[ X ] CLOSE

Tuman, Pemuda Yang Masih Suka Berkerumun Ini Dibubarkan Satgas Covid-19 Sleman

Satgas Covid-19 Sleman masih menemukan banyak pelanggaran di masa PPKM darurat.
Tuman, Pemuda Yang Masih Suka Berkerumun Ini Dibubarkan Satgas Covid-19 Sleman

Solopos.com, SLEMAN — PPKM Darurat diberlakukan di semua daerah di Jawa-Bali termasuk di Sleman, DIY. Meski begitu, masih banyak warga yang mengabaikan aturan PPKM darurat salah satunya masih suka berkerumun.

Seperti yang dilakukan sekelompok anak muda di Sleman yang masih suka menongkrong sambil berkerumun di komplek Lapangan Pemda dan Lapangan Denggung. Aksi mereka ketahuan Satgas Covid-19 Sleman yang tengah berpatroli. Para pemuda itu pun lantas dibubarkan.

Plt Kepala Satpol PP Sleman, Susmiarto, mengatakan penegakan protokol kesehatan selama PPKM Darurat akan terus ditingkatkan. Dari hasil operasi sejauh ini, katanya, Satgas masih menemukan berbagai pelanggaran. Terutama pelanggaran jam operasional di mana tempat usaha wajib tutup pukul 20.00 WIB dan tidak melayani makan di tempat.

“Untuk kegiatan monitoring kami bagi dua kelompok, Sleman barat dan timur,” katanya saat dihubungi Harian Jogja (jaringan Solopos Grup), Senin (5/7/2021).

Baca Juga: Layanan Disdukcapil Kulonprogo Kini Online, Begini Cara Mengaksesnya

Tim Sleman Barat menyisir wilayah Kapanewon [Kecamatan] Gamping dan Godean. Di sana, satgas masih menemukan warung makan yang melayani makan di tempat melebihi jam yang ditentukan. Tim juga menemukan game center yang masih beroperasi melebihi jam operasional.

“Kami juga membubarkan kerumunan anak muda yang sedang nongkrong di komplek Lapangan Pemda dan Komplek Lapangan Denggung,” katanya.

Pelanggaran yang sama juga ditemukan oleh Tim Sleman Timur di wilayah Kapanewon Depok. Tim menyisir sepanjang Jl. Anggajaya 1, Jl. Anggajaya 2, dan Jl. Seturan, Babarsari. Faktanya, masih banyak di temukan warung makan yang masih melayani makan di tempat dan melebihi jam operasional yang ditentukan.

PKL Lebih Sulit

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, yang memimpin Tim Sleman Timur mengatakan masih banyak banyak pelaku usaha yang belum melaksanakan Intruksi Bupati No. 17/INSTR/2021. Ia pun meminta masyarakat dan pelaku usaha agar mematuhi instruksi tersebut.

“Kami akan terus lakukan monitoring dan sosialisasi PPKM darurat ini kepada pedagang kaki lima,” katanya.

Baca Juga: Stok Oksigen Habis, 33 Pasien Pasien RSUP dr Sardjito Jogja Meninggal

Jika masih ditemukan pelanggaran yang sama oleh para pedagang yang telah diberikan sosialisasi, Kustini menyebut akan ada sanksi yang diberlakukan baik bersifat administratif maupun penutupan warung untuk sementara.

Terpisah, Sekda Sleman, Harda Kiswaya, mengatakan dibandingkan dengan unit-unit usaha yang besar seperti supermarket, mal, dan lainnya, penegakan aturan PPKM kepada untuk unit-unit usaha kecil memang lebih sulit. Hal itu memang menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi Pemkab untuk lebih mengoptimalkan sosialisasi dan edukasi agar para pelaku usaha ini mematuhi instruksi bupati.

“Kami memahami kondisi saudara-saudara kami pemilik warung-warung makan seperti angkringan itu. Tetapi kami juga mohon mereka bisa memahami pelaksanaan PPKM Darurat ini. Hanya sampai tanggal 20 Juli,” ujar Harda.

Pemkab, lanjut Harda sudah mengambil keputusan tegas untuk menghentikan operasional pusat perbelanjaan dan seluruh tenant-nya agar menjadi contoh bagi unit-unit usaha lainnya. Begitu juga dengan supermarket di luar mal di mana jam operasionalnya juga dibatasi. Sebagai gantinya, pelaku usaha ini diminta untuk melakukan transaksi secara online atau daring.

Baca Juga: 91 Nakes di Kulonprogo Terpapar Covid-19, Imbas Beban Kerja Overload?

“Jadi, tidak ada alasan untuk tidak mematuhi aturan PPKM Darurat. Semua kami perlakukan sama, termasuk pelaku usaha di bidang pariwisata. Ini kami lakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona,” tandasnya.

 

Promo & Events
Berita Terkait
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago