Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

UMK Jateng 2023 Ditetapkan, Semarang Tertinggi, Banjarnegara Terendah

UMK 2023 pada 35 kabupaten/kota di Jateng telah diumumkan pada Rabu (7/12/2022), di mana Kota Semarang tertinggi, sedangkan terendah adalah Banjarnegara.
SHARE
UMK Jateng 2023 Ditetapkan, Semarang Tertinggi, Banjarnegara Terendah
SOLOPOS.COM - Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat mengumumkan UMK 2023 untuk 35 kabupaten/kota di Jateng di Kabupaten Pati, Rabu (7/12/2022). (Solopos.com-Humas Pemprov Jateng)

Solopos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, telah mengumumkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Jawa Tengah (Jateng) tahun 2023 di Pabrik PT HWI 2, Kabupaten Pati, Rabu (7/12/2022). Dari 35 kabupaten/kota yang ada di Jateng, Kota Semarang mencatatkan UMK 2023 tertinggi yakni Rp3.060.350,57.

Ganjar mengatakan penetapan UMK didasarkan atas Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No. 18/2022 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2023. “Penetapan UMK memperhatikan inflasi provinsi, pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota serta nilai alfa,” kata Ganjar dalam konferensi persnya.

PromosiPromo Menarik, Nginep di Loa Living Solo Baru Bisa Nonton Netflix Sepuasmu!

Nilai alfa merupakan wujud indeks tertentu yang menggambarkan kontribusi tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai tertentu dalam rentang tertentu yaitu 0,10 sampai dengan 0,30.

“Penentuan nilai alfa harus mempertimbangkan produktivitas dan perluasan kesempatan kerja. Data yang digunakan dalam penghitungan penyesuaian nilai upah minimum menggunakan data yang bersumber dari lembaga yang berwenang di bidang statistik yaitu Badan Pusat Statistik,” ujarnya.

Adapun UMK terendah di Jateng pada tahun 2023 yakni Rp1.958.169,69 yaitu Kabupaten Banjarnegara. Di mana Kabupaten Banjarnegara menggunakan upah minimum provinsi atau UMP karena hasil perhitungan UMK di bawah UMP Jateng 2023.

Baca juga: Sudah Ditetapkan! Ini Daftar UMK 2023 pada 35 Kabupaten/Kota di Jateng

Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak

“Persentase kenaikan terendah sebesar 6,4% di Kabupaten Kudus karena pertumbuhan ekonomi pada angka negatif, sehingga sesuai ketentuan kenaikan sebesar inflasi. Untuk persentase kenaikan tertinggi 7,95% di Kota Semarang,” tutur Ganjar.

Ganjar menuturkan terjadi berbagai dinamika dalam proses penetapan UMK tersebut. Di antaranya perbedaan usulan dari kabupaten/kota di Jateng. a Tengah. Ganjar menegaskan diskusi terus dilakukan selama proses sebelum penetapan.

“Kalau kita pakai PP itu jauh lebih sedikit ya. Jadi ini kita agak lebih tinggi, kalau enggak salah, kalau dari UMP itu Jateng tertinggi persentase kenaikannya,” klaim Ganjar.

Kilas Balik 2022 - Emagz Solopos



Info Digital Tekno
Indeks
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Info Perbankan
Indeks
Interaktif Solopos
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Emagz Solopos
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Interaktif Solopos
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Solopos Stories
      Part of Solopos.com
      ISSN BRIN
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode