Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

UMKM Kuliner di Solo Paling Banyak Rambah Loka Pasar

Mayoritas UMKM kuliner di Kota Solo sudah memanfaatkan loka pasar untuk promosi
SHARE
UMKM Kuliner di Solo Paling Banyak Rambah Loka Pasar
SOLOPOS.COM - Sejumlah pelaku UMKM mengikuti pelatihan mengenai kuliner halal di Kauman, Pasar Kliwon, Solo, Senin (6/12/2021). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, SOLO–Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) bidang kuliner di Kota Solo paling banyak merambah market place atau loka pasar.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Bidang UKM (Dinkop UKM), Rini Indriyani.

PromosiGelaran B20 di Jawa Timur Fokus pada Rantai Pasok UMKM

“Kalau dilihat itu hampir 50% UKM sudah jualan lewat market place utamanya kuliner. Kalau step jualan lewat WhatsApp saya kira sudah. Paling sederhana itu,” jelas Rini saat ditemui di kantornya, Senn (8/8/2022).

Menurut Rini, kondisi pandemi Covid-19 paling banyak mendorong pelaku UKM untuk masuk loka pasar.

Tak hanya itu, perubahan perilaku konsumsi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan makanan saat pandemi Covid-19 juga menjadi salah satu potensi tersendiri bagi penjualan makanan.

Market place jadi salah satu media yang potensi untuk menjual saat pandemi,” papar dia.

Adanya promo yang disediakan baik oleh toko dan loka pasar menjadi daya tarik dan pertimbangan tersendiri bagi customer. Tak hanya itu, ekosistem market place di Kota Solo juga bisa dibilang lengkap.

Rini menambahkan hampir semua platform market place sudah tumbuh di Kota Solo.

“Di Solo karena basic barang dan jasa hampir semua platform market place di sini ada, maka hampir semua [market place] masuk ke tempat kami,” jelasnya.

Tak hanya pemasaran produk, para pelaku UMKM juga mulai akrab dengan pembayaran digital meski mereka tak melakukan penjualan secara online.

Misalnya yang terbaru, Dinkop UKM juga telah memfasilitasi para pelaku UMKM untuk menggunakan enterprise service bus (ESB). ESB sendiri merupakan perangkat lunak yang berfungsi sebagai mesin kasir dan pengelolaan keuangan sektor food and beverage.

“Beberapa platform yang merger dengan sistem pembayaran dan kasir juga sudah bergabung. Kita juga sudah ada ESB. Mereka [ESB] mengedukasi bagaimana semua uang belanja itu tercatat,” jelas Rini.

UMKM merupakan sektor industri yang paling dekat dengan rumah tangga. Sehingga pencatatan administrasi dan keuangan UMKM dinilai perlu dipahami dan dilakukan. Hal itu juga untuk menjaga kestabilan manajemen rantai pasok usaha yang mereka jalankan.

“Karena UMKM itu industri rumahan bercampur keuangannya dengan uang rumah tangga. Yang seharusnya untuk mencari supply change uangnya kepakai dulu,” jelas dia.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode