Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

VANDALISME SOLO : Duh, Jembatan Pasar Gede Jadi Sasaran Corat Coret

SHARE
VANDALISME SOLO : Duh, Jembatan Pasar Gede Jadi Sasaran Corat Coret
SOLOPOS.COM - Aksi vandalisme di Solo yang diunggah netizen. (Istimewa/Facebook)

Vandalisme Solo membuat Jembatan Pasar Gede jadi korban.

Solopos.com, SOLO – Tembok jembatan dekat Pasar Gede Harjonagoro, Jalan Urip Sumoharjo, Jebres, menjadi sasaran tangan-tangan jahil “vandalisme.” Publik Solo yang merasa geram menunggah kecaman yang terhimpun di media sosial Facebook.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Opo yo patut, wis di cat apik-apik, diresiki ben penak disawang, malah diorek-orek, [Apa pantas, dicat bagus bagus, dibersihkan supaya nyaman dipandang, malah dicoret-coret],tulis akun Kota Solo di Facebook, Selasa (12/1/2016).

Akun ini mengunggah gambar dinding jembatan Pasar Gede yang dicoret-coret menggunakan cat semprot. Dari gambar terlihat tulisan “NYOT” dengan cat berwarna ungu.

Netizen rupanya ikut geram menanggapi fenomena vandalisme ini. Sejumlah akun Facebook di kolom komentar gambar tampak turut mengecam. Bahkan ada yang menyebut kasus serupa juga terjadi di fasilitas-fasilitas umum lain.

Akun Antin Dwi Arianti mengusulkan supaya pelaku difoto dekat coretan dan dikalungi tulisan “kulo kapok [saya kapok} corat coret fasilitas umum.

Nek kecekel kon ngresiki trus kon ngecet meneh ojo di kei maem karo mimik ngantek rampung [kalau tertangkap disuruh membersihka lalu mengecat lagi, jangan diberi makan sampai selesai]” usul Bayu Dumadi

Akun Ninik Aryana membeberkan cerita lain. Katanya, suami ninik [ernah membersihkan fasilitas umum yang dicoret-coret dengan cat semprot. “lha saiki diurek2 maneh [hla, sekarang dicoret-coret lagi]…” tulis Ninik yang terlihat geram.

Akun Arif Rascal Cah Suronalan menyebut orang yang mencoret-coret tak berpendigikan. Hampir senada, Lufti Hakim M menyebut pelaku sepertinya seorang bocah labil.

“Kui paling bocah smp sma sing labil2 mas , yen kecekel kon ngresiki nganggo ilat wae hahaI [itu paling bocah SMP dan SMA yang masih labil, kalau tertangkap disuruh membersihkan menggunakan lidah saja, hahaha],” katanya.

Vandalisme memang sering menyasar fasilitas-fasilitas publik di Soloraya. Baru-baru ini, publik dibuat geram dengan vandalisme yang terjadi di fasilitas yang belum rampung digarap seperti fly over Palur.

Diberitakan Solopos.com, Minggu (10/1/2016),  fly over Palur mulai dibuka sepanjang hari pada Minggu (24/12/2016) hingga sekarang karena lampu PJU telah menyala. Jalan baru di jembatan layang waktu itu masih berwarna hitam pekat. Sedangkan dinding bagian dalam jembatan warna abu-abu serupa warna semen.

Kini, dinding bagian dalam jembatan layang sudah tidak tak lagi berwarna abu-abu saja. Ada warna hitam, merah, hijau, biru, dan sebagian dinding jembatan layang terdapat coretan. Coretan tak beraturan itu terlihat pada dinding sebelah utara maupun selatan seperti bertuliskan BAM, RDS, KTPS, SDTW, IM SAMPAH, dan lain-lain.

Temuan Komite Peduli Cagar Budaya Nusantara (KPCBN) menyebut aksi vandalisme merusak 75% bangunan cagar budaya (BCB) di ruang publik Kota Solo.

Ketua Presidium KPCBN, Agus Anwari, menyebutkan aksi vandalisme BCB di ruang publik Kota Bengawan sudah masuk taraf memprihatinkan. “Saya lihat 75% sudah kena aksi vandalisme. Ini cukup memprihatinkan,” katanya saat dihubungi solopos.com, Kamis siang.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode