Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Warga Sukoharjo Manfaatkan Kotoran Sapi Jadi Sumber Energi

Pengolahan limbah berwujud gas dari kotoran sapi dimanfaatkan warga sebagai bahan bakar
SHARE

Solopos.com, SUKOHARJO — Warga Genengsari, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah tak hanya memanfaatkan kotoran sapi sebagai pupuk, tetapi juga sumber energi. Salah satu pemilik kandang sapi di Genengsari, Tito Santoso, mengatakan sudah memanfaatkan kotoran sapi untuk sumber energi.

Tito menceritakan membutuhkan minimal tiga angkong kotoran sapi per hari agar bisa diolah menjadi energi. Angkong adalah sejenis gerobak yang biasanya dipakai untuk mengangkut kotoran maupun tanah. Jika terjadi penyumbatan maka akan mengakibatkan penumpukan dan tangki penampung membludak. Proses awal pengolahan, kata dia, dimulai ketika pemilahan kotoran sapi.

PromosiDaihatsu Rocky, Mobil Harga Rp200 Jutaan Jadi Cuma Rp99.000

Baca Juga: Warga Boyolali Hemat Puluhan Ribu Sebulan karena Biogas Limbah Tahu

Kotoran dicampur dengan air agar tidak ada gumpalan ataupun rumput. Proses selanjutnya, kotoran sapi yang tak ada gumpalan itu dialirkan menuju tangki biodigester untuk proses perubahan menjadi gas. Kotoran sapi yang telah diproses itu akan mengalir ke tangki IPAL.

Sisa kotoran sapi yang masih berwujud padat dapat dimanfaatkan menjadi pupuk oleh warga sekitar. Sementara itu hasil dari pengolahan limbah berwujud gas dimanfaatkan warga sebagai bahan bakar.

Tito menggunakan untuk memasak memakai kompor dan lampu penerangan. Pemanfaatan gas itu menggunakan instalasi pipa yang dilengkapi dengan barometer. Lebih lanjut gas yang keluar cukup besar apalagi jika pagi atau malam hari.

Baca Juga: Teknologi Biogas Untuk Selamatkan Air Terjun Ponogoro dari Kotoran Sapi

Sementara, kata dia, kencing sapi justru lebih banyak memproduksi gas dibanding kotoran sapi. Kepala Dusun setempat, Suwanti, mengatakan ada dua unit biodigester yang dimanfaatkan warga setempat.

Sebanyak 12 rumah warga telah menggunakan energi dari kotoran sapi untuk kebutuhan rumah tangga. Dia mengatakan kebutuhan anggaran menjadi kendala jika harus membuat unit baru lagi.

Sementara itu, pupuk kotoran sapi juga belum dimanfaatkan maksimal. Masih ada beberapa yang terbuang. Warga yang ingin memanfaatkan gas tersebut harus membuat instalasi sendiri dengan pipa yang dialirkan ke rumah.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode