Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Walah..! Ratusan Kendaraan Dinas Milik Desa di Tangerang Menunggak Pajak

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Samsat Balaraja, Ali Hanafiah, melaporkan sekitar 400 kendaraan dinas milik pemerintah desa di Kabupaten Tangerang, Banten, belum membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) selama satu sampai dua tahun.
SHARE
Walah..! Ratusan Kendaraan Dinas Milik Desa di Tangerang Menunggak Pajak
SOLOPOS.COM - Ilustrasi kendaraan dinas (JIBI/Harian Jogja/Antara)

Solopos.com, JAKARTA – Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Samsat Balaraja, Ali Hanafiah, melaporkan sekitar 400 kendaraan dinas milik pemerintah desa di Kabupaten Tangerang, Banten, belum membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) selama satu sampai dua tahun.

“Dari sekitar 1.600 kendaraan dinas. Yang belum membayar pajak sekitar 400 unit, kebanyakan kendaraan milik desa. Mungkin karena kendaraannya sudah tua atau tidak terpakai lagi,” kata Ali di Tangerang, seperti dilansir Antara, Jumat (9/12/2022).

PromosiMesin Baru di Mitsubishi L300 Euro 4: Lebih Bertenaga, Hemat Bahan Bakar

Ia menyampaikan, dari data yang telah dilaporkan kendaraan dinas baik roda empat maupun roda dua di lingkup pemerintah Kabupaten Tangerang ada sekitar 1.600 unit. Namun, dari jumlah tersebut 400 unitnya diketahui belum dilakukan pembayaran pajak.

Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak

Menurut dia, dari ratusan kendaraan yang menunggak pajak itu dengan nilai sebesar Rp500 juta. “Jika dinilai jumlah tunggakan kendaraan dinas itu sebesar Rp500 Juta,” katanya.

Ia menyampaikan, jika ada kendaraan milik pemerintah yang kondisinya sudah tidak layak pakai atau telah di lelang. Maka seharusnya aparat pemerintahan bisa menginformasikan terlebih dahulu ke Samsat sehingga nantinya bisa dilakukan penghapusan catatan potensi pendapatan dari kendaraan.

Baca Juga: Batik Slobog dan Makna Motif Batik pada Keluarga Raja-Raja Jawa

“Baiknya memang disinformasi kepada kami. Jadi kamu juga tidak memasukkan semua kendaraan sebagai potensi pendapatan. Ketika diinformasikan, nanti kan akan kita hapus data kendaraan tersebut dari sumber potensi pendapatan,” ujarnya.

Ia mengatakan, sebagai upaya memberikan kesadaran dan mengingatkan pembayaran pajak, pihaknya sudah mengirimkan surat pemberitahuan mengenai pajak kendaraan tersebut kepada kantor-kantor desa bersangkutan serta melakukan razia kendaraan kerja sama dengan pihak kepolisian. “Kita tentunya sudah berkirim surat ke setiap kantor desa yang memiliki kendaraan belum dilakukan pembayaran pajak itu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk total keseluruhan pendapatan pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Tangerang saat ini telah mencapai 98,93 persen dari target Rp354 Miliar dan per tanggal (6/12) sudah mencapai Rp350 Miliar. “Kalau melihat tren hari ini, insya Allah sampai akhir tahun target 110 persen itu tercapai, ” ucap dia.

Baca Juga: Terekam CCTV, Siswa SMK di Semarang Serang Sekolah Lain dengan Sajam



Info Digital Tekno
Indeks
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Info Perbankan
Indeks
Interaktif Solopos
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Emagz Solopos
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Interaktif Solopos
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Solopos Stories
      Part of Solopos.com
      ISSN BRIN
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode