[ X ] CLOSE

Umrah Dibuka, Perpuhi dan AMPHURI Tunggu Aturan Teknis

Ibadah umrah ke Arab Saudi yang direncanakan kembali dibuka pada 10 Agustus 2021 menjadi angin segar bagi Tanah Air.
Umrah Dibuka, Perpuhi dan AMPHURI Tunggu Aturan Teknis
SOLOPOS.COM - ilustrasi umrah (Solopos dok)

Solopos.com,SOLO—Ibadah umrah ke Arab Saudi yang direncanakan kembali dibuka pada 10 Agustus 2021 menjadi angin segar bagi Tanah Air. Namun demikian, Indonesia masuk daftar sembilan negara yang mesti menjalani karantina selama 14 hari di negara ketiga sebelum masuk ke Arab Saudi.

Kini biro perjalanan umrah tinggal menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Agama terkait umrah sekaligus berharap syarat untuk calon jemaah umrah asal Indonesia dipermudah.

Ketua Perhimpunan Pengusaha Biro Ibadah Umrah dan Haji Indonesia (Perpuhi) Solo, Her Suprabu, mengatakan prinsipnya Pemerintah Arab Saudi sudah mengizinkan umrah untuk negara-negara lain. Akan tetapi, Indonesia masuk daftar negara yang jemaahnya diharuskan karantina dulu sebelum umrah.

“Kabar baik ini sudah kami informasikan kepada anggota termasuk jemaahnya. Kebijakan ini tak terlepas dari situasi pandemi di Indonesia. Kami berharap membaik sehingga Indonesia mendapatkan kelonggaran dari Arab Saudi,” ujar dia, saat dihubungi Solopos.com, Jumat (30/7/2021).

Baca Juga: Dawet Kani Kudus Disajikan Ala Minuman Milenial di Sleman

Her menjelaskan syarat umrah di masa pandemi memang ketat. Selain protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang berlapis, umrah kali ini juga membutuhkan biaya yang tinggi dan waktu yang lebih lama.

Jika merujuk pada aturan sementara, jemaah harus karantina dahulu 14 hari kemudian umrah 9 hari ketika pulang ke Tanah Air masih karantina lagi 5 hari. Jadi total ibadah umrah sekitar 28 hari atau sebulanan. Ia pun meminta para jemaah untuk bersabar sembari menunggu kabar baik dari kasus Covid-19 di Tanah Air.

Jika dihitung, kenaikan biaya umrah saat pandemi bervariasi. Ini tergantung jemaah akan melakukan karantina di negara mana, jika aturan soal karantina khusus bagi Indonesia jadi diberlakukan.

Baca Juga: BPS Solo Survei Perilaku Masyarakat Masa Pandemi, Apa Dampaknya?

Menjadi Kabar Baik

Di sisi lain, tak semua vaksin Covid-19 bagi para jemaah umrah diterima. Dalam hal ini, Arab Saudi hanya menerima jemaah yang memeroleh salah satu dari empat jenis vaksin, yakni Moderna, Astra Zeneca, Pfizer, dan J&J. Vaksin asal China seperti Sinovac diperbolehkan dengan catatan jemaah mesti mendapatkan suntikan booster dari salah satu vaksin tersebut di atas. Padahal sebagian besar vaksinasi di Indonesia menggunakan Sinovac.

“Jemaah yang menunggu untuk umrah sekitar 400 orang per biro, jadi sekitar 20.000-an orang. Mereka sudah daftar dan membayar, tetapi tertunda keberangkatannya karena pandemi. Selain itu, mereka yang tinggal berangkat ada yang meninggal dan ini jumlahnya sekitar 5% – 10% per biro,” imbuh dia.

Baca Juga: Deal! Hyundai dan LG Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di Karawang Senilai Rp15,8 Triliun

Sekretaris Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah RI (AMPHURI) Jawa Tengah, Retno Anugerah Andriyani, menambahkan dibukanya kembali umrah menjadi kabar baik. Namun demikian, memang ada sejumlah kendala lantaran Indonesia masuk negara yang tidak diperbolehkan terbang langsung ke Arab Saudi.

“Kalau saya hitung paket umrah berangkat dari Jakarta harganya bisa sampai Rp52 juta per satu orang dan lamanya umrah lebih dari sebulan. Jadi skenarionya, rutenya Jakarta – Yordania [untuk karantina] yang dekat dengan Arab Saudi, lalu vaksin karena Sinovac harus mendapatkan booster vaksin lain [Moderna/J&J/Pfizer/Astra Zeneca]. Setelah itu baru kita bisa melaksanakan umrah dan kembali ke Tanah Air karantina lagi,” papar dia.

Ia membeberkan kondisinya masih wait and see terkait aturan pelaksana dan teknis dari Kementerian Agama. Direktur Utama biro haji dan umrah PT Hajar Aswad menerangkan bironya juga menunggu kabar baik dari pemangku kebijakan terkait regulasi umrah tersebut. Di Hajar Aswad ada sekitar 150 calon jemaah umrah yang menunggu untuk diberangkatkan.

“Kami berharap Januari tahun depan sudah sama seperti negara lain. Kami juga berharap tak perlu ada karantina karena jemaah akan memeroleh vaksin booster,” jelas dia.



Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago