Ustad Jaya Pengemplang Uang Nasabah Rp 6 Triliun Ditangkap di Purwakarta

SHARE
Ustad Jaya Pengemplang Uang Nasabah Rp 6 Triliun Ditangkap di Purwakarta
SOLOPOS.COM - Ustad Jaya (Foto: Istimewa)

Ustad Jaya (Foto: Istimewa)

JAKARTA–Setelah buron sekian lama atas kasus dugaan penipuan, pendiri Koperasi Langit Biru, Jaya Komara ditangkap. Pria yang biasa disapa Ustad Jaya ini ditangkap tanpa perlawanan di Purwakarta, Jawa Barat.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Informasi yang dikumpulkan detikcom, Selasa (24/7/2012), Jaya ditangkap sore tadi. Dia ditangkap Tim Buser Polres Tangerang. Jaya digerebek di tempat persembunyiannya. Jaya pun pasrah saat digelandang polisi.

Surat untuk Bunda Selvi Gibran

Sumber detikcom di kepolisian juga menjelaskan, Jaya kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Tangerang. Sayangnya sumber resmi kepolisian belum ada yang berkomentar soal penangkapan ini.

Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Sutarman yang dikonfirmasi tidak memberikan respon. Hanya ajudan saja yang memberi kabar bawah Sutarman tengah menunaikan salat tarawih. Kasus Koperasi Langit Biru ini dibawah atensi langsung Mabes Polri karena ada ribuan nasabah yang menjadi korban.

Demikian pula Kapolres Tangerang Kombes Pol Bambang Priyo. Saat dikonfirmasi dia hanya menjawab singkat. “Nanti ya,” imbuh Bambang.

Diketahui ratusan ribu investor KLB sempat ricuh dengan manajemen soal pencairan bonus pada 2 Juni 2012 lalu. Namun, hingga hari H-nya, manajemen koperasi tidak juga mencairkan bonus yang dijanjikan terhadap para investor.

Jaya Komara selaku pimpinan di KLB, saat itu seolah hilang ditelan bumi. Alhasil, para investor kemudian menjarah produk KLB yang disimpan di gudang.

Polisi telah menetapkan Jaya Komara sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Pria asal Garut, Jawa Barat ini kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

KLB setidaknya telah mengumpulkan 125.000 investor sejak tahun 2005. Sejak saat itu, investornya terus bertambah hingga mencapai 125.000. Masing-masing investor menyetorkan sejumlah uang sebagai investasi, nah tiap bulan dijanjikan keuntungan besar. Diduga kerugian nasabah mencapai Rp 6 triliun.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago