;

Wah! TPA Sampah Putri Cempo Solo Disiapkan Jadi Tempat Wisata Edukasi

Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Sampah Putri Cempo di Mojosongo, Solo, diproyeksikan menjadi tempat wisata edukasi.
SHARE
Wah! TPA Sampah Putri Cempo Solo Disiapkan Jadi Tempat Wisata Edukasi
SOLOPOS.COM - Suasana di TPA Putri Cempo, Mojosongo, Solo, Selasa (10/5/2022). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo berencana menjadikan TPA Putri Cempo di Mojosongo sebagai tempat wisata edukasi mengenai pengelolaan sampah.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kota Solo, Arthaty Mulatsih, mengatakan ke depannya TPA Putri Cempo akan dijadikan destinasi wisata untuk warga Kota Solo.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

“Ke depan, setelah tumpukan sampah habis, kami merencanakan tempat tersebut sebagai tempat wisata edukasi pengelolaan sampah, wisata olahraga, trek jogging, bersepeda, dan wisata budaya di petilasan Putri Cempo,” ujar Arthaty.

Arthaty menambahkan DLH sudah menyusun masterplan untuk pengembangan wisata edukasi mengenai pengelolaan sampah di TPA Putri Cempo Solo itu. Saat ini, TPA Putri Cempo masih fokus pada persiapan operasional PLTSa dan rencana impor sampah dari luar Kota Solo.

Rencana impor sampah itu karena diperkirakan pasokan sampah dari Solo saja tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan PLTSa. Sedangkan stok gunungan sampah d TPA Putri Cempo diperkirakan bakal habis dalam lima tahun ke depan.

Baca Juga: TPA Putri Cempo Solo Bakal Impor Sampah, Dari Mana?

Arthaty menyebut pengelolaan PLTSa Putri Cempo membutuhkan 545 ton sampah per hari. Jumlah sampah yang masuk ke TPA saat ini rata-rata 300 ton per hari. Kekurangan 245 ton per hari akan diambil dari sampah lama yang menumpuk di TPA.

Namun, sampah lama ini diperkirakan habis dalam waktu lima tahun sehingga Solo perlu bekerja sama dengan daerah sekitar. “Ini akan menjadi simbiosis mutualisme. Sampah di sekitar Solo dapat dikirim ke TPA sehingga bisa mengurangi permasalahan sampah secara regional,” ungkapnya.

Senada dengan Arthaty, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Solo, Gatot Sutanto, juga menyebut kebutuhan sampah untuk pengelolaan PLTSa menjadi alasan TPA Putri Cempo impor sampah.

Baca Juga: DLH Selektif Terkait Kerjasama Pembuangan Sampah di TPA Putri Cempo



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago