Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Waduh! Wikipedia Sebut Persis Solo Bukan Klub Bola, Tapi Wota

Laman Wikipedia menyebut Persis Solo bukan klub sepak bola, melainkan kelompok pendukung (fans) idol group JKT 48 alias Wota.
SHARE
Waduh! Wikipedia Sebut Persis Solo Bukan Klub Bola, Tapi Wota
SOLOPOS.COM - Capture Persis Solo disebut fans JKT 48 di Wikipedia. (Wikipedia)

Solopos.com, SOLO — Kabar menarik datang dari klub sepak bola Persis Solo. Profilnya di laman ensiklopedia digital, Wikipedia, disebut bukan sebagai klub sepak bola, melainkan fans idol group JKT 48 yang biasa dikenal dengan nama Wota.

“Persatuan Sepak Bola Indonesia Surakarta (Persis) adalah salah satu kelompok pendukung JKT48 asal Kota Surakarta/KotaSolondon,” demikian keterangan yang tertulis di laman Wikipedia sebagaimana dikutip Solopos.com, Rabu (29/6/2022).

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Sampai berita ini diturunkan, tidak diketahui dengan jelas siapa yang menulis profil tersebut. Sebagai informasi, Wikipedia adalah ensiklopedia digital yang dapat diakses bahkan disunting oleh siapa saja.

Artikel-artikel di Wikipedia merupakan hasil kolaborasi oleh para penyunting dari seluruh dunia. Situs ini merupakan situs wiki, yang berarti siapa pun dapat menyunting artikel, memperbaiki dan menambahkan informasi, hanya dengan mengklik pranala sunting yang berada di atas setiap halaman.

Profil Persis Solo

Sementara itu dikutip dari laman resmi Persis Solo, klub sepak bola kebanggaan warga Kota Bengawan ini dibentuk pada 8 November 1923 oleh Sastrosaksono dari Klub Mars dan Raden Ngabehi Reksohadiprojo serta Sutaran dari klub Romeo.

Mereka menginisiasi pembentukan Vorstenlandsche Voetbal Bond (VVB) sebagai cikal bakal klub sepak bola kebanggaan warga Solo.

Baca juga: Kritik Persis Solo, Pagar Hijau Manahan: Performa Turun, Harus Berbenah

Nama PERSIS diresmikan oleh klub melalui musyawarah internal dan mulai digunakan secara resmi pada 12 Mei 1933. Kata “sepak raga” dalam kepanjangan nama PERSIS kemudian berubah menjadi sepak bola.

Sepanjang sejarah, kekuatan Laskar Sambernyawa telah menggondol tujuh kali gelar juara perserikatan PSSI sepanjang 1930-1940-an. Tepatnya pada laga yang digelar tahun 1935, 1936, 1939, 1940, 1941, 1942, dan 1943.

Setelah sekian lama meredup, Persis Solo kembali menyabet gelar juara Divisi II pada 3 Juni 1994.

Baca juga: Persis Solo Tak Pernah Menang di Piala Presiden 2022, Suporter Kecewa

Selanjutnya, Persis Solo menjadi menjadi runner up Liga Divisi I dan berhasil masuk ke liga kasta tertinggi Indonesia, Divisi Utama 2007.

Prestasi membanggakan yang terakhir dicapai Persis Solo adalah mendapat tiket promosi sebagai juara Liga 2 2021/2022. Di partai final, Laskar Sambernyawa berhasil mengalahkan Rans Cilegon FC untuk membawa trofi Liga 2 ke Kota Solo.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode