Update Data Corona Indonesia 9 Mei 2020: Kasus Positif Tambah 533, Tembus 13.645

Berikut perkembangan kasus corona di Indonesia per 9 Mei 2020.
SHARE
Update Data Corona Indonesia 9 Mei 2020: Kasus Positif Tambah 533, Tembus 13.645
SOLOPOS.COM - Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto memberikan keterangan terkait penanganan virus corona di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (18/3/2020). (Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Solopos.com, JAKARTA – Kasus pasien terinfeksi virus corona dan positif terjangkit Covid-19 di Indonesia pada Sabtu (9/5/2020) terjadi peningkatan. Update data itu disampaikan juru bicara pemerintah Indonesia untuk penanganan corona, Achmad Yurianto.

Yuri, sapaan akrabnya, menerangkan ada tambahan satu laboratorium lagi yang digunakan untuk tes spesimen deteksi corona. Laboratorium ini menggunakan metode tes cepat molekuler. Hal ini diharapkan semakin membantu penanganan Covid-19 di Indonesia.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Yuri mengatakan sampai saat ini sudah ada lebih dari 143.000 spesimen yang diuji. Beberapa di antaranya di uji di laboratorium yang menggunakan tes cepat molekuler, sementara mayoritas masih menggunakan metode PCR. Dan hasilnya ada penambahan 533 kasus dalam 24 jam terakhir.

Surat untuk Bunda Selvi Gibran

Raih 700-an Piala, Bocah 10 Tahun Asal Sragen Jadi Guru di Sekolahnya 

"Update data kumulatif corona di Indonesia pada 9 Mei 2020 adalah kasus terkonfirmasi positif sebanyak 13.645. Artinya ada penambahan 533 kasus di banding hari sebelumnya. Kemudian pasien sembuh ada penambahan 113 orang menjadi 2.607, sementara pasien meninggal bertambah 16 menjadi 959," papar Yuri dalam jumpa pers di Grha BNPB, Jakarta, yang disiarkan langsung Metro TV.

Jumlah PDP

Dari update data corona Indonesia yang dipapakan Yuri, diketahui pula jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 29.690. Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 246.847. Kasus Covid-19 di Indonesia ini sudah menyebar di 34 j mencakup 356 kabupaten/kota.

Yuri menegaskan pemerintah terus berupaya memutus rantai persebaran Covid-19. Dia menjelaskan pandemi seperti ini sebenarnya sudah pernah terjadi di masa lalu.

Belajar dari pandemi di masa lalu itu, Yuri menyebut beberapa hal bisa diterapkan. Salah satunya pembatasan kontak saat pandemi. Sebab, jumlah kasus berbanding lurus dengan kepatuhan masyarakat.

Penanganan medis yang tepat serta kebijakan pemerintah yang berkelanjutan dan konsisten hingga pandemi berakhir juga membantu mempercepat penanganan wabah.

Makin Ngehits, Ini Bayaran Mbah Minto Sekali Ngevlog

Peran Masyarakat

Yuri mengatakan masyarakat seharusnya berperan aktif dalam situasi pandemi corona ini. Mulai dari menerapkan kedisiplinan hingga memupuk semangat gotong royong membantu sesama. Kedisiplinan masyarakat ini bisa diingatkan oleh tokoh-tokoh masyarakat setempat, tak terkecuali kepala keluarga.

"Masing-masing kepala keluarga bisa mengingatkan anggota keluarganya mulai dari istri, orang tua, hingga anak untuk disiplin menjaga pola hidup sehat dan mematuhi protokol covid-19 dengan benar," katanya.

4 Tips Lebaran di Rumah Aja Tanpa Perlu Mudik

Dalam situasi krisis bencana saat ini sangat penting tetap di rumah dan mengurangi aktivitas di luas. Hal itu akan mengurangi risiko penularan virus corona penyebab Covid-19.

“Jika terpaksa keluar rumah, maka masyarakat pakailah masker. Begitu juga jika terpaksa bertemu dengan orang maka jaga jaraknya," imbau Yuri.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago