[x] close
Ujian Kelulusan SMP di Boyolali Ditunda, Ini Penyebabnya
Solopos.com|soloraya

Ujian Kelulusan SMP di Boyolali Ditunda, Ini Penyebabnya

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali menunda pelaksanaan ujian kelulusan tingkat SMP pada pekan pertama Mei 2021.

Solopos.com, BOYOLALI -- Vaksinasi Covid-19 untuk sasaran guru SMP direncanakan selesai pada Akhir April 2021. Terkait hal itu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali menunda pelaksanaan ujian kelulusan tingkat SMP pada pekan pertama Mei 2021.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali, Darmanto, mengatakan untuk menumbuhkan kesadaran, semangat, motivasi serta mutu pendidikan, pihaknya mengajukan nota dinas kepada Bupati Boyolali. Tujuannya adalah untuk meminta izin melaksanakan ujian secara luring.

Baca Juga: Lebaran 2021: Perantau Asal 3 Kecamatan di Sukoharjo Terpantau Sudah Mudik

Berdasarkan kalender pendidikan, pepaksanan ujian kelulusan tingkat SMP di Boyolali dijadwalkan pada 19 April 2021 nanti. Namun ujian luring bisa dilakukan jika semua guru sudah menjalani vaksinasi. Untuk itu pihaknya akan menunda pelaksanaan ujian, sambil menunggu selesainya vaksinasi guru.

Pihaknya pun mengatakan telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali terkait pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dengan sasaran guru tersebut. "Hasil koordinasi, vaksin [dosis] pertama dan kedua semua guru SMP selesai 27 April. Rencana ujian akan dilaksanakan minggu pertama bulan Mei 2021," kata dia kepada Solopos.com, Rabu (14/4/2021).

PTM

Dia mengatakan pelaksanan ujian maupun uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Boyolali dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Sebagai syarat pokok, guru yang terlibat dalam PTM juga harus sudah mendapatkan vaksin Covid-19. "Ini merupakan upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, yakni dengan disiplin protokol kesehatan," lanjut dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina, mengatakan untuk tahap dan periode saat ini sasaran vaksinasi khusus guru mencakup guru SD, MI serta SMP dan MTs. Total ada 6.595 sasaran. Dia menargetkan pelaksanan vaksinasi untuk sasaran tersebut akan selesai di akhir April nanti.

Baca Juga: Tak Keberatan Didakwa Terima Suap Rp25,7 Miliar, Edhy Prabowo Mengaku Tak Bersalah

Pada pelaksanaan vaksinasi guru, vaksin yang digunakan adalah jenis Sinovac. Menurutnya jenis vaksin tersebut memiliki interval 14-28 hari. Dengan begitu diharapkan target pelaksanaan vaksinasi bisa tercapai.

"Vaksin akan menggunakan Sinovac, sehingga akhir April ini semuanya sudah mendapatkan vaksin sampai dosis kedua," kata dia belum lama ini.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler

Espos Premium
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago