Waduh! Stok Vaksin Covid-19 Menipis, Pemkot Solo Terpaksa Tarik Tuas Rem

Stok vaksin Covid-19 Kota Solo terus menipis sehingga Pemkot terpaksa memperlambat laju vaksinasi dan menjadwal ulang untuk dosis kedua.
Waduh! Stok Vaksin Covid-19 Menipis, Pemkot Solo Terpaksa Tarik Tuas Rem
SOLOPOS.COM - Ilustrasi vaksin Covid-19. (Antara)

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terpaksa menarik tuas rem atau memperlambat laju vaksinasi Covid-19 menyusul stok vaksin yang semakin menipis. Sejumlah sasaran terpaksa dijadwal ulang hingga stok kembali dikirim dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengaku terus mengajukan permintaan vaksin ke pemerintah provinsi maupun pusat. Stok yang tersedia saat ini hanya cukup untuk sepekan.

“Kami sudah mengajukan permintaan vaksin ke Kementerian Kesehatan [Kemenkes]. Tapi, kami belum mendapatkan kepastian kapan vaksin itu dikirim. Stok vaksin kami hanya cukup untuk sepekan ini,” katanya dalam wawancara virtual dengan wartawan, Rabu (21/7/2021) malam.

Baca Juga: Pedagang Pasar Nonesensial Terdampak PPKM Darurat Solo Didata, Segera Dapat Bantuan?

Ning, sapaan akrabnya, mengatakan menurut informasi yang ia terima, stok vaksin Covid-19 sudah dikirim namun belum juga sampai ke Solo. Penjadwalan ulang terpaksa dilakukan bagi peserta yang baru mendapatkan dosis pertama.

Sebagian stok yang tersedia dialokasikan untuk dosis kedua yang berselang satu bulan dari dosis pertama. Saat ini, capaian vaksinasi dosis pertama Kota Solo mencapai 246.077 sasaran dari target 417.151 sasaran.

Menggandeng Pihak Ketiga

Sedangkan dosis kedua 141.284 sasaran. Jumlah itu tercatat hingga Rabu sore. “Selisihnya memang cukup tinggi. Jangan lupa juga ada sebagian yang divaksin itu bukan penduduk Solo,” ucapnya.

Baca Juga: Dokter RSUD Ngipang Solo Diancam Suami Pasien, Polisi Turun Tangan

Lebih lanjut, Ning mengatakan Pemkot Solo terus melakukan percepatan vaksinasi menyesuaikan kondisi stok vaksin Covid-19 dengan menggandeng pihak ketiga. Pihak ketiga itu ada Halodoc dan Yakkum.

Per hari, vaksinasi dengan pihak ketiga itu menyasar 4.000-5.000 orang. Namun, jumlah itu terpaksa direm dan hanya bisa sampai di angka 4.000-an per hari. Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, mengaku belum mengetahui kepastian kedatangan vaksin dari provinsi maupun pusat.

“Kami mengajukan ke Kemenkes sebanyak 50.000 dosis pada pekan lalu, belum sampai. Kemudian diajukan lagi saat Pak Menkes ke Solo, katanya mau didrop tapi belum juga datang,” ucapnya. Satgas tak bisa mengebut vaksinasi apabila ketersediaan vaksinnya yang terbatas.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago