Waduh! Vaksin Pfizer Tak Mempan Lawan Varian Corona Afrika Selatan
Solopos.com|lifestyle

Waduh! Vaksin Pfizer Tak Mempan Lawan Varian Corona Afrika Selatan

Vaksin Pfizer disebut tak mempan untuk melawan virus Corona Afrika Selatan.

Solopos.com, JAKARTA--Varian virus Corona Afrika Selatan disebut mampu menghindari perlindungan dari vaksin Pfizer-BioNTech. Hal ini berdasarkan sebuah studi baru di Israel.

Simak ulasannya di tips kesehatan kali ini. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Universitas Tel Aviv dan Clalit, penyedia layanan kesehatan terbesar Israel, ditemukan bahwa virus Corona Afrika Selatan ini dapat menerobos perlindungan yang ditawarkan vaksin Covid-19 Pfizer. Penelitian ini dilakukan kepada sekitar 400 orang yang positif Covid-19  dan telah menerima suntikan vaksin dan kepada 400 orang yang divaksin tetapi tidak positif Covid-19.

Mengutip laman CNBC Internasional dan detikcom, Senin (12/4/2021), peneliti menemukan sekitar 1 persen varian B1351 Afrika Selatan ditemukan di sejumlah kasus Covid-19 yang diteliti. Lebih lanjut, mereka yang telah menerima dua dosis vaksin, tingkat prevalensi varian Afrika Selatan delapan kali lebih tinggi daripada mereka yang tidak divaksinasi - 5,4 persen berbanding 0,7 persen.

Baca Juga: Mengalami Gangguan Sulit Ereksi? Ketahui Pemicunya

"Ini menunjukkan vaksin itu kurang efektif terhadap varian Corona Afrika Selatan, dibandingkan dengan virus corona asli dan varian yang pertama kali diidentifikasi di Inggris yang mencakup hampir semua kasus Covid-19 di Israel," kata para peneliti.

"Kami menemukan tingkat yang lebih tinggi dari varian Afrika Selatan di antara orang yang divaksinasi dengan dosis kedua, dibandingkan dengan kelompok yang tidak divaksinasi. Ini berarti varian virus Corona Afrika Selatan dapat menembus perlindungan vaksin sampai batas tertentu," kata Adi Stern dari Universitas Tel Aviv.

Hanya,  para peneliti memperingatkan bahwa hasil tersebut tidak bisa menjadi patokan karena hanya dilakukan dengan sampel yang terbatas.

Pihak Pfizer-BioNTech belum berkomentar atas temuan ini.

Menurut peneliti genomik molekuler dan anggota Konsorsium Covid-19 Genomics UK Riza Arief Putranto varian Corona Afrika Selatan  ini di kalangan peneliti disebut varian raja.

"B1351 ini jokenya di antara teman-teman yang melakukan riset genomic atau virolog itu varian raja," kata dia dalam diskusi online CISDI, Sabtu (6/3/2021).

Berikut sederet fakta Corona Afrika Selatan atau varian B1351 yang disebut varian raja:

1. Ada laporan reinfeksi

Varian Corona B1351 yang pertama kali ditemukan Oktober lalu, sudah menyebar ke banyak negara termasuk Asia seperti Filipina. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut ada kemungkinan reinfeksi terjadi akibat varian ini.

Baca Juga: Berolahraga Saat Puasa Bikin Tubuh Terasa Lemas? Simak Ulasannya

Dalam studi di Afsel, ada 2 persen orang yang pernag terinfeksi Corona kembali terpapar dengan varian baru Corona B1351.

2. Masuk dalam daftar varian yang jadi perhatian WHO

Corona Afrika Selatan B1351 termasuk varian yang menjadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dinamakan varian of concern (VOC). Hal ini lantaran VOC dikhawatirkan berdampak pada penularan yang meingkat hingga memicu infeksi parah dan efikasi pada vaksin Corona.

Selain Corona B1351, varian yang masuk dalam perhatian WHO adalah B117 dan P1 atau 501Y.V3 yaitu varian Corona yang pertama kali dilaporkan oleh otoritas kesehatan Jepang pada empat orang dari Brasil.

3. Berdampak pada efikasi vaksin Corona

Varian Corona Afrika Selatan ini terbukti menurunkan efikasi vaksin Corona. Seperti yang terjadi pada vaksin Corona Novavax, efikasi turun dari 96 persen menjadi 60 persen.

"Karena dia merupakan varian yang mengumpulkan mutasi yang banyak dan memungkinkan untuk escape antibodi dan sudah dibuktikan di dunia," kata Riza.

"Beberapa vaksin di dunia ini efikasinya turun terhadap varian ini, meskipun terhadap varian B117 masih relatif lebih baik," kata Riza.




Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler

Espos Premium
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago