Warung Makan di Wisata Air Klaten Sudah Buka Lur.. Tapi Umbulnya Masih Tutup

Puluhan objek wisata air belum memperoleh lampu hijau dari Satgas PP Covid-19 guna membuka usahanya karena masih PPKM level 3.
Warung Makan di Wisata Air Klaten Sudah Buka Lur.. Tapi Umbulnya Masih Tutup
SOLOPOS.COM - Kondisi Umbul Ponggok di Kecamatan Polanharjo, Klaten Kamis (2/9/2021). (Solopos-Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN — Sebanyak 25 objek wisata air di Klaten masih ditutup untuk masyarakat umum di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten mempersilakan pengelola objek wisata mengoptimalkan kuliner atau restoran di kompleks objek wisata air.

Kepala Disparbudpora Klaten, Sri Nugroho, mengatakan puluhan objek wisata air belum memperoleh lampu hijau dari Satgas PP Covid-19 guna membuka usahanya.

Baca juga: Minta Objek Wisata Dibuka, Asosiasi Pengelola Wisata Surati Pemkab Klaten

Hal itu disebabkan saat sekarang masih berlangsung pandemi Covid-19. Meski kasus Covid-19 terus melandai dan Klaten menerapkan PPKM Level 3, para pengelola wisata air masih belum bisa membuka objek wisatanya untuk masyarakat umum.

“Masih sama, objek wisata air belum bisa dibuka karena saat ini masih PPKM Level 3. Nanti begitu sudah turun lagi menjadi PPKM Level 2, baru semuanya dipersilakan dibuka,” kata Sri Nugroho, kepada Solopos.com, Rabu (22/9/2021).

Membuka Sentra Kuliner

Sri Nugroho mengaku sudah berkoordinasi dengan berbagai pengelola objek wisata air di Kabupaten Bersinar. Di antara pengelola objek wisata air di Klaten dipersilakan membuka sentra kuliner atau pun restoran yang berada kompleks wisata air.

“Bagi yang punya restoran atau warung makan, itu yang dibuka. Tapi, umbulnya belum boleh digunakan. Selama ini yang sudah berusaha membuka kuliner itu, di antaranya di Umbul Ponggok, Umbul Pelem, dan Pancingan 100 (Janti). Itu pun kunjungannya maksimal 25 persen dari kapasitas yang ada. Jadi, mereka sudah melakukan alih fungsi sementara. Ini menjadi upaya mereka agar memperoleh pendapatan setelah 18 bulan enggak bisa berbuat optimal karena pandemi Covid-19,” katanya.

Baca juga: Disebut Candi Asu, Ini Wujud Yoni di Tengah Sawah Klaten Terdampak Tol Solo-Jogja

Hal senada dijelaskan Tim Ahli Satgas PP Covid-19 Klaten, Ronny Roekmito. Seluruh pengelola objek wisata air di Klaten sebenarnya sudah mengajukan usulan ke Satgas PP Covid-19 Klaten agar diperbolehkan membuka objek wisata setempat.

Namun, hal tersebut belum disetujui Satgas PP Covid-19.

“Untuk objek wisata air belum boleh dibuka. Kalau kulinernya, silakan. Nanti, kami akan memantau kondisi di lapangan juga untuk memastikan tak ada pelanggaran. Jika ada yang melanggar, tentu akan diberi peringatan,” katanya.

Baca juga: Tersisa 81.257 Pelajar Klaten Belum Divaksin, Pekan Depan Jadi Prioritas Vaksinasi

Kepala Satpol PP Klaten, Joko Hendrawan, mengatakan timnya turut memantau situasi dan kondisi di berbagai objek wisata air di Kabupaten Bersinar. Hal itu termasuk saat memasuki liburan akhir pekan.

“Kami pantau terus. Untuk objek wisata air setahu kami belum dibuka. Seperti di Ponggok dan Rivermoon (Polanharjo) itu yang dibuka sebatas kulinernya,” katanya.

Tingkatkan Kesadaran Taati Prokes

Koordinator Penanganan Kesehatan Satgas PP Covid-19 Klaten, Cahyono Widodo, mengatakan jumlah kasus kumulatif Covid-19 di Klaten telah menembus angka 34.597 kasus hingga, Selasa (21/9/2021). Sebanyak 60 orang menjalani perawatan/isolasi.

Baca juga: Biar Tetap Zona Hijau Covid-19, Desa di Klaten Ini Masih Larang Hajatan dan Kumpulan

Hingga kini, sebanyak 31.637 orang dinyatakan sembuh dan total 2.900 orang telah meninggal dunia.

“Seluruh elemen masyarakat di Klaten, mari terus tingkatkan kesadaran menaati prokes,” katanya.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago