top ear
Tutup Iklan
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memediasi petani tambak Mangkang Kulon dengan calon investor pembeli lahan di Kota Semarang, Kamis (7/11/2019). (Antara-I.C. Senjaya)
  • SOLOPOS.COM
    Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memediasi petani tambak Mangkang Kulon dengan calon investor pembeli lahan di Kota Semarang, Kamis (7/11/2019). (Antara-I.C. Senjaya)

Wali Kota Tangani Sendiri Mediasi Petani Tambak Mangkang Kulon dan Investor

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memediasi sendari sengketa pertanahan antara petani tambak Mangkang Kulon dengan calon investor pembeli lahan di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (7/11/2019).
Diterbitkan Jumat, 8/11/2019 - 23:40 WIB
oleh Solopos.com/Newswire
2 menit baca

Solopos.com, SEMARANG — Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi turun tangan sendiri dalam menyelesaikan permasalahan jual beli lahan milik 25 petani tambak Mangkang Kulon, Kota Semarang, Jawa Tengah yang tidak kunjung dilunasi pembayarannya oleh pembelinya.

Wali Kota Hendrar Prihadi mempertemukan perwakilan petani Mangkang Kulon dengan pembeli lahan yang berasal dari PT Mitra Makmur Propertindo di Balai Kota Semarang, Kamis (7/11/2019). Dalam pertemuan itu, wali kota meminta pihak investor menyelesaikan kewajibannya yang belum tuntas.

Pembeli lahan para petani tersebut, kata dia, harus membayar sesuai dengan kesepakatan awal saat akad perjanjian jual beli. Menurut dia, penyelesaian pembelian lahan ini sangat berkaitan dengan pemberian izin kepada pihak perusahaan nantinya.

Sementara itu, salah seorang perwakilan petani Mangkang Kulon, Muchlisin, seusai pertemuan meminta keputusan wali kota tersebut benar-benar direalisasikan. "Inti permasalahan sebenarnya kan pembeli itu ingin harganya turun," katanya.

Hasil pertemuan yang diinisasi oleh wali kota ini, lanjut dia, memberikan titik cerah harapan bagi para petani. Menurut dia, investor yang membeli lahan petani ini harus melunasi pembelian sesuai dengan harga awal yang disepakati.

"Sejak awal kesepakatannya membeli lahan tambak," katanya.

Para petani ini sudah memperoleh pembayaran uang muka, lanjut dia, namun tidak pernah menerima pelunasan sesuai batas waktu yang disepakati. Berkaitan dengan persoalan hukum yang sudah berjalan di pengadilan, menurut dia, gugatan perdata yang diajukan bisa saja dicabut jika kewajiban pihak pembeli lahan sudah diselesaikan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Editor : Profile Rahmat Wibisono
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkini