Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Wabup Karanganyar Dorong Pelaku Usaha Bentuk Koperasi, di Sisi Lain...

Wabup Karanganyar mendorong pelaku usaha untuk membentuk koperasi agar bias menyelesaikan sejumlah kendala yang mereka hadapi. Di sisi lain, ada seribuan koperasi di Karanganyar yang mati suri.
SHARE
Wabup Karanganyar Dorong Pelaku Usaha Bentuk Koperasi, di Sisi Lain...
SOLOPOS.COM - Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto, memberikan penyuluhan kepada pelaku usaha di Karanganyar. (Istimewa)

Solopos.com, KARANGANYAR — Wakil Bupati (Wabup) Karanganyar, Rober Christanto, mendorong pelaku usaha bergabung dalam wadah koperasi. Dengan koperasi, diharapkan permasalahan-permasalahan yang mereka hadapi bisa teratasi.

Hal itu ia katakan dalam acara Sosialisasi Perkoperasian Bagi Kelompok Strategis 2022 di Hotel Indah Palace Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Selasa (9/8/2022).

PromosiDaihatsu Rocky, Mobil Harga Rp200 Jutaan Jadi Cuma Rp99.000

“Seiring derasnya persaingan global yang terjadi saat ini, pengembangan koperasi dan usaha kecil menengah [UKM] sangat penting guna meningkatkan pembangunan perekonomian masyarakat. Bangun usaha dengan jejaring dan saling membantu dalam wadah koperasi. Diharapkan permasalahan seperti permodalan, pemasaran, dan bahan baku bisa teratasi,” ujarnya.

Di sisi lain, saat ini pemulihan ekonomi nasional difokuskan pada peningkatan produktivitas wirausaha melalui berbagai macam kebijakan. Selain itu pemerintah juga mendorong penciptaan iklim usaha yang kondusif dan berkelanjutan.

Wabup berharap para pelaku usaha dapat bangkit dan mengembangkan usahanya di masa pemulihan ekonomi ini.

Baca Juga: DPRD Karanganyar Minta Pemkab Lakukan Ini untuk Koperasi yang Mati Suri

“Misalnya, organisasi perempuan di NU [Nahdlatul Ulama] seperti Fatayat, sangat potensial untuk pengembangkan usaha. Pengajian dan selawatan harus, tapi juga harus berpikiran untuk mengembangkan usaha agar ekonomi meningkat. Salah satunya mengemas dan menghias hantaran pada hajatan pernikahaan,” ujar Rober.

Di sisi lain, seribu lebih koperasi di Kabupaten Karanganyar terbiar dalam kondisi mati suri. Koperasi itu tidak jelas aktivitasnya, keanggotaannya, sekretariatnya, kepengurusannya, dan sebagainya.

Di Karanganyar terdapat sekitar 1.600 koperasi. Hanya sekitar 268 di antaranya yang hingga saat ini masih aktif.

Terkait dengan kondisi tersebut, Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagnakerkop UKM) Karanganyar mengusulkan pembubaran koperasi-koperasi tersebut. Usulan itu disampaikan kepada Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah. Tetapi ternyata pembubaran koperasi tersebut tidak semudah yang diperkirakan.

Baca Juga: Hari Pertama Relokasi PKL Jl. Lawu Karanganyar, Pembeli Masih Sepi

“Kami sudah ke pemerintah provinsi untuk mengusulkan pembubaran koperasi-koperasi yang sudah tidak aktif. Tapi ternyata tidak semudah itu. Pembubaran koperasi itu susah,” ujar Kepala Disdagnakerkop UKM Karanganyar, Martadi, kepada wartawan di sela-sela acara peringatan HUT ke-75 Koperasi, Selasa (19/7/2022) di Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar.

Oleh sebab itu, koperasi-koperasi tersebut kini terbiar seperti apa adanya. “Ya akhirnya kami biarkan mereka meskipun sebenarnya hidup juga tidak,” imbuhnya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode