Usai Derbi Mataram, Desakan Pelatih Persis Solo Mundur Sempat Trending

Hasil imbang dua kali beruntun membuat suporter Persis Solo geram. Sejumlah suporter pun menyuarakan pergantian pelatih.
Usai Derbi Mataram, Desakan Pelatih Persis Solo Mundur Sempat Trending
SOLOPOS.COM - Pelatih Persis Solo, Eko Purdjianto (kanan) dan pelatih fisik, Roni Azani, memakai masker saat mendampingi latihan tim di Lapangan Kartopuran, Solo, Jumat (18/6/2021). (Istimewa/ Persis Solo)

Solopos.com, SOLO – Hasil imbang dua kali beruntun membuat suporter Persis Solo geram. Sejumlah suporter pun menyuarakan pergantian pelatih. Terbukti, tagar #EkoOut ramai di dunia maya.

Seperti diketahui, Persis Solo yang tergabung di Grup C Liga 2 sejauh ini baru mengantongi lima poin dari tiga pertandingan. Laskar Sambernyawa menang sekali dan dua kali imbang. Mereka duduk di posisi kedua klasemen dan terpaut empat angka dari PSCS Cilacap di posisi pertama.

Di pertandingan terakhir, Selasa (12/10/2021), Persis bermain imbang 0-0 melawan PSIM Jogja. Padahal, banyak suporter yang berekspektasi Persis bisa memanangkan duel bertajuk Derbi Mataram tersebut. Kekecewaan pun dilimpahkan ke sang pelatih, Eko Purdjianto.

Baca Juga: Temui Suporter Persis Solo, Kaesang: Itu Fans Cewek Aja Dinakali Loh!

Di jagat Twitter, pada Rabu (13/10/2021) sekitar pukul 04.00 WIB, Eko Out masuk ke dalam Top Trending di Indonesia. Para netizen banyak mempertanyakan kemampuan Eko Purdjianto mengolah para pemain Persis Solo yang berlabel pemain bintang.

Dengan ekspektasi tinggi, Persis Solo, belum menunjukkan kualitas permainan yang apik. Bahkan, disebut-sebut pemain Persis Solo pemain berkualitas Liga 1 namun tidak bisa menunjukkan kualitas Liga 1.

Salah seorang pendukung Persis Solo, Ronang Adiasta, kepada Solopos.com, mengaku kecewa melihat dengan performa buruk Persis Solo. Menurutnya, dengan pemain berkelas Persis Solo tidak menunjukkan kualitas permainan. Ia menyebut kekecewaanya bukan persoalan skor akhir Persis Solo maupun melihat klasemen. Namun, ia merasa permainan Persis Solo jauh dari harapan para pendukung.

“Saya rasa wajar ada gerakan untuk evaluasi tim karena Persis Solo benar-benar membutuhkan itu. Ini masih tiga pertandingan awal, jangan sampai terlanjur dan menelan kecewa lagi,” kata warga Nusukan, Banjarsari, itu.

Menurutnya, bukan hanya saat Derbi Mataram kualitas permainan buruk Persis Solo. Dua pertandingan Persis Solo sebelumnya, Persis Solo jauh dari kata maksimal. Bahkan, ia menyebut pernyataan Kaesang Pangarep, Persis Solo bermain jelek di laga kedua kontra Persijap Jepara adalah hal jujur.

Permainan Monoton

Senada dengan hal itu, pendukung asal Danukusuman, Serengan, Muhammad Dwi Sasongko, menyatakan gagalnya Persis Solo meraih poin penuh di laga Derbi Mataram bukan karena tuan rumah PSIM Jogja bermain bagus.

“Skema penyerangan begitu-begitu saja, terkesan monoton dan frustasi. Tidak hanya saat Derbi Mataram, tetapi dua pertandingan sebelumnya. Saya rasa saat melawan Persijap Jepara justru terkesan lebih baik,” kata dia.

Baca Juga: Derbi Mataram Berakhir Imbang, Pelatih PSIM: Perjalanan Masih Jauh

Terkait desakan pelatih mundur, Dwi mengaku banyak mendengar itu di media sosial. Ia menyerahkan keputusan itu ke pihak manajemen karena tugas pendukung sepak bola hanya sebatas mendukung. Namun, Dwi menilai desakan Eko Out adalah hal yang wajar untuk saat ini.

Jika pada akhirnya Eko tetap dipertahankan Persis, dia mendesak ada solusi lain untuk meningkatkan kualitas permainan Persis Solo. Bisa saja menambah tim kepelatihan seperti direktur teknik.

“Banyak yang berekspektasi tinggi soal para pemain bintang namun tim pelatih gagal mengolahnya. Bagaimana pun kami tetap mendukung Persis Solo dan berharap tetap di jalur Liga 1,” kata Dwi.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago