top ear
Ketua Pelaksana Satgas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 Ponorogo, Agus Pramono. (Istimewa/Pemkab Ponorogo)
  • SOLOPOS.COM
    Ketua Pelaksana Satgas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 Ponorogo, Agus Pramono. (Istimewa/Pemkab Ponorogo)

Warga Ponorogo Dilarang ke Luar Kota, Apalagi ke Malang dan Surabaya

Pemkab Ponorogo mengimbau warganya untuk tidak keluar kota apalagi Surabaya dan Malang yang positif terjangkit corona.
Diterbitkan Rabu, 25/03/2020 - 12:05 WIB
oleh Solopos.com/Abdul Jalil
2 menit baca

Solopos.com, PONOROGO -- Setelah mendirikan posko siaga Covid-19 di enam wilayah perbatasan, Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, kini mengimbau warganya untuk keluar kota. Apalagi ke daerah yang positif terjangkit virus corona seperti Malang dan Surabaya.

Kebijakan ini dikeluarkan untuk mencegah masuknya virus corona ke Ponorogo.

Imbauan ini dikeluarkan setelah Pemkab membatasi akses masuk masyarakat luar Ponorogo yang akan menuju ke Ponorogo di enam pintu masuknya.

UN 2020 Ditiadakan, Begini Komentar Warganet Madiun

Kebijakan ini dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 445/960/405.03.1/2020 tertanggal 23 Maret 2020 yang ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ponorogo, Agus Pramono, sebagai Ketua Pelaksana Satgas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 Ponorogo. SE ini adalah hasil rapat sejumlah pihak yang tergabung dalam Satgas tersebut dan masukan dari berbagai pihak.

Agus menyampaikan Pemkab Ponorogo mengimbau seluruh masyarakat Ponorogo supaya menunda kepergiannya ke luar kota. Namun, apabila keperluannya sangat penting dan mendesak, maka warga yang akan pergi diimbau melapor ke perangkat desa seperti ketua RT, ketua RW, kepala dusun, atau kepala desa. Laporan itu dilakukan sesudah maupun sebelum bepergian.

"Maksud dari SE ini adalah sebisa mungkin meminimalisasi dampak dari wabah ini. Kita berharap dari seluruh warga untuk tidak pergi ke luar kota lebih dulu apalagi ke daerah yang sudah benar-benar terpapar seperti Magetan, Solo, Surabaya, Malang, dan lainnya. Karena kalau mereka ke sana maka saat kembali mereka akan kita masukkan sebagai ODR (orang dengan risiko) sehingga akan dipantau," kata Agus yang dikutip Madiunpos.com dari siaran pers Pemkab Ponorogo, Selasa (24/3/2020).

Bupati Madiun Akui Dicibir Soal Corona

Saat ini, surat edaran tersebut akan disebarkan ke masyarakat. Pihaknya juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menyebarkan imbauan ini kepada masyarakat.

Editor : Profile Kaled Hasby Ashshidiqy
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja


berita terkait