Waduh, Talut Kali Jenes Solo Banyak yang Ambrol dan Rawan Longsor

Kondisi talut Kali Jenes yang melewati tiga kelurahan di Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, saat ini memprihatinkan dengan banyak bagian yang ambrol.
SHARE
Waduh, Talut Kali Jenes Solo Banyak yang Ambrol dan Rawan Longsor
SOLOPOS.COM - Air Kali Jenes di Pasar Kliwon, Solo, yang berwarna pekat karena tercemar limbah pewarna kain, Senin (6/12/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Talut Kali Jenes Solo yang melintasi tiga wilayah kelurahan di Kecamatan Pasar Kliwon, ternyata ambrol di banyak bagian dan rawan longsor. Selain itu, air kali tersebut dikeluhkan sering kali berbau busuk karena tercemar limbah.

Informasi tersebut diungkapkan Camat Pasar Kliwon, Ahmad Khoironi, saat diwawancarai Solopos.com melalui telepon, Jumat (21/1/2022). Ahmad Khoironi mengaku tidak hafal berapa lokasi talut sungai tersebut yang mengalami kerusakan atau ambrol.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

“Talutnya kan banyak yang ambrol Kali Jenes itu. [Berapa lokasi] banyak itu, mulai dari Joyosuran sampai Semanggi dan Pasar Kliwon. Titik kerusakannya saya kurang tahu, tapi yang jelas di sepanjang tiga wilayah kelurahan tersebut,” terangnya.

Baca Juga: Begini Kondisi Kali Jenes Solo Tercemar Limbah Pabrik, Ini Foto-Fotonya

Ronni, panggilan akrabnya, juga tidak tahu pasti siapa yang bertanggung jawab untuk melakukan perbaikan talut Kali Jenes Solo yang ambrol. Yang jelas ia menekankan perbaikan talut mendesak dilakukan agar tidak terjadi longsor dan mengganggu aliran air.

Ketika aliran air Kali Jenes terhambat longsoran, menurut Ronni, bisa menyebabkan banjir atau meluapnya air ke permukiman warga. “Itu nanti kalau hujan deras debit airnya bisa naik dan talut yang ambrol menjadi longsor. Perlu perbaikan,” ujarnya.

Parapet

Jika air meluap dan menggenangi permukiman warga tentu itu bakal menjadi persoalan baru masyarakat. Sebab selama ini Kali Jenes sudah dirasakan mengganggu dengan kondisinya yang muncul bau busuk dan pencemaran limbah airnya.

Baca Juga: Kali Jenes Meluap, Belasan Rumah di Pajang Laweyan Terendam Banjir

“Untuk saat ini semenjak ada parapet sudah jarang banjir. Bila Sungai Bengawan Solo penuh dan di situ penuh, baru meluap. Walau hujan deras, asal Bengawan tidak meluap, ya aman saja. Bila Bengawan meluap, sungai tak meluap, ya aman,” katanya.

Sementara itu, Komisi III DPRD Solo meminta petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo mengecek instalasi pengolahan air limbah (IPAL) home industry di sepanjang daerah aliran sungai Kali Jenes Solo yang jumlahnya mencapai 80 unit.

Permintaan tersebut menyusul banyaknya aduan masyarakat tentang kondisi air sungai itu yang keruh dan berbau. Kondisi itu sudah berlangsung lama dan dirasakan sangat mengganggu masyarakat sepanjang aliran sungai.

Baca Juga: Talut Kali Jenes Pasar Kliwon Solo Mengkhawatirkan, Sebagian Sudah Ambrol

Apalagi berdasarkan inspeksi mendadak (sidak) Komisi III DPRD Solo, Rabu (19/1/2022), di Semanggi ditemukan kondisi air Kali Jenes sangat memprihatinkan. Selain mengganggu, kondisi itu mengancam kesehatan warga. Sidak tersebut didampingi petugas DLH Solo serta Camat Pasar Kliwon, Ahmad Khoironi.

Cek IPAL

“Menindaklanjuti laporan warga terkait kondisi Kali Jenes yang bau dan airnya berwarna keruh, kami menyusuri jalan inspeksi dari wilayah RW 016, RW 012 hingga RW 010. Benar, airnya keruh dan bau,” ujar Ketua Komisi III DPRD Solo, YF Sukasno, kepada Solopos.com melalui pesan Whatsapp (WA), Jumat (21/1/2022).

Baca Juga: Begini Kondisi Kali Jenes Solo Tercemar Limbah Pabrik, Ini Foto-Fotonya

Politikus PDIP tersebut juga menemukan ada air yang keluar dari saluran dalam kondisi berbuih. Berdasarkan penjelasan petugas DLH Solo kepada rombongan Komisi III DPRD Solo, di sepanjang aliran Kali Jenes terdapat 80 home industry dan perusahaan menengah. “Kami minta DLH melihat IPAL mereka,” katanya.

Pengecekan IPAL, menurut Sukasno, penting untuk memastikan instalasinya masih berfungsi. Sebab bisa saja karena lama tidak dibersihkan, fungsi IPAL itu menurun drastis. “Kami juga menemukan jalan inspeksi Kali Jenes tergerus bangunan warga, sehingga ada yang lebarnya hanya 70 sentimeter [cm],” tutur Sukasno.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago