Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar Langgar Kode Etik, Dihukum Potong Gaji 40% Tapi Tunjangan Ratusan Juta Utuh

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dinyatakan melakukan pelanggaran kode etik berat hanya dihukum potong gaji 40% setahun, tetapi tunjangan ratusan juta tetap utuh.
SHARE
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar Langgar Kode Etik, Dihukum Potong Gaji 40% Tapi Tunjangan Ratusan Juta Utuh
SOLOPOS.COM - Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar. (Antara)

Solopos.com, JAKARTA – Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dinyatakan melakukan pelanggaran kode etik berat terkait kasus Wali Kota Tanjung Balai M Syahrial. Meski demikian, kasus ini tidak dilanjutkan ke jalur pidana.

Dalam kasus ini Lili dinilai melakukan kepentingan pribadi dan berhubungan langsung dengan pihak beperkara. Adapun sanksi yang dijatuhkan kepada Lili adalah pemotongan gaji pokok sebesar 40% selama 12 bulan.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Perihal sanksi itu diatur dalam Peraturan Dewan Pengawas KPK Nomor 02 Tahun 2020. Perihal sanksi berat itu diatur pada Pasal 10 ayat 4. Berikut bunyinya:

Pasal 10

(4) Sanksi Berat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c bagi Dewan Pengawas dan Pimpinan, terdiri atas: pemotongan gaji pokok sebesar 40% (empat puluh persen) selama 12 (dua belas) bulan;

Baca juga: Cerita Warga Soloraya Berburu Vaksin Covid-19 Sampai ke Kulon Progo

Sanksi yang diberikan kepada Lili Pintauli Siregar itu disayangkan sejumlah pihak, termasuk Mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Hal itu disampaikan melalui akun Twitter. Febri telah mengizinkan detikcom untuk mengutip cuitannya itu.

“Pimpinan KPK terbukti melanggar etik: menyalahgunakan pengaruh untuk kepentingan pribadi dan berhubungan langsung dengan pihak yang perkaranya ditangani KPK. Tapi hanya dihukum potong gaji Rp 1,85 juta/bulan (40% gaji pokok) dari total penerimaan lebih dari Rp 80juta/bulan. Menyedihkan,” tulis Febri di akun Twitter @febridiansyah itu.

Gaji Pimpinan KPK

Berdasarkan penelusuran Detik.com dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 29 Tahun 2006 tentang Hak Keuangan, Kedudukan Protokol, dan Perlindungan Keamanan Pimpinan KPK, gaji pokok Ketua KPK sebesar Rp 5.040.000 dan Wakil Ketua KPK sebesar Rp 4.620.000.

Selain gaji pokok, Pimpinan KPK mendapatkan sejumlah tunjangan, seperti tunjangan jabatan, tunjangan kehormatan, tunjangan perumahan, tunjangan transportasi, tunjangan asuransi kesehatan dan jiwa, hingga tunjangan hari tua.

Bila dijumlahkan, Ketua KPK yang saat ini dijabat Firli Bahuri mendapatkan Rp123.938.500. Sementara itu, wakilnya, yaitu Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nurul Ghufron, dan Nawawi Pomolango menerima Rp112.591.250.

Baca juga: Baru! Mural “Tuhan Kami Lapar” Mejeng di Flyover Janti Jogja

Dengan angka tersebut, potongan gaji 40% untuk Lili dihitung hanya gaji pokoknya yaitu 40% dari Rp4.620.000 atau sebesar Rp1.848.000. Sedangkan tunjangan yang diterima Lili senilai Rp112.591.250 per bulan masih utuh.

Sementara itu Lili Pintauli Siregar menerangkan dirinya menerima keputusan Dewan Pengawas KPK. Dia tidak akan menempuh upaya lain terkait perkara tersebut. “Ya, terima. Tidak ada upaya-upaya lain, terima kasih,” kata Lili.

Kasus Lili Pintauli Siregar

Sebagai informasi, Lili dinyatakan melanggar etik karena berhubungan secara langsung dengan M Syahrial. Anggota Dewas KPK, Albertina Ho, menjelaskan pada Februari-Maret 2020, Lili dan M Syahrial, berkenalan di pesawat dalam perjalanan Kualanamu-Jakarta.

Saat itu, Syahrial berkenalan dengan Lili padahal sudah berstatus terperiksa dalam kasus dugaan korupsi di Pemko Tanjung Balai.

“Setelah mendarat mereka lakukan swafoto,” kata Albertina Ho, dalam sidang etik yang disiarkan virtual, Senin (30/8/2021).

Baca juga: Viral Lukisan Wajah Jokowi Mirip Pak Harto, Pelukisnya Ternyata dari Salatiga Hlo

Albertina menyebut komunikasi intens terus dilakukan keduanya semenjak Lili memberikan nomor ponsel kepada Syahrial yang awalnya terkait dengan pembayaran uang jasa pengabdian Direktur PDAM Tirta Kualo, Ruri Prihartini Lubis.

Singkatnya, Lili berkomunikasi dengan Syahrial terkait dugaan korupsi jual beli jabatan di Pemkot Tanjung Balai. Lili Pintauli disebut menemukan ada nama Syahrial dalam berkas dan menerima uang Rp200 juta.



Kata Kunci : Korupsi KPK Pimpinan KPK
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago