. Di dalamnya ada Provinsi Jawa Tengah, di dalamnya lagi ada Kabupaten Boyolali. Keputusan Menteri tersebut tertanggal 25 Juni 2022,” kata Lusia.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Lebih lanjut, Lusia mengatakan penetapan daerah wabah tersebut berdasarkan laporan harian kasus PMK di Boyolali ke sistem informasi kesehatan hewan Indonesia atau iSIKHNAS. “Di situ [iSIKHNAS] ada pengkajian ketika di provinsi ini 50 persen Kabupaten/Kota lebih sudah suspek bisa dikatakan wabah,” kata dia.

Setelah penetapan Kabupaten Boyolali sebagai daerah wabah, Lusi mengungkapkan akan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali untuk penanganan PMK. Ia mengungkapkan penetapan daerah wabah di Boyolali termasuk kategori bencana nonalam sehingga Disnakkan Boyolali akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Boyolali.

Baca juga: Pasar Hewan di Boyolali Kapan Dibuka Lagi? Ini Jawaban Bupati Said

“Selain dengan BPBD, kami akan berkoordinasi dengan Disdagperin [Dinas Perdagangan dan Perindustrian] selaku yang membawahi pasar, kemudian asisten II, pihak kecamatan, Polri,” terang dia.

Sementara itu, Bupati Boyolali, M. Said Hidayat, mengungkapkan akan memperpanjang penutupan pasar hewan di Boyolali. Kelanjutan penutupan pasar hewan, menurut dia, karena terdapat keputusan Menteri Pertanian terkait daerah wabah.

“Hari ini terhitung sebagai hari terakhir penutupan pasar. Tetapi dengan surat dari Kementerian Pertanian tadi untuk sementara waktu belum bisa membuka pasar hewan. Jadi harus kita semua taati,” kata dia.

Ia mengatakan telah meminta Kepala Disnakkan Boyolali untuk melakukan sosialisasi terkait surat dari Kementerian Pertanian tersebut. “Apa pun itu, upaya langkah terbaiknya saya kira, kita harus saling memberikan dukungan untuk penanganan PMK sehingga dapat segera kita tangani dengan sebaik-baiknya,” kata dia.

Baca juga: Bakul Sapi Minta Penutupan Pasar Hewan Boyolali Tak Diperpanjang Lagi



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode