[ X ] CLOSE

Warga Sragen Perlu Tahu! Biaya PTSL Maksimal Rp600.000/Bidang

Biaya pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) telah diatur dalam Perbup Sragen No. 4/2020 dengan nominal maksimal Rp600.000/bidang.
Warga Sragen Perlu Tahu! Biaya PTSL Maksimal Rp600.000/Bidang
SOLOPOS.COM - Ilustrasi sertifikat tanah. (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, SRAGEN — Warga Sragen perlu tahu biaya dalam proses pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) paling mahal Rp600.000/bidang. Jika ada yang meminta lebih dari itu, besar kemungkinan itu adalah pungutan liar.

Nominal biaya PTSL ini sudah diatur dalam Peraturan Bupati No. 4/2020 tentang Pembiayaan Persiapan PTSL. Perbup tersebut mengatur biaya proses PTSL itu disesuaikan dengan jarak dari Ibu Kota Kabupaten Sragen. Yakni Rp500.000/bidang untuk jarak 0-15 km dan Rp600.000/bidang untuk jarak di atas 15 km.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto, saat ditemui wartawan, Selasa (26/10/2021), menyampaikan biaya persiapan pelaksanaan PTSL itu Rp150.000 per bidang. Dia menerangkan bila biaya tersebut tidak mencukupi, maka boleh ditambahkan dengan pertimbangan jarak tertentu.

Baca Juga: Diduga ada Pungli dalam PTSL di Desa Kecik Sragen, Kades Membantah

“Tambahan biaya itu untuk jarak 0-15 km itu maksimal Rp350.000/bidang. Sehingga total biayanya Rp500.000/bidang. Bila jaraknya lebih dari 15 km maka tambahan biaya maksimal Rp450.000/bidang. Sehingga total biaya yang dibutuhkan maksimal Rp600.000/bidang. Jadi 15 km lebih 1 cm saja itu kena Rp600.000/bidang,” ujar Sekda sembari berkelakar.

Pengelolaan PTSL, kata Sekda, tidak boleh dilakukan seorang kepala desa. Tetapi harus kelompok masyarakat, karena mereka harus bermusyawarah dalam menentukan biaya tersebut.

Pengaturan biaya itu diatur dalam Pasal 10 Perbup No. 4/2020 yang terdiri atas enam ayat. Berdasarkan Perbup tersebut, pembahan biaya persiapan PTSL itu digunakan untuk kebutuhan tambahan patok batas tanah dan meterai, dan belanja alat tulis kantor. Selain itu untuk biaya makan minum selama pelaksanaan program PTSL, transporasi dari desa ke lokasi objek PTSL dan sebaliknya yang nilainya tidak boleh melebihi standar harga barang dan jasa yang berlaku, dan upah lembur selama pelaksanaan program PTSL.

Baca Juga: Alhamdulillah, Donasi Untuk Vino Tembus Setengah Miliar Rupiah Lebih

Kepala Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Siswanto, mengaku semula progran PTSL di desanya hanya memungut Rp150.000/bidang. Kemudian diubah menjadi Rp350.000/bidang. Dia mengatakan kebijakan biaya di Jetak masih di bawah ketentuan nilai yang tercantum dalam perbup.

“Perbup itu sudah mengatur penggunaan biaya persiapan PTSL tersebut,” katanya.



Berita Terkait
    Promo & Events
    Ekspedisi Ekonomi Digital 2021
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago