Warga Eromoko Wonogiri yang Diduga Keracunan Takjil Tambah 19 Orang
Solopos.com|soloraya

Warga Eromoko Wonogiri yang Diduga Keracunan Takjil Tambah 19 Orang

Jumlah warga yang diduga keracunan takjil di Kecamatan Eromoko, Wonogiri, bertambah 19 orang.

Solopos.com, WONOOGIRI – Jumlah warga Dusun Kendal, Desa Basuhan, Kecamatan Eromoko, Wonogiri yang diduga mengalami keracunan takjil saat berbuka puasa, Selasa (13/4/2021), bertambah belasan orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri Adhi Dharma, mengatakan jumlah warga yang diduga keracunan makanan takjil yang dibagikan di Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) setempat bertambah 19 orang.

"Laporan awalnya 35 orang, saat ini total menjadi 54 orang. Bisa meluas dimungkinkan makanan takjil itu dibawa pulang dan anggota keluarganya juga ikut makan," kata dia kepada wartawan, Senin (19/4/2021).

Baca juga: Puluhan Warga Eromoko Wonogiri Mendadak Demam dan Sakit Perut Sehabis Makan Takjil, Keracunan?

Menurut Adhi, keluhan yang dialami puluhan orang yang diduga keracunan takjil sama yakni mual, demam dan muntaber. Akibatnya, sebanyak 19 orang harus menjalani perawatan di beberapa fasilitas kesehatan (faskes).

Dari jumlah orang yang dirawat, lanjut Adhi, lima diantaranya sudah dibawa pulang ke rumah masing-masing. Selebihnya menjalani rawat jalan di rumah. Kondisi saat ini sehat dan sudah diperiksa di balai desa.

"Kami masih menunggu uji laboratorium terhadap sampel makanan berupa tahu kering dan air yang sudah diambil oleh petugas. Kami juga melakukan pengecekan laboratorium apakah warga yang diduga keracunan ini sebenarnya terkena tipes atau tidak. Hasil laboratorium menunjukan mereka tidak menderita tipes," kata Adhi.

Baca juga: Sengsu: Proses Seekor Anjing Jadi Olahan Kuliner di Kota Solo

Camat Eromoko Danang Erawanto, membenarkan adanya penambahan jumlah warga yang diduga keracunan makanan. Selain itu beberapa peserta TPA yang mendapatkan makanan takjil membawa pulang ke rumah.

"Ada yang bawa pulang takjil dua bungkus. Simbahnya anak itu ikut makan kemudian sakit," kata dia saat dihubungi, Senin.

Baca juga: Warga Dengar Bunyi Klakson Panjang Saat 2 Truk Molen Tabrakan di Ngargoyoso

Setelah ditemukan kasus itu, kata dia, TPA di wilayah setempat ditutup sementara. Hingga kini kegiatan TPA dan pembagian takjil masih belum digelar kembali.

"Ini beberapa warga yang diduga keracunan dan menjalani perawatan di faskes sudah pulan. Belasan warga lain yang masih dirawat kondisinya sudah membaik dan diprediksi bakal segera diperbolehkan pulang," kata Danang.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler

Espos Premium
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago