Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Umbul Kroman, Surga Tersembunyi di Desa Mranggen Klaten

Jauh sebelum ada sumur di rumah warga, Umbul Kroman menjadi sumber kehidupan warga.
SHARE
Umbul Kroman, Surga Tersembunyi di Desa Mranggen Klaten
SOLOPOS.COM - Suasana kawasan Umbul Kroman, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Klaten, Selasa (4/1/2022). Kawasan tersebut bakal dikembangkan menjadi objek wisata oleh pemerintah desa setempat. (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN—Umbul Kroman menjadi salah satu surga tersembunyi di Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Klaten. Lokasinya tersembunyi di balik permukiman wilayah Dukuh Kroman.

Melewati jalan menurun dari permukiman berlanjut menyeberangi sungai yang bersebelahan dengan Embung Mranggen, kawasan Umbul Kroman mulai terlihat. Tebing tinggi dihiasi hijauanya dedaunan mengisi panorama kawasan tersebut.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Suasana kawasan Umbul Kroman sejuk oleh rindangnya pohon bibis dengan akar-akar gantung yang menjuntai. Airnya bening memancarkan sinar matahari yang menyelinap di balik dedaunan. Umbul itu berlantai pasir dengan dinding pembatas berupa tebing serta bebatuan sungai yang tertata rapi. Kedalaman air di kolam umbul sekitar 75 sentimeter.

Baca Juga: Kisah Disabilitas Buka Angkringan: Omzet Meroket, Susah Bungkus Es Teh

Sesekali gelembung-gelembung kecil keluar dari dasar umbul dan pecah ketika menyentuh permukaan. Ikan-ikan terlihat jelas berenang di antara bebatuan sumber mata air tersebut. Gemericik air yang mengalir ke alur sungai memecah keheningan kawasan tersebut.

Sejak lama umbul itu dimanfaatkan warga setempat. Limpahan air umbul yang mengalir di alur sungai digunakan warga untuk mandi hingga mencuci hingga kini. Jauh sebelum ada sumur di rumah warga, Umbul Kroman menjadi sumber kehidupan warga.

Kepala Desa (Kades) Mranggen, Miseran, mengatakan Umbul Kroman menjadi sumber mata air utama di Mranggen. Dulu, air umbul itu menjadi sumber air minum warga setempat. Saban hari terutama saat kemarau tiba, warga berdatangan membawa jeriken atau klenting untuk mengambil air dari umbul.

Baca Juga: Berprestasi saat Pandemi, 4 Siswi SMPN 1 Selogiri Terima Penghargaan

“Saat saya masih SD pada 1970-an masih mengalami masa-masa itu,” kata Miseran saat ditemui di kantor desa setempat, Selasa (4/1/2022).



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode