[ X ] CLOSE

Update Covid-19 Solo: Ada 554 Kasus, Muncul Klaster Baru Lintas Keluarga

Muncul klaster baru lintas keluarga di Solo yang berasal dari hasil tracing empat lapis kasus induk.
Update Covid-19 Solo: Ada 554 Kasus, Muncul Klaster Baru Lintas Keluarga
SOLOPOS.COM - Ilustrasi Virus Corona Kota Solo (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, SOLO – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo mencatat temuan klaster lintas keluarga yang didapat dari pengembangan tracing empat lapis kasus induk. Kasus induk yang tercatat pada Kamis (3/9/2020) terjadi pada keluarga dokter di Kelurahan Gilingan.

Seorang dokter yang bekerja di RSUD Sragen terkonfirmasi positif Covid-19, kemudian istri, anak, dan sopirnya ikut tertular. Istri dokter tersebut juga berprofesi sebagai dokter dan bertugas di RSUD Ngipang.

Tracing lapisan ketiga menyasar rekan kerja di RSUD Ngipang dan didapati asisten dokter dan CS (customer service) dokter ini ikut tertular. Tracing lagi ke kontak erat dan dekat asisten dan CS ini didapati ada tambahan 6 kasus. Perinciannya 2 dari asisten dokter dan 4 dari CS dokter. Sehingga kalau dijabarkan ada empat lapis tracing dengan total kasus 12,” kata dia, saat dihubungi Solopos.com, Selasa (15/9/2020).

Angker! Nekat Bengak-Bengok di Girpasang Klaten Bisa Kesurupan, Begini Ceritanya

Keluarga asisten dokter tersebut tinggal di Kelurahan Kadipiro. Sedangkan keluarga CS dokter tinggal di Kelurahan Gilingan. Sumbangan dari dua kasus itu menambah kumulatif kasus Covid-19 Solo pada Senin (14/9/2020) dan Selasa ini.

Secara khusus Satgas mencatat 6 tambahan kasus pada Selasa (15/9/2020). Sebanyak 2 di antaranya disumbang dari klaster lintas keluarga di Kelurahan Kadipiro. Sisanya, seorang dari hasil tracing di Kelurahan Banjarsari, 2 orang dari uji swab mandiri, dan seorang pasien suspek yang naik kelas menjadi kasus konfirmasi.

Ealah, Pendaftaran Pilkada Sragen Sudah Jadi Ajang Botohan, Nilainya Rp1 Miliar Lebih!

Tambahan tersebut membuat kumulatif kasus Covid-19 di Solo menembus 554 orang. Perinciannya, 407 pasien pulang/sembuh, 93 menjalani isolasi mandiri, 30 rawat inap, dan 24 meninggal dunia.

Sedangkan, catatan kumulatif pasien suspek menyentuh 1.139 orang, dengan perincian 1.071 discard, 14 dirawat inap (suspek aktif), 1 isolasi mandiri, dan 53 suspek meninggal dunia.



Berita Terkait
    Promo & Events
    Ekspedisi Ekonomi Digital 2021
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago