top ear
Tutup Iklan
Ilustrasi aksi buruh menolak penetapan upah murah atau UMK rendah. (Solopos-Dok.)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi aksi buruh menolak penetapan upah murah atau UMK rendah. (Solopos-Dok.)

UMK Kota Solo Rp1,9 Juta, Buruh: Tak Ada Anggaran Beli Pulsa

Serikat Pekerja Nasional (SPN) Solo menganggap UMK Rp1.956.200 belum memenuhi kebutuhan hidup layak (KHL).
Diterbitkan Jumat, 8/11/2019 - 17:07 WIB
oleh Solopos.com/Nugroho Meidinata/Newswire
2 menit baca

Solopos.com, SOLO -- Dewan Pengupahan Kota Solo menyepakati upah minimum kota (UMK) Solo pada 2020 sebesar Rp1.956.200. Besaran UMK tersebut dinilai Serikat Pekerja Nasional (SPN) belum layak karena belum memenuhi kebutuhan hidup layak (KHL).

Ketua SPN Kota Solo, M Sholihuddin, mengatakan pihaknya telah menghitung di mana hasilnya UMK senilai Rp1.956.200 masih jauh di bawah KHL. Namun, pihaknya mengakui hasil perhitungannya ini masih dalam bentuk asumsi kasar.

"Jadi kalau hitungan kami angka itu masih jauh di bawah KHL yang kami hitung. Ini saja kebutuhan pulsa belum masuk," kata Sholihudin yang telah diwartakan Antara, Kamis (7/11/2019).

"Meski demikian ini masih asumsi kasar, baru hitungan teman-teman [SPN]. Belum ada kajian secara survei. Meski demikian, kebutuhan lain sudah kami masukkan semua," sambungnya.

Ketika ditanya kenapa pulsa menjadi salah satu indikator dalam penyusunan UMK, ia beralasan 99 persen pekerja di sebuah perusahaan menggunakan pulsa untuk berkomunikasi maupun koneksi untuk mendukung pekerjaan mereka.

Oleng Saat Menyalip, Bus Eka Seruduk 2 Rumah di Jogonalan Klaten

Sholihuddin juga menyinggung soal kenaikan iuran peserta BPJS Kesehatan pada awal 2020 mendatang. "Kalau BPJS Kesehatan kan sudah jelas naik iurannya, seperti kenaikan tarif listrik, tarif transportasi umum, dan harga BBM [bahan bakar minyak] sudah kami masukkan semua. Dengan pola kebijakan pemerintah seperti itu kan harus mengantisipasi dengan memperhitungkan di awal," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Solo, Ariani Indriastuti, menjelaskan berdasarkan hasil rapat Dewan Pengupahan Solo yang menyepakati UMK Solo sebesar Rp1.956.200 telah dibawa ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) untuk diputuskan oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Jokowi Jengkel Cangkul Impor, Menteri Perindustrian Berkilah Cuma Masalah Teknis

Editor : Profile Adib M Asfar
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkini