UMKM TRENGGALEK : Dari Pelepah Pisang, Sunarti Berkreasi Buat Barang Berekonomis Tinggi

UMKM TRENGGALEK : Dari Pelepah Pisang, Sunarti Berkreasi Buat Barang Berekonomis Tinggi
SOLOPOS.COM - Sunarti, warga Trenggalek yang memanfaatkan pelepah pisang untuk berkreasi. (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)

UMKM Trenggalek, warga Trenggalek ini memanfaatkan pelepah pisang untuk berkreasi.

Madiunpos.com, PACITAN — Pelepah pisang, bagi sebagian orang merupakan salah satu barang yang tidak berguna dan hanya berakhir di tempat sampah. Namun, bagi Sunarti, 44, pelepah pisang bisa menjadi barang kreasi yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Saat ditemui Madiunpos.com di UKM Ekspo Hello Pacitan 2016 di Pantai Pancer Door, beberapa waktu lalu, Sunarti yang merupakan warga Trenggalek menceritakan pengalamannya dalam mengkreasikan pelepah pisang ini.

Sunarti menceritakan di desanya terdapat banyak pelepah pisang yang tidak dimanfaatkan dan hanya dibuang di tempat sampah. Atas kegelisahan itu, pada 2000-an, dia mulai mencari-cari cara untuk memanfaatkan pelepah pisang. Akhirnya, dia pun terinspirasi dengan memanfaatkan barang tersebut untuk produk kreatif.

Setelah melakukan percobaan yang berulang-ulang dan selalu gagal. Akhirnya, usaha tersebut tidak sia-sia dan pada 2001 satu produk kreasi hasil dari pelepah pisang sudah jadi. Dia pun mulai membuat lebih banyak untuk dipasarkan.

Promosi yang digunakan yaitu dengan sistem getok tular yaitu dari satu mulut ke mulut yang lain, hingga produk kreasi pelepah pisang itu didengar di berbagai penjuru Trenggalek. Ada berbagai produk yang dihasilkan dari pelepah pisang ini, antara lain berbentuk tempat tisu, kotak pensil, kotak penyimpan uang, vas bunga, dan lainnya.

“Selain itu, saya juga memproduksi untuk suvenir untuk pernikahan dan lainnya,” kata dia saat berbincang dengan Madiunpos.com.

Dalam memproduksi barang kreatif dari pelepah pisang itu, dia dibantu oleh dua orang karyawan yang dipekerjakan ketika banyak orderan. Namun, saat tidak ada orderan, dia lebih memilih untuk membuat kreasi itu sendiri.

Untuk mendapatkan bahan baku berupa pelepah pisang, Sunarti tidak perlu bersusah payah, karena bahan baku itu banyak tersedia di desanya. Setelah menguliti batang pisang dan diambil pelepahnya. Pelapah itu kemudian dijemur dua sampai tiga hari hingga kering.

“Pengeringan pelepah pisang ini tergantung terik matahari, kalau minim sinar matahari ya bisa sampai sepekan. Sebelum dikeringkan, pelepah yang masih ada getahnya dicuci menggunakan air yang dicampur dengan H2O2,” jelas dia.

Setelah kering dan mendapatkan tekstur pelepah yang unik, kemudian pelepah pisang ditempelkan pada media kreasi. Media kreasi ini biasanya terbuat dari kardus, kertas karton, maupun gerabah. Penempelan pelepah pisang ini menggunakan lem tembak.

Hasil kerajinan tangan ini diklaim ramah lingkungan dan memanfaatkan alam. Selain pelepah pisang yang digunakan sebagai media kreasi, manik-manik yang digunakan sebagai pemanis juga berasal dari alam, seperti daun cemara.

Produk yang dihasilkan Sunarti ini tidak hanya dinikmati masyarakat Trenggalek, melainkan sudah dieksport ke berbagai daerah seperti Surabaya, Bali, dan daerah lainnya. “Karena promosi produk ini hanya dari mulut ke mulut, sehingga belum bisa menjangkau secara luas,” ujar dia.

Dia memiliki keinginan untuk membesarkan usahanya ini dengan berbagai promosi dan memperluas jangkauan pemasaran. Selain itu, produk kreasi ini bisa memberikan kontribusi untuk membuka peluang kerja bagi ibu rumah tangga di wilayahnya.


Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago