top ear
Polisi Jember membawa Tumn, 50, korban pembacokan ke rumah sakit. (detik.com)
  • SOLOPOS.COM
    Polisi Jember membawa Tumn, 50, korban pembacokan ke rumah sakit. (detik.com)

Warga Jember Umumkan Bunuh Tetangga Seusai Kumandangkan Azan Subuh

Warga Jember, Iwan, mengumumkan telah membunuh tetangganya seusai azan Subuh lewat pengeras suara masjid.
Diterbitkan Kamis, 10/10/2019 - 19:05 WIB
oleh Solopos.com/Newswire
2 menit baca

Solopos.com, JEMBER -- Iwan, 30, warga Dusun Krajan, Desa Jambearum, Kecamatan Puger, Jember, nekat mengumumkan dirinya yang membunuh tetangganya, Tumin, 55, lewat pengeras suara di masjid di dusun tersebut. Pengumuman itu dilakukannya seusai mengumandangkan azan Subuh, Rabu (9/10/2019).

Seperti dikutip dari suara.com, motif pembunuhan itu karena pelaku marah tidak diberi uang untuk membeli minuman keras oleh korban. Seperti diketahui, Iwan membacok Tumin saat bertugas sebagai penjaga SPBU Jambearum, Rabu dini hari. Lokasi SPBU itu tak jauh dari rumah korban dan pelaku.

Tumin menderita lima luka bacokan beberapa di antaranya di kepala. Dengan luka-luka itu, Tumin tewas di lokasi.

Setelah Iwan membunuh Tumin, dia bergegas pergi ke masjid dekat rumahnya dan mengumandangkan azan Subuh. Setelah itu, Iwan melakukan salawatan sebelum salat berjamaah dimulai.

“Tiba-tiba dia mengumumkan baru saja membunuh Pak Tumin. Dia bilang, 'saya lah yang membunuh Pak Tumin’. Terus dia juga minta maaf kepada seluruh warga," tutur tetangga depan rumah korban yang mendengar pengumuman nyeleneh pelaku melalui pengeras masjid, Elis Suprihatin, seperti diberitakan Jatimnet.com,Kamis (10/10/2019).

Bahkan, setelah itu Elis masih mendengar keanehan pelaku yang mendoakan agar dosa-dosa korban diampuni Allah SWT.

“Terus dia nabuh bedug masjid, seperti orang tidak waras. Teriak-teriak, saya tidak mendengar jelas, aneh,” tutur Elis.

Belum sempat ditangkap warga, Iwan langsung menuju Mapolsek Puger untuk menyerahkan diri. Polisi jaga yang menerima laporan langsung menangkap pelaku.

Kapolsek Puger AKP, Ribut Sugiarto, mengatakan pihaknya masih terus mendalami pembunuhan tersebut untuk mengetahui motif pelaku.

“Informasi yang kami terima pelaku sakit hati karena korban tidak memberinya uang untuk membeli miras. Aksi itu kerap dilakukan pelaku,” kata Kapolsek.

Dia mengatakan selain kerap meminum miras, pelaku diduga juga sering mengonsumsi pil koplo. Hal tersebut yang kemudian menyebabkan adanya perubahan perilaku Iwan kepada korban maupun orang lain.

Meski menemukan keanehan tersebut, polisi belum bisa menyimpulkan untuk membawa pelaku agar diperiksa psikolog.

“Saat ini belum kami simpulkan ke sana,” kata Ribut.


Editor : Profile Kaled Hasby Ashshidiqy
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya