[ X ] CLOSE

Ultah Ke-50, Danar Hadi Pejuang Batik

Ultah Ke-50, Danar Hadi Pejuang Batik
SOLOPOS.COM - Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara, Iriana Jokowi berfoto bersama Owner PT. Batik Danar Hadi, Santosa Doellah (kanan) beserta istrinya, Danarsih Santosa (kiri), seusai penyerahan karya buku 50 Tahun Perjalanan Batik Danar Hadi dalam acara Syukuran 50 Tahun Batik Danar Hadi di Ndalem Wuryaningratan, kompleks House of Danar Hadi, Jl. Slamet Riyadi, Solo, Sabtu (9/12/2017) malam. (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)

Batik Danar Hadi Solo merayakan ulang tahun (Ultah) ke-50.

Solopos.com, SOLO — Tepuk tangan meriah mengiri pementasan tari Bedhaya Tumaruntun di Pendapa Wuryaningratan kompleks House of Danar Hadi.

Tarian tradisional yang kreasi koreografer Rusini ini mengungkapkan perjalanan Pendiri Batik Danar Hadi, yakni Santosa Doellah dan Danarsih Santosa.

Tarian berkonsep tari bedhaya ini ditarikan oleh sembilan penari dimana dua penari diantaranya merupakan simbol sang pendiri sekaligus pemilik Batik Danar Hadi.

Tarian ini memiliki makna berkelanjutan dalam hal pewarisan kebudayaan ke generasi penerus. Tumaruntun juga bisa diartikan dari kata tumurun dan anuntun yang berarti pewarisan disertai dengan pelajaran atau nilai luhur yang yang bermanfaat bagi perjalanan kehidupan generasi penerus.

Bedhaya Tumaruntun diharapkan mampu mencerminkan hubungan yang harmonis, saling melengkapi, dan gambaran keseimbangan.

Syair yang digunakan dalam gendhing Bedhaya Tumaruntun merefleksikan perjalanan kehidupan pasangan suami istri tersebut dengan mempertimbangkan hari lahir jawa, pemikiran, dan ide.

Busana dodot yang dikenakan penari merupakan rancanangan khusus Santosa Doellah dan istri yang bermotif tumaruntun (lereng besar hingga kecil).

Sampur dan samparan menggunakan motif cakar yang bermakna kerja keras dan pertahanan dengan warna dasar merah gula kelapa yang bermakna berani dan subur. Penari memakai sanggul bangun tulak dengan hiasan ronce bunga melati dan perhiasan bedhaya komplit. Kostum, riasan, dan properti dibuat sama untuk menggambarkan kesetaraan dan keseimbangan.

Tarian Bedhaya Tumaruntun merupakan salah satu acara inti dalam ulang tahun ke-50 Danar Hadi dengan tema Goresan Emas untuk Negeri. Managing Director PT Batik Danar Hadi, Diana Santosa, menyampaikan biasanya perayaan ulang tahun dimeriahkan fashion show tapi kali ini mengusung konsep berbeda dengan tarian tradisional yang diwariskan ke generasi penerus sebagai komitmen untuk mengembangkan dan melestarikan kebudayaan lokal.

“Tarian Bedhaya Tumaruntun merupakan kreasi Bapak [Santosa Doellah] yang menggandeng seniman ISI Solo dan direncanakan sekitar setahun terakhir,” ungkap Diana.

Hal tersebut mendapat apresiasi dari Presiden, Joko Widodo (Jokowi). Presiden menyampaikan batik merupakan ikon bangsa. Apalagi setelah ditetapkan sebagai warisan budaya lisan dan nonbendawi oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization) pada 2 Oktober 2009 batik menjadi kebanggaan bangsa.

Kontribusi Besar

Sebagai perusahaan asli Solo, Danar Hadi memiliki kontribusi besar dalam sejarah perkembangan batik Tanah Air. Tidak hanya dalam mengembangkan motif batik tapi juga memasarkan dan mengenalkan batik di seluruh wilayah Indonesia melalui outlet yang dimiliki.

“Danar Hadi merupakan pejuang batik karena mengenalkan dan ikut mengharumkan nama batik di berbagai wilayah. Danar Hadi juga menjadi ikon batik, ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya. Apalagi dengan koleksi batik yang dimiliki dan membuka Museum Batik serta pembelajaran membatik sehingga memberi pengalaman berbeda apalagi sekarang banyak yang mencari pengalaman,” ujar Joko Widodo dalam sambutannya, Sabtu (9/12/2017).

Pada kesempatan tersebut diluncurkan pula buku 50 Tahun Danar Hadi dengan melakukan penyerahan secara simbolis dari Santosa Doellah ke Presiden Joko Widodo. “Membaca 50 Tahun Danar Hadi sama dengan membaca perkembangan batik Indonesia,” kata dia.

Buku tersebut berisi perjalanan bisnis Danar Hadi sejak didirikan pada 1967 silam. Direksi PT Batik Danar Hadi, Dewanto Santosa, menyampaikan kehadiran buku ini supaya generasi penerus bisa melihat perkembangan batik dari tahun ke tahun. Buku tersebut tidak diperjualbelikan dan masyarakat pun bisa mendapatkannya dengan gratis dengan mengakses www.danarhadibatik.com.

Lebih lanjut, Diana mengungkapkan komitmen pelestarian budaya ini juga tercermin dari berbagai kegiatan yang dilakukan, diantaranya membuka Museum Batik untuk umum, pemberian pembelajaran membatik, tidak hanya untuk anak-anak tapi siapapun yang ingin belajar. Sejumlah tenaga ahli membatik Danar Hadi pun sering diundang untuk pembealan membatik.

Pihaknya juga akan bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) karena dalam waktu dekat akan diluncurkan canting listrik. Diana menilai canting listrik ini akan membantu mempermudah masyarakat, khususnya anak-anak untuk belajar membatik.

Sementara itu, perayaan ulang tahun emas ini juga dihadiri sejumlah tokoh, diantaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy; Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara; Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan Pengusaha, Chairul Tanjung.



Berita Terkait
    Promo & Events
    Ekspedisi Ekonomi Digital 2021
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago