Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Uniknya Bersih Desa di Madiun, Sembelih Kambing Kendit untuk Tolak Bala

Masyarakat di Dusun Ngrawan, Desa/Kecamatan Dolopo, Madiun, menyembelih kambing kendit dalam tradisi bersih desa.
SHARE
Uniknya Bersih Desa di Madiun, Sembelih Kambing Kendit untuk Tolak Bala
SOLOPOS.COM - Penyembelihan kambing kendit ditujukan untuk tradisi bersih dusun yang rutin diadakan di Dusun Ngrawan, Desa/Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Jumat (12/8/2022). (Ronaa Nisa’us Sholikhah/Solopos.com)

Solopos.com, MADIUN — Setiap bulan Suro, banyak desa-desa di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, menggelar tradisi bersih desa. Salah satu desa yang menggelar tradisi ini ada di Dusun Ngrawan, Desa/Kecamatan Dolopo.

Tradisi bersih desa yang ada di Dusun Ngrawan ini, konon sudah menjadi tradisi turun temurun sejak 1733. Tradisi yang digelar pun cukup unik yakni dengan menyembelih kambing kendir.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Saifuddin, Kamituwo Ngrawan, mengatakan bahwa syarat kambing yang akan disembelih itu harus sempurna. Yakni, memiliki warna putih yang melingkar penuh (kendit) di perut sang kambing. Kambing itu bisa berwarna apa saja asal ada kendit yang tidak putus.

‘’Kambing kendit itu memang syarat untuk bersih dusun. Kegiatan bersih dusun sudah rutin dilaksanakan setiap tahun sejak mbah zaman dulu,’’ katanya, Jumat (12/8/2022).

Baca Juga: Lahir dari Rahim NU, Ini Sejarah Berdirinya Perguruan Silat Pagar Nusa

Sebelum disembelih, warga berkumpul di perempatan RT 041 atau berada di tengah-tengah Dusun Ngrawan untuk membaca doa dan tahlil. Beberapa warga yang datang terlebih dahulu menggali kuburan di tengah simpang empat tersebut.

Setelah rampung pembacaan doa, kambing digiring ke lubang yang sudah digali. Kambing itu disembelih dan dipotong kepalanya. Saifuddin mengatakan kepala kambing itu dikubur di lubang yang berada di tengah-tengah dusun.

‘’Kakinya juga diambil dan dikubur di setiap pojok dusun. Tujuannya agar masayarakat sini selamat. Kami juga mengadakan selamatan setelah Jumatan nanti dengan memakan daging kambing itu,’’ jelasnya.

Baca Juga: Tahun Ini Berusia 1 Abad, Begini Sejarah Pendirian PSHT

Sementara itu, Miswan, Sesepuh Dusun Ngrawan, menyebut tradisi itu sudah dilakukan sejak babad daerah Ngrawan. Tradisi ini dilakukan setiap bulan Suro. Sebenarnya, paling baik pada tanggal 10 Suro. Namun, untuk Dusun Ngurawan memiliki hari sakral yaitu hari Jumat Kliwon dan Legi.

Miswan juga bercerita bahwa para sesepuh dulu melakukan ritual berpuasa dulu pada hari Kamis. Saat menjelang buka puasa menyediakan air untuk ritual penyiraman kambing kandit keesokan harinya.

‘’Kulitnya dibagikan ke seluruh masyarakat Ngrawan sebagai tolak bala. Kulit kambing itu dipaku di atas pintu,’’ jelasnya.

Baca Juga: Laka Maut Bus Sugeng Rahayu & 2 Motor di Madiun, Sopir Jadi Tersangka?

Miswan sudah mewanti-wanti agar kambing kendit yang dipakai sesuai syarat. Sebab, dulu pernah ada kejadian setelah bersih dusun ada banyak musibah di Dusun Ngrawan. Penyebabanya lantaran kambing kendit tidak sesuai.

‘’Meskipun kecil yang penting kenditnya nyambung. Yang benar seperti ini, warnanya hitam dan kenditnya putih,’’ pungkasnya.

Kepala Desa Dolopo, Sayekti, menyampaikan terima kasih kepada warga Dusun Ngrawan lantaran masih mempertahankan tradisi mereka. Dia berharap masyarakatnya lebih guyub rukun dan dijauhkan dari mara bahaya.

‘’Saya sangat berterimakasih ke Dusun yang selama ini melestarikan budaya dan memang harus dipertahankan,’’ kata dia.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode