top ear
Ilustrasi wujud virus corona. (Reuters)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi wujud virus corona. (Reuters)

Wajib Baca! Seluk-Beluk Virus Corona Penyebab Covid-19 Si Pandemi Dunia

Inilah segala informasi yang wajib Anda ketahui tentang virus corona penyebab penyakit Covid-19 yang menginfeksi dunia.
Diterbitkan Rabu, 18/03/2020 - 11:50 WIB
oleh Solopos.com/Chelin Indra Sushmita
6 menit baca

Solopos.com, SOLO – Virus corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit bernama Covid-19 telah menjadi pandemi yang wajib diwaspadai. Virus ini telah menginfeksi lebih dari 180.000 orang di berbagai negara.

Berdasarkan data terakhir pada Selasa (17/3/2020), virus corona telah menginfeksi 162 negara dengan pasien positif mencapai 185.386. Sekitar 7.332 pasien meninggal dunia. Sementara 79.930 orang dinyatakan sembuh.

Pasien Positif Corona di RS Moewardi Solo Bertambah 

Sampai saat ini, Italia menjadi negara di luar China yang menyumbang korban terbanyak infeksi virus corona. Sampai Selasa siang tercatat ada 24.747 kasus corona di Italia dengan korban meninggal 2.158.

Sebenarnya bagaimana perjalanan virus corona penyebab Covid-19 yang berasal dari Wuhan, China, hingga menyebar ker berbagai negara termasuk Indonesia?

Definisi Virus

Frilasita Aisyah Yudhaputri, Koordinator Emerging Virus Research Unit, Eijkman Laboratory, Jakarta, mengatakan, penyakit Covid-19 disebabkan infeksi virus. Perlu diketahui, virus adalah mikroorganisme yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

“Virus ini bagian mikroorganisme yang bersifat parasit dan hanya bisa hidup di sel inang untuk berkembang biak. Kunci kesuksesan virus itu strukturnya simpel, hidupnya simpel. Dia hanya terdiri dari sedikit material genetik, RNA atau DNA. Tidak bisa keduanya,” terang Frilasita Aisyah Putri dalam diskusi online Pelatihan Meliput Covid-19 bersama AJI Indonesia yang diikuti Solopos.com, Selasa (17/3/2020).

Tambah Lagi! 1 Pasien Positif Corona Jateng Meninggal Dunia 

Virus adalah makhluk yang hanya bisa hidup di sel inang sebagai parasit. Jadi, virus sangat berbeda dengan bakteri yang bisa hidup sendiri. Ukuran virus jauh lebih kecil dari bakteri yang bisa dilihat dengan mikroskop cahaya. Sementara virus hanya bisa dilihat bentuknya dengan bantuan mikroskop elektron.

“Virus itu makhluk antara hidup dan mati. Virus tidak punya sel, jadi butuh sel inang untuk hidup Kalau bakteri sifatnya uniselular, bisa bereproduksi sendiri,” sambung wanita yang akrab disapa Sisi.

3 Pasien Positif Corona Solo Ternyata Klaster Seminar Bogor 

Virus hanya akan menempel pada reseptor sel yang cocok. Virus kemudian menempel pada sel tersebut, masuk ke dalamnya hingga mengambil alih kemampuan inang untuk mereplikasi (berkembang biak). Hal itu akan terus dilakukan sampai akhirnya sel inang yang ditempeli pecah.

“Virus akan terus mereplikasi sampai akhirnya sel yang terinfeksi mengirim sinyal ke tubuh. Saat itulah muncul gejala-gejala penyakit yang dirasakan pemilik tubuh terinfeksi sel,” imbuh Sisi.

wujud virus corona berkembang biak covid-19
Penampakan virus corona berkembang biak dan muncul dari permukaan sel manusia. (Suara.com/NIAID-RML)

Virus Corona

Coronavirus adalah keluarga virus yang luas. Tetapi hanya enam virus yang sebelumnya diketahui manusia. Jadi, SARS-CoV-2 merupakan jenis virus corona ketujuh yang menginfeksi tubuh manusia.

Virus corona menimbulkan gejala penyakit yang bervariasi. Mulai hampir tidak ada gejala apapun sampai gejala fatal dan cepat.

Virus corona SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19 menimbulkan gejala demam, batuk, sesak napas, pneumonia, gangguan fungsi hati dan ginjal, hingga gagal ginjal. Virus ini biasanya menyerang saluran pernapasan dan pencernaan.

Sehingga orang yang terinfeksi virus corona akan mengalami demam, batuk kering, kelelahan, radang tenggorokan, diare, hingga sesak napas parah dalam kondisi akut. Virus corona penyebab penyakit menular ini menyebar begitu cepat.

Taman Wonderia Semarang Kata Gadis Indigo Tak Pernah Sepi

Sekitar 80% orang yang pernah berkontak langsung dengan penderita Covid-19 akan mengalami gejala batuk kering dan demam. Meski penularannya cepat, tingkat kematian wabah penyakit akibat virus corona cenderung rendah.

“Virus bersifat self limiting, artinya jika sudah tidak terdeteksi dalam tubuh, maka keadaan pasien membaik. Sederhanya, tubuh dapat sembuh tanpa ada external treatment. Jadi dalam hal ini tubuhlah yang berperan aktif melawan virus,” terang Frilasita Aisyah Yudhaputri.

Walaupun sudah sembuh, orang yang sempat positif terpapar virus corona bisa tertular kembali dalam kondisi tertentu. “Misalnya antibodi terbentuk saat infeksi pertama. Namun tidak cukup banyak untuk melawan infeksi kedua,” imbuh Sisi.

Bayi Sragen Digigit Kutu Kucing Disarankan Amputasi

Paparan virus corona penyebab penyakit Covid-19 ini bisa juga tidak menimbulkan gejala di dalam tubuh. Hal ini bergantung pada sistem imunitas tubuh setiap orang yang berbeda-beda.

“Bergantung pada jumlah paparan virus yang sedikit atau juga sistem imun yang berhasil mengalahkan sebelum jumlahnya menjadi sangat banyak dan pada akhirnya mengirim sinyal full force untuk seluruh pasukan sistem imun yang berakhir pada timbul gejala,” jelas Sisi.

Penularan Virus SARS-CoV-2

Lantas, bagaimana cara virus corona masuk ke tubuh manusia? Virus corona SARS-CoV-2 menyebar melalui droplet atau cairan yang keluar setiap kali orang bersin dan batuk.

Cairan mengandung virus itu bisa menginfeksi orang lain dengan imunitas rendah yang membuatnya terjangkit Covid-19.

Dikutip dari situs WHO, Rabu (18/3/2020), virus corona sebenarnya tidak langsung masuk ke tubuh orang lain. Cairan droplet dari penderita bisa saja terlempar dan menempel di benda dengan radius 1,5-1,8 meter. Jika menempel di benda mati, virus itu diduga sanggup bertahan hingga dua hari.

Peneliti Sebut Golongan Darah O Lebih Kebal Virus Corona 

Jika benda terpapar virus itu tak sengaja disentuh, lalu tangan itu menyentuh mata, hidung, dan mulut, di saat itulah virus mulai menginfeksi tubuh.

Viirus ini bergerak cepat ke saluran hidung dan membran mukosa di belakang tenggorokan. Jumlah virus yang mereplikasi dengan cepat membuat sel tubuh tidak berfungsi normal.

Itulah sebabnya pasien sering mengalami sesak napas, sakit tenggorokan, hingga batuk. Dalam kondisi kronis, virus bisa menjalar ke semua organ vital tubuh yang menyebabkan kerusakan fungsi.

Meski demikian, sebenarnya tidak semua virus menginfeksi tubuh manusia dan menyebabkan penyakit. Tapi khusus virus corona penyebab SARS, MERS, dan Covid-19 sudah jelas menginfeksi tubuh manusia.

4 Jenis Penularan Virus

Virus corona yang muncul kali pertama di Wuhan, China, itu menular lewat empat cara. Pertama yakni under investigation yakni lokasi dan jenis penularan belum dapat ditentukan seperti saat kali pertama muncul di Wuhan.

Kedua  yakni imported case. Artinya, lokasi sumber infeksi virus corona berada di negara lain atau daerah tempat orang terinfeksi corona terdeteksi.

Dalam konteks Indonesia, peenderita Covid-19 tertular saat berada di luar negeri. Kemudian diketahui sakit setelah masuk ke Indonesia. Imported case terjadi setelah pasien melakukan perjalanan ke luar negeri.

"Kasus ini terjadi pada beberapa pasien terjangkit corona di Indonesia," terang Nurul Nadia seorang konsultan kesehatan yang menjadi narasumber di diskusi yang sama.

Surat Edaran Bupati Boyolali Terkait Corona: Tak Ada Libur Sekolah

Ketiga yakni local transmission atau transmisi lokal. Hal ini berarti lokasi sumber infeksi berada di sekitar orang yang positif terjangkit penyakit corona.

Kasus ini mungkin saja terjadi di Kota Solo. Pasien positif corona klaster local transmission ini berarti tertular saat berada di Indonesia. Pasien juga dipastikan tidak punya riwayat perjalanan ke luar negeri dengan penularan virus corona tinggi.

Kasus penularan corona terakhir bisa terjadi akibat community transmission. Hal ini terjadi saat jumlah kasus meningkat dan rantai penularan tidak bisa diidentifikasi lagi.

Belum Ada Obatnya

Perlu diingat, belum ada vaksin yang bisa mengatasi virus corona penyebab Covid-19. Selain itu, virus tidak bisa diatasi dengan antibiotik. Virus sangat sulit dibunuh. Tetapi virus akan melemah jika sistem imunitas tubuh sel inang kuat.

Oleh sebab itu, sudah saatnya masyarakat menyadari begitu cepatnya penyebaran virus corona, termasuk di Indonesia. Penularan virus corona bisa dicegah dengan memutus mata rantainya.

Mantan Anggota Girl Grup Ungkap Sisi Kelam Idol K-Pop

Yakni dengan cara menjaga kebugaran tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat dan menjalankan pembatasan sosial atau social distancing. Perlu dipahami, social distancing adalah upaya menjauhi kerrumunan dan menjaga jarak dengan orang lain untuk mencegah atau memperlambat penyebaran virus.

 


Editor : Profile Chelin Indra Sushmita
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini