[ X ] CLOSE

Warga Klaten Ini Sudah 3 Hari Pontang-Panting Cari Oksigen, Hasilnya Zonk!

Seorang warga Kecamatan Wedi, Klaten, Efendi, sudah tiga hari pontang panting cari oksigen namun belum juga membuahkan hasil.
Warga Klaten Ini Sudah 3 Hari Pontang-Panting Cari Oksigen, Hasilnya Zonk!

Solopos.com, KLATEN — Warga Klaten hingga kini kesulitan mendapatkan oksigen untuk kebutuhan medis. Ada yang sampai pontang-panting selama beberapa hari namun tabung tak kunjung bisa terisi. Seperti Efendi, 21, warga Kecamatan Wedi yang tiga hari terakhir berburu oksigen untuk keluarganya.

“Keluarga saya habis kena Covid-19. Sudah dirawat di rumah sakit, ada perkembangan baik dan sudah bisa dibawa pulang. Tetapi di rumah harus ada oksigen juga,” kata Efendi saat ditemui wartawan di salah satu toko alat kesehatan dan isi ulang oksigen di Kelurahan Gayamprit, Klaten Selatan, Senin (12/7/2021).

Efendi mengaku selama tiga hari terakhir mendatangi satu per satu tempat pengisian gas oksigen sembari membawa tabung. Tak hanya di Klaten, Efendi mencoba mencari sampai ke wilayah Jogja dan Solo.

Baca Juga: Ambruk Saat Tanam Padi, Buruh Tani Karangduren Klaten Meninggal Positif Covid-19

Namun, hingga hari ketiga usahanya, warga Klaten itu belum mendapatkan hasil. “Hari ini sudah di lima lokasi tetapi kosong semuanya. Saya juga sudah mencari ke pusatnya langsung. Namun, kebutuhan oksigen diprioritaskan ke rumah sakit,” kata Efendi.

Usahanya mendatangi distributor oksigen juga belum membuahkan hasil. Efendi berharap segera ada solusi kelangkaan oksigen. “Ya mau gimana lagi. Posisinya sulit seperti ini juga. Perkembangan kasus [Covid-19] banyak sekali,” jelasnya.

Berharap Jaminan Ketersediaan Oksigen Dari Pemerintah

Ia berharap semoga dari pemerintah ada jaminan ketersediaan oksigen untuk warga. Jika kondisi seperti ini berlangsung terus-menerus, Efendi khawatir jumlah kasus Covid-19 akan semakin tambah. Rumah sakit mencari juga akan kesulitan.

Baca Juga: Gempar! Tim Sukarelawan di Polanharjo Klaten Kubur Peti Mati Kosong, Kok Bisa?

Salah satu pengelola toko isi ulang oksigen milik warga Kelurahan Gayamprit, Klaten, Agus, mengaku selama sepekan terakhir oksigen di tokonya kosong.

“Untuk isi ulang sekarang langka. Kami tergantung dari distributor. Sementara dari distributor untuk melayani rumah sakit saja belum terpenuhi, otomatis belum bisa memenuhi di tempat isi ulang,” katanya.

Agus mengatakan perusahaan yang memproduksi oksigen sudah bekerja terus menerus selama 24 jam setiap hari. Namun, permintaan kebutuhan oksigen terus meningkat.

Baca Juga: Antrean Pemakaman Jenazah Prosedur Covid-19 Meningkat, Klaten Bikin Posko Aju

Soal permintaan isi ulang oksigen, Agus mengakui ratusan orang setiap harinya berdatangan serta menanyakan melalui pesan singkat. Namun, sepekan terakhir permintaan itu belum bisa dipenuhi menyusul stok oksigen kosong.

Kondisi itu jauh berbeda dibandingkan sebelum ada peningkatan permintaan oksigen dari rumah sakit dan warga seiring peningkatan kasus Covid-19 di Klaten. “Kalau kondisi normal kami mengisi hanya 15 tabung,” katanya.

Stok Tabung Juga Kosong

Selain stok oksigen untuk isi ulang, Agus mengatakan stok tabung oksigen untuk disewakan dan dijual kosong. “Kalau saat ini alat-alat untuk kebutuhan oksigen yang masih ada. Kalau ada yang beli lebih dari satu unit saya tanya secara detail untuk apa dan sebagainya. Karena yang lebih membutuhkan itu banyak,” katanya.

Baca Juga: Kabar Baik, 2.791 Pasien Covid-19 Klaten Sembuh Dalam Sepekan Terakhir

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan pemkab membentuk kelompok kerja (Pokja) menanggapi kelangkaan oksigen di Klaten. “Kami sudah rapatkan saat rapat koordinasi Senin ini. Kami membentuk pokja menyikapi kondisi oksigen yang sulit. Pokja ini nanti dikomandoi Pak Asisten II Setda Klaten dan berkoordinasi dengan OPD terkait termasuk rumah sakit. Harapan kami dengan Pokja ini kelangkaan segera bisa teratasi,” katanya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, Ronny Roekmito, mengatakan Pokja oksigen bakal mengawal ketersediaan oksigen baik untuk rumah sakit maupun warga umum.

“Pokja oksigen hari ini langsung segera melakukan tindak lanjut koordinasi bagaimana caranya agar oksigen di Klaten bisa terpenuhi. Tentu pokja ini nanti akan menginventarisasi di mana distributornya serta berkoordinasi dengan Pokja di tingkat provinsi,” jelasnya.

Promo & Events
Berita Terkait
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago