top ear
Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Solo-Jogja berhenti di Stasiun Klaten, beberapa waktu lalu. (Istimewa/PT KAI Daops VI Yogyakarta)
  • SOLOPOS.COM
    Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Solo-Jogja berhenti di Stasiun Klaten, beberapa waktu lalu. (Istimewa/PT KAI Daops VI Yogyakarta)

Uji Coba KRL Klaten-Jogja Berlanjut, Target Sampai Stasiun Lempuyangan

Uji coba kereta rel listrik atau KRL rute Klaten-Jogja segera berlanjut dengan rute sampai Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta.
Diterbitkan Rabu, 11/11/2020 - 19:40 WIB
oleh Solopos.com/Farida Trisnaningtyas
3 menit baca

Solopos.com, SOLO -- Uji coba Kereta Rel Listrik atau KRL Klaten-Jogja  untuk relasi Klaten-Brambanan telah berlangsung pada 3-10 November 2020.

Pada tahap awal ini, Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah selaku penanggung jawab proyek KRL menguji coba sarana (KRL) dan prasarana (trek dan jaringan listrik aliran atas).

Pada sisi lain, uji coba KRL berikutnya dengan Klaten-Lempuyangan akan berlangsung pada pertengahan November ini. Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah, Nur Setyawan, mengatakan uji coba berlangsung secara bertahap.

203 Pedagang Pasar Kembang Solo Tertipu Investasi Bodong Hingga Rp500 Juta, Pelakunya Bakul Gorengan

Uji coba itu baik untuk kecepatan maupun jarak tempuh KRL Klaten-Jogja. “Memang masih perlu setting sarana dan prasarananya. Sebelumnya, sarananya atau keretanya sudah diuji coba di Jakarta. Saat uji coba listrik sempat putus,” katanya kepada Solopos.com, Rabu (11/11/2020).

Nur Setyawan mengatakan peralatan gardu listrik, jaringan LAA, maupun sambungan semuanya masih baru. Karenanya harus tes berkali-kali dan dievaluasi kira-kira untuk mencari yang belum sinkron.

Interior Kereta

Ia menjelaskan selain mengecek aliran listrik, pada uji coba itu sekaligus mengetes fasilitas interior kereta seperti kipas angin maupun air conditioner (AC).

Jadi Tersangka Kasus Investasi Bodong, Begini Pengakuan Bakul Gorengan Pasar Kembang Solo

Selain itu, uji coba juga fokus pada kecepatan KRL Klaten-Jogja, yakni jalan bertahap dari 20 km/jam, 40 km/jam, 50 km/jam, 60 km/jam, dan 80 km/jam.

Interior KRL relasi Solo-Jogja. (Istimewa/PT KAI Daops VI Yogyakarta)

Menurutnya, KRL bisa beroperasi lebih cepat dari KA Prameks yang jalan antara 70 km/jam hingga 80 km/jam. Namun demikian, nantinya kecepatan KRL disesuaikan dengan kebutuhan operasional.

Nur mengatakan butuh upgrade software pada KRL agar kecepatan bisa maksimal. Sementara itu, relasi Klaten-Brambanan terdiri dari dua petak, dengan satu petaknya berjarak sekitar 10 km.

11 Guru Positif Covid-19, SMAN 1 Polokarto Sukoharjo Tutup Sementara

Uji coba KRL Klaten-Jogja pada dua petak sejauh 20 km tersebut memiliki waktu tempuh selama 30 menit dengan kecepatan sekitar 40 km/jam. Dengan begitu, jika KRL jalan dengan kecepatan 80 km/jam, jarak tempuhnya bisa 15 menit.

“Uji coba KRL sudah tiga hari dan tujuh kali secara bertahap. Memang uji coba ini belum masuk ke endurance. Kalau Jogja-Klaten sudah lancar, kami coba speed-nya stabil atau tidak, remnya bagaimana. Sekarang ini belum maksimal uji cobanya, baru indikator peralatannya, gardu, dan over head catenary [OHC],” imbuhnya.

Uji Coba Penumpang

PT KAI menargetkan uji coba selanjutnya menempuh Klaten hingga Lempuyangan pada pertengahan November ini. Sedangkan uji coba KRL dengan penumpang perkiraannya baru bisa pada Desember.

Bermula Dari 1 Guru Positif Tanpa Gejala, Begini Kronologi Penularan Covid-19 SMAN 1 Polokarto Sukoharjo

“Tapi, bagusnya uji coba penumpang awal tahun depan. Jadi, kami pastikan dulu sarana prasarananya, keamanannya, dan evaluasinya,” ungkapnya.

Sementara itu, Manajer Humas PT KAI Daops VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, mengingatkan masyarakat harus berhati-hati saat melintas khususnya pada perlintasan sebidang tanpa palang pintu selama masa uji coba KRL Klaten-Jogja.

“Operasional KRL ini berbeda dengan kereta diesel. Jalannya lebih cepat, tapi suaranya lebih halus. Jadi, masyarakat kami harap lebih berhati-hati saat melintas. Jangan bermain-main di lintasan kereta api dan perlintasan sebidang tanpa palang pintu,” jelasnya.


Editor : Profile Suharsih
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
DataUtama

    berita terpopuler

    Iklan Baris

    Properti Solo & Jogja

    berita terkini