Vaksinasi Lansia, Bantul Ajukan 50.000 Dosis Vaksin AstraZeneca
Solopos.com|jogja

Vaksinasi Lansia, Bantul Ajukan 50.000 Dosis Vaksin AstraZeneca

Metode jemput bola, dinilai efektif karena petugas bisa menjemput lansia yang kesulitan datang ke lokasi vaksinasi.

Solopos.com, BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul memastikan mengajukan sebanyak 50.000 dosis vaksin AstraZeneca kepada Dinkes DIY, sebagai upaya percepatan vaksinasi lansia di Bumi Projotamansari.

Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharja mengatakan jika permintaan 50.000 dosis vaksin AstraZaneca terealisasi, vaksinasi terhadap warga lanjut usia bisa dipercepat.

"Artinya, satu hari selama hampir satu bulan akan ada vaksinasi lansia dengan sasaran mencapai 1.500 hingga 2000 lansia," kata Agus, di sela-sela Grand Opening Sentra Vaksin di SMK Kesehatan Bantul, Jumat (28/5).

Baca juga: Muncul 84 Kasus Baru Covid-19 dalam Sehari di Bantul, Total 13.846 Kasus

Agar vaksinasi lansia di Bantul bisa berjalan cepat, Agus menyatakan akan memaksimalkan metode jemput bola. Yakni dengan langsung turun ke kampung-kampung untuk realisasi vaksinasi. Metode jemput bola, dinilai efektif karena petugas bisa menjemput lansia yang kesulitan untuk datang ke lokasi vaksinasi.

"Semoga terealisasi. Sejauh ini petugas yang kami miliki siap untuk mempercepat vaksinasi," papar Agus.

Baca juga: Kasus Covid-19 Kudus Naik, 58 Pelanggar Prokes Dihukum

Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian, Kementerian Kesehatan, Agusdini Banun Saptaningsih mengatakan dari dua juta dosis vaksin AstraZeneca yang dihibahkan dari Covac ke Indonesia, DIY mendapatkan jatah 250.000 dosis. Sehingga Bantul mengajukan juga untuk vaksinasi lansia.

Vaksinasi pertama harus dilakukan pada Juni 2021. Sedangkan pada Agustus mendatang, pusat akan mengirimkan vaksin AstraZeneca ke DIY. "Untuk saat ini kita kan masih dalam tahap ke dua vaksinasi yakni untuk pelayanan publik dan lansia," ungkapnya.

Baca juga: Tabrak Mobil Berhenti, Pengendara Motor Asal Bantul Meregang Nyawa

Terkait AstraZenaca CTMAV547 yang sebelumnya ditarik oleh BPOM, Banun mengatakan kepastian aman digunakan dan tidak, pihaknya masih menunggu informasi dari BPOM. Termasuk untuk vaksinasi lansia salah satunya di Bantul.

"Untuk vaksin AstraZeneca yang saat ini sudah ada di Gudang Farmasi Dinkes DIY bukan vaksi AstraZeneca CTMAV547. Karena AstraZeneca CTMAV547 sudah ditarik," ucapnya.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago