[x] close
Wah, Inden Pendaftaran Perceraian dll di PA Klaten Sampai Juli 2021
Solopos.com|soloraya

Wah, Inden Pendaftaran Perceraian dll di PA Klaten Sampai Juli 2021

Pembatasan pendaftaran berlaku untuk seluruh perkara dan dalam sehari, PA Klaten membatasi maksimal 20 pendaftaran perkara.

Solopos.com, KLATEN -- Pengadilan Agama atau PA Klaten menerapkan pembatasan pendaftaran perkara setiap harinya sejak ada pandemi Covid-19. Pembatasan diberlakukan untuk penerapan protokol kesehatan serta mencegah terjadi kerumunan.

Panitera PA Klaten, Aziz Nur Eva, mengatakan pembatasan pendaftaran itu berlaku untuk seluruh perkara. Dalam sehari, PA Klaten membatasi maksimal 20 pendaftaran perkara.

Sementara, pelayanan pendaftaran perkara secara tatap muka dibuka saban Senin-Kamis pada jam kerja pukul 08.00 WIB-16.30 WIB. "Pembatasan ini sudah kami terapkan sejak awal pandemi Covid-19," kata Aziz saat ditemui Solopos.com, Jumat (9/4/2021).

Baca juga: 642 Permohonan Cerai Masuk Ke Pengadilan Agama Klaten, Mayoritas Diajukan Istri

Perkara yang ditangani PA Klaten beragam seperti izin poligami, penguasaan anak, dispensasi kawin, perwalian, hingga perceraian. Namun, pendaftaran perkara di PA Klaten selama ini didominasi kasus perceraian.

Aziz mengakui daftar tunggu untuk pendaftaran itu kini kian panjang. Pasalnya, pelayanan PA Klaten pada Maret lalu sempat dihentikan sementara menyusul ada 10 pegawai yang terkonfirmasi positif Covid-19. Persidangan sempat ditutup selama dua pekan.

Sementara, pelayanan pendaftaran perkara baru di PA Klaten tertunda selama hampir sebulan dan kembali bergulir kembali mulai 1 April 2021. “Untuk saat ini inden pendaftaran itu sampai Juli 2021 nanti,” kata Aziz.

Baca juga: 2 Hari Jelang Ramadan, Harga Telur di Klaten Naik Jadi Rp25.000 per Kg

Namun, Aziz mengatakan ada beberapa pelayanan pendaftaran bisa diprioritaskan. Dia mencontohkan seperti pelayanan dispensasi kawin. Pasalnya, rata-rata permohonan dispensansi kawin dilakukan dengan kondisi perempuan sudah hamil duluan.

"Kalau tidak segera dilayani, anak yang di dalam kandungan keburu lahir. Kasihan anak tersebut karena rentetannya panjang menyangkut status anak juga," kata dia.

Aziz menuturkan protokol kesehatan yang diterapkan di PA Klaten tak hanya pada pembatasan jumlah pendaftaran. Protokol lain juga diterapkan seperti mewajibkan pengunjung dan pegawai mengenakan masker dan mencuci tangan mereka di air yang mengalir. Penyemprotan disinfektan juga rutin dilakukan ke seluruh ruangan PA Klaten.

Baca juga: Meledak, Sehari 83 Orang di Klaten Terpapar Virus Corona

“Pada ruang pendaftaran juga kami batasi yang masuk. Mereka yang berkepentingan saja yang boleh masuk. Sementara lainnya tetap berada di luar pada lokasi yang sudah kami sediakan. Semua tetap kami terapkan protokol harus berjarak. Seluruh protokol ketat itu sudah kami terapkan sejak awal [ada pandemi Covid-19],” kata Aziz.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler

Espos Premium
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago